Pos

PELATIHAN MANAJEMEN UNIT KEPERAWATAN RUMAH SAKIT UNTUK BLUD: KEPEMIMPINAN, SUPERVISI, MUTU, DAN PENGELOLAAN UNIT

PELATIHAN MANAJEMEN UNIT KEPERAWATAN RUMAH SAKIT UNTUK BLUD: KEPEMIMPINAN, SUPERVISI, MUTU, DAN PENGELOLAAN UNIT

Diklat Consulting Training Indonesia


Pengertian Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit

Manajemen unit keperawatan rumah sakit adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, supervisi, pengendalian, dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan pelayanan keperawatan dalam suatu unit pelayanan rumah sakit.

Manajemen unit keperawatan tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jadwal dinas dan pembagian tugas, tetapi juga mencakup kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, supervisi, mutu pelayanan, keselamatan pasien, evaluasi kinerja, komunikasi, serta penyelesaian masalah dalam unit.

Pada rumah sakit dengan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kemampuan manajemen unit menjadi penting agar pelayanan keperawatan dapat berjalan efektif, efisien, bermutu, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.


Mengapa Manajemen Unit Keperawatan Penting?

Unit keperawatan merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan pelayanan pasien. Karena itu, kualitas pengelolaan unit sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan dan pencapaian mutu rumah sakit.

Manajemen unit yang baik diperlukan untuk:

  • Mengoptimalkan penggunaan tenaga keperawatan.
  • Mengatur pembagian tugas secara efektif.
  • Mengendalikan beban kerja.
  • Meningkatkan kualitas supervisi.
  • Memastikan pelayanan sesuai standar.
  • Meningkatkan keselamatan pasien.
  • Memantau indikator mutu.
  • Meningkatkan kinerja tenaga keperawatan.
  • Menyelesaikan masalah di lingkungan unit.
  • Mendorong perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

Bagi rumah sakit BLUD, pengelolaan unit yang profesional juga mendukung terciptanya pelayanan yang efektif dan efisien serta mendukung pencapaian tujuan organisasi.


Kepemimpinan dalam Manajemen Unit Keperawatan

Pemimpin unit keperawatan mempunyai peran penting dalam mengarahkan tenaga keperawatan agar mampu bekerja sesuai standar dan tujuan pelayanan.

Kepemimpinan unit mencakup kemampuan untuk:

  1. Menyusun perencanaan kerja unit.
  2. Mengorganisasikan tenaga keperawatan.
  3. Mendelegasikan tugas secara tepat.
  4. Memberikan arahan kepada staf.
  5. Melakukan supervisi.
  6. Membangun komunikasi dan kerja sama tim.
  7. Mengelola konflik.
  8. Mengambil keputusan.
  9. Melakukan evaluasi kinerja.
  10. Menyusun tindak lanjut perbaikan.

Kepemimpinan yang efektif akan membantu menciptakan unit keperawatan yang lebih terorganisasi dan mampu memberikan pelayanan secara konsisten.


Supervisi Keperawatan dalam Pengelolaan Unit

Supervisi keperawatan merupakan bagian penting dalam manajemen unit karena membantu memastikan pelayanan dilaksanakan sesuai standar.

Supervisi tidak hanya berupa pengawasan, tetapi juga proses pembinaan, pengarahan, pendampingan, dan pemberian umpan balik kepada tenaga keperawatan.

Supervisi yang baik dapat membantu:

  • Meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan.
  • Mengidentifikasi masalah pelayanan.
  • Mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi staf.
  • Meningkatkan disiplin kerja.
  • Memperbaiki komunikasi dalam tim.
  • Mendukung keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.

Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien

Pengelolaan unit keperawatan harus terintegrasi dengan upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien rumah sakit.

Kepala unit dan supervisor perlu memahami bagaimana mengidentifikasi masalah mutu, memantau indikator, menganalisis hasil, serta menyusun tindak lanjut.

Penerapannya dapat dilakukan melalui:

  • Identifikasi masalah pelayanan.
  • Monitoring indikator mutu.
  • Evaluasi kepatuhan terhadap standar.
  • Identifikasi risiko.
  • Analisis penyebab masalah.
  • Penyusunan rencana perbaikan.
  • Pelaksanaan tindakan perbaikan.
  • Monitoring hasil perbaikan.

Dengan demikian, manajemen unit tidak berhenti pada kegiatan operasional, tetapi juga berperan dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien.


Pengelolaan SDM Keperawatan

Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen utama dalam pengelolaan unit keperawatan.

Pengelolaan SDM meliputi:

  • Perencanaan kebutuhan tenaga.
  • Distribusi tenaga.
  • Penyusunan jadwal dinas.
  • Pembagian tugas.
  • Pengelolaan beban kerja.
  • Orientasi tenaga baru.
  • Pembinaan dan pengembangan kompetensi.
  • Penilaian kinerja.
  • Pemberian umpan balik.
  • Pengelolaan disiplin kerja.

Pengelolaan yang tepat membantu memastikan tenaga keperawatan tersedia sesuai kebutuhan pelayanan dan mampu menjalankan tugas sesuai kompetensi.


Manajemen Konflik dan Komunikasi Tim

Dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan, konflik dapat muncul karena perbedaan pendapat, beban kerja, komunikasi, pembagian tugas, maupun permasalahan koordinasi.

Pemimpin unit harus mampu mengenali dan menyelesaikan konflik secara profesional.

Kemampuan tersebut meliputi:

  • Mengidentifikasi sumber konflik.
  • Membangun komunikasi terbuka.
  • Mendengarkan pihak yang terlibat.
  • Menganalisis permasalahan.
  • Menentukan alternatif penyelesaian.
  • Membangun kesepakatan.
  • Melakukan monitoring tindak lanjut.

Komunikasi yang efektif dan kemampuan mengelola konflik menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama tim keperawatan.


Pengelolaan Kinerja Unit Keperawatan

Kinerja unit perlu dipantau secara berkala untuk mengetahui pencapaian pelayanan dan menemukan area yang masih membutuhkan perbaikan.

Evaluasi dapat mencakup:

  • Kinerja tenaga keperawatan.
  • Capaian indikator mutu.
  • Keselamatan pasien.
  • Kepatuhan terhadap standar.
  • Produktivitas pelayanan.
  • Kepuasan pasien.
  • Penggunaan sumber daya.
  • Hasil supervisi.
  • Pelaksanaan program kerja.
  • Tindak lanjut perbaikan.

Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun program kerja unit berikutnya.


PELATIHAN MANAJEMEN UNIT KEPERAWATAN RUMAH SAKIT UNTUK BLUD

Pelatihan Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit untuk BLUD dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga keperawatan dan pengelola unit dalam menjalankan fungsi manajemen secara efektif, sistematis, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Pelatihan membahas aspek kepemimpinan, perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan SDM, supervisi, mutu, keselamatan pasien, komunikasi, manajemen konflik, evaluasi kinerja, serta penyusunan rencana tindak lanjut unit keperawatan.


Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep manajemen unit keperawatan rumah sakit.
  2. Memahami peran dan tanggung jawab pemimpin unit.
  3. Menyusun perencanaan pelayanan keperawatan.
  4. Mengelola SDM dan pembagian tugas.
  5. Melaksanakan supervisi keperawatan secara efektif.
  6. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan.
  7. Mengelola mutu dan keselamatan pasien.
  8. Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah unit.
  9. Mengelola konflik dalam tim keperawatan.
  10. Melakukan evaluasi kinerja unit.
  11. Menyusun rencana perbaikan pelayanan.
  12. Meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan unit keperawatan.

Manfaat Pelatihan

Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan untuk:

  • Meningkatkan kemampuan kepemimpinan unit.
  • Mengelola tenaga keperawatan secara lebih efektif.
  • Meningkatkan kualitas supervisi.
  • Meningkatkan koordinasi dan komunikasi tim.
  • Mengendalikan mutu pelayanan keperawatan.
  • Mendukung keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kinerja unit.
  • Mengelola permasalahan dan konflik.
  • Menyusun program kerja unit.
  • Melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

Materi Pelatihan

  1. Konsep dan Fungsi Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit
  2. Kepemimpinan dalam Pengelolaan Unit Keperawatan
  3. Perencanaan dan Pengorganisasian Pelayanan Keperawatan
  4. Pengelolaan SDM dan Beban Kerja Keperawatan
  5. Supervisi Keperawatan yang Efektif
  6. Komunikasi dan Koordinasi dalam Tim Keperawatan
  7. Manajemen Konflik dan Penyelesaian Masalah
  8. Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien
  9. Pengelolaan Indikator Mutu Unit Keperawatan
  10. Monitoring dan Evaluasi Kinerja Unit
  11. Penyusunan Program Kerja Unit Keperawatan
  12. Penyusunan Rencana Perbaikan dan Tindak Lanjut

Peserta Pelatihan

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  • Kepala bidang keperawatan.
  • Kepala seksi keperawatan.
  • Kepala ruangan.
  • Ketua tim keperawatan.
  • Supervisor keperawatan.
  • Manajer keperawatan.
  • Perawat yang dipersiapkan menjadi pimpinan unit.
  • Pengelola unit pelayanan rumah sakit.
  • Tenaga keperawatan rumah sakit BLUD.
  • Pengelola rumah sakit yang terkait dengan pelayanan keperawatan.

Kompetensi yang Diharapkan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki kompetensi dalam:

Kepemimpinan → Perencanaan → Pengorganisasian → Supervisi → Pengelolaan SDM → Mutu → Evaluasi → Perbaikan Pelayanan.

Kompetensi tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan unit keperawatan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing rumah sakit.

Contoh Penerapan di Rumah Sakit

Hasil pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya:

  • Menyusun program kerja unit.
  • Mengatur pembagian tugas tenaga keperawatan.
  • Melakukan briefing dan koordinasi tim.
  • Melaksanakan supervisi.
  • Memantau indikator mutu.
  • Mengidentifikasi masalah pelayanan.
  • Melakukan evaluasi kinerja staf.
  • Menyelesaikan konflik dalam tim.
  • Menyusun rencana perbaikan.
  • Melakukan monitoring tindak lanjut.

Dengan penerapan tersebut, manajemen unit dapat menjadi lebih terarah dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.


Kesimpulan

Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan keperawatan yang bermutu, efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Pemimpin unit tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga membutuhkan kompetensi dalam kepemimpinan, supervisi, pengelolaan SDM, komunikasi, manajemen konflik, mutu, evaluasi kinerja, dan perbaikan pelayanan.

Melalui Pelatihan Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit untuk BLUD, tenaga keperawatan dan pengelola unit dapat meningkatkan kemampuan manajerial sehingga mampu mengelola unit secara lebih profesional dan terukur.


FAQ

Apa itu Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit?

Manajemen unit keperawatan adalah proses mengelola perencanaan, SDM, pelayanan, supervisi, mutu, evaluasi, dan perbaikan dalam suatu unit keperawatan rumah sakit.

Mengapa pelatihan ini penting bagi rumah sakit BLUD?

Pelatihan membantu meningkatkan kemampuan pengelola unit dalam mengelola pelayanan, SDM, mutu, supervisi, dan kinerja unit secara lebih sistematis.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan?

Kepala ruangan, supervisor, kepala bidang keperawatan, ketua tim, manajer keperawatan, perawat yang dipersiapkan menjadi pimpinan unit, serta pengelola pelayanan rumah sakit.

Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara in-house?

Ya. Pelatihan dapat diselenggarakan secara in-house training untuk rumah sakit atau instansi sesuai kebutuhan peserta.

Apakah pelatihan dapat dilakukan secara online?

Ya. Program dapat diselenggarakan secara online melalui Zoom maupun secara tatap muka/in-house training.

Baca Juga :

Pelatihan Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit untuk BLUD

Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Unit Keperawatan Rumah Sakit untuk BLUD bagi rumah sakit, BLUD, fasilitas pelayanan kesehatan, dan instansi terkait.

Program pelatihan dapat diselenggarakan secara online melalui Zoom maupun in-house training sesuai kebutuhan organisasi.

Untuk informasi jadwal, materi, biaya, dan pendaftaran pelatihan, silakan menghubungi

Diklat Consulting Training Indonesia.

Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.

PELATIHAN MANAJEMEN KEPALA RUANG RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT

Meningkatkan Kompetensi Kepala Ruang dalam Kepemimpinan, Manajemen Keperawatan, Mutu Pelayanan, dan Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Kepala Ruang (Karu) merupakan salah satu pemimpin strategis dalam pelayanan keperawatan rumah sakit. Keberhasilan suatu unit pelayanan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala ruang dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi, serta mengevaluasi seluruh aktivitas pelayanan keperawatan.

Perubahan sistem pelayanan kesehatan, perkembangan teknologi informasi, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), tuntutan keselamatan pasien, indikator mutu, serta akreditasi rumah sakit mengharuskan kepala ruang memiliki kompetensi manajerial yang semakin tinggi. Kepala ruang tidak hanya bertanggung jawab terhadap pelayanan pasien, tetapi juga harus mampu mengelola tenaga keperawatan, sarana prasarana, logistik, administrasi, hingga menciptakan budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.

Selain itu, kepala ruang dituntut mampu melakukan supervisi, coaching, mentoring, monitoring indikator mutu, pengendalian risiko, serta meningkatkan kepuasan pasien melalui pelayanan yang berkualitas. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

Pelatihan Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang di Rumah Sakit hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kompetensi kepala ruang agar mampu menjalankan fungsi manajemen secara optimal, meningkatkan produktivitas tim keperawatan, serta mendukung tercapainya pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

  • Memahami konsep manajemen ruang rawat di rumah sakit.
  • Memahami peran, fungsi, serta tanggung jawab kepala ruang sesuai standar pelayanan rumah sakit.
  • Menerapkan fungsi manajemen keperawatan (Planning, Organizing, Actuating, Controlling/POAC).
  • Mengembangkan kepemimpinan yang efektif dalam mengelola tim keperawatan.
  • Melaksanakan supervisi, coaching, mentoring, dan evaluasi kinerja staf.
  • Mengelola sumber daya manusia keperawatan secara efektif dan efisien.
  • Mengoptimalkan pengelolaan sarana, prasarana, dan logistik ruang rawat.
  • Mengimplementasikan indikator mutu, keselamatan pasien, dan manajemen risiko.
  • Menyusun program kerja ruang rawat berbasis indikator mutu.
  • Meningkatkan mutu pelayanan serta kepuasan pasien melalui pengelolaan unit yang profesional.

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

  • Meningkatkan kompetensi manajerial kepala ruang.
  • Memperkuat kemampuan kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan.
  • Meningkatkan kemampuan supervisi dan pembinaan staf.
  • Mengoptimalkan pengelolaan SDM keperawatan.
  • Meningkatkan mutu pelayanan di ruang rawat.
  • Mendukung implementasi standar akreditasi rumah sakit.
  • Mengurangi kejadian yang tidak diharapkan melalui penerapan patient safety.
  • Meningkatkan efektivitas komunikasi antarprofesi.
  • Meningkatkan produktivitas dan budaya kerja positif.
  • Mendukung pencapaian indikator mutu rumah sakit.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

  1. Peran & Fungsi Kepala Ruang dalam struktur organisasi rumah sakit.

  2. Kepemimpinan & Supervisi Efektif untuk tim keperawatan.

  3. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Keperawatan: perencanaan, rekrutmen, penjadwalan, evaluasi kinerja.

  4. Komunikasi Efektif & Manajemen Konflik antar staf dan lintas profesi.

  5. Pengelolaan Mutu Layanan Keperawatan & Patient Safety.

  6. Pengelolaan Administrasi & Dokumentasi Keperawatan sesuai standar akreditasi.

  7. Manajemen Perubahan & Pengembangan Budaya Kerja Positif.

  8. Perencanaan & Evaluasi Program Ruangan (indikator mutu, analisis beban kerja, monitoring & evaluasi).

  9. Strategi Implementasi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dalam ruang perawatan.

  10. Studi Kasus & Role Play untuk penguatan keterampilan praktis.


PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Kepala Ruang (Karu)
  • Wakil Kepala Ruang
  • Clinical Care Manager (CCM)
  • Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA)
  • Koordinator Keperawatan
  • Supervisor Keperawatan
  • Kepala Instalasi Keperawatan
  • Manajer Keperawatan
  • Komite Keperawatan
  • Perawat yang dipersiapkan menjadi Kepala Ruang

FAQ PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

Apa itu Pelatihan Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang?

Pelatihan ini merupakan program peningkatan kompetensi bagi kepala ruang dalam mengelola pelayanan keperawatan, sumber daya manusia, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien di rumah sakit.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Kepala ruang, wakil kepala ruang, supervisor keperawatan, manajer keperawatan, PPJA, ketua tim keperawatan, dan tenaga kesehatan yang dipersiapkan menjadi kepala ruang.

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?

Peserta akan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, supervisi, manajemen SDM, pengelolaan mutu pelayanan, implementasi patient safety, serta pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat pelatihan.

Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara online maupun in-house?

Ya. Pelatihan tersedia dalam metode Online, Offline (Tatap Muka), maupun In-House Training sesuai kebutuhan instansi.


PENUTUP PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

Pelatihan Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang di Rumah Sakit merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi kepala ruang dalam memimpin, mengelola pelayanan keperawatan, serta menerapkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sesuai standar rumah sakit. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh guna mendukung pelayanan kesehatan yang profesional, efektif, dan berkualitas.


PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”