Pos

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Diklat Consulting Training Indonesia


Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu. Penerapan keselamatan pasien bertujuan mencegah terjadinya insiden yang dapat merugikan pasien serta meningkatkan keamanan dalam setiap proses pelayanan.

Keselamatan pasien tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter atau perawat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan, tenaga pendukung, manajemen, dan seluruh unsur dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui sistem keselamatan pasien yang diterapkan secara konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat mengidentifikasi risiko, mencegah insiden, melakukan pelaporan, menganalisis kejadian, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.


APA ITU KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)?

Keselamatan pasien (patient safety) adalah upaya sistematis untuk mencegah terjadinya kesalahan, risiko, dan kejadian yang tidak diharapkan dalam proses pelayanan kesehatan serta mengurangi dampak yang dapat merugikan pasien.

Keselamatan pasien mencakup berbagai kegiatan mulai dari identifikasi risiko, penerapan pengendalian, komunikasi efektif, pencegahan insiden, pelaporan kejadian, analisis penyebab, hingga tindak lanjut perbaikan.

Dengan demikian, keselamatan pasien bukan hanya berkaitan dengan penanganan kejadian setelah terjadi, tetapi juga menekankan upaya pencegahan dan pengendalian risiko sejak awal.


MENGAPA KESELAMATAN PASIEN PENTING?

Pelayanan kesehatan melibatkan berbagai proses yang kompleks dan berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak dikelola dengan baik.

Risiko dapat muncul dalam proses identifikasi pasien, pemberian obat, komunikasi antarpetugas, pelayanan klinis, tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, maupun proses pelayanan lainnya.

Penerapan keselamatan pasien penting untuk:

  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Mengurangi risiko kesalahan dalam pelayanan.
  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
  • Memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpetugas.
  • Mendorong budaya keselamatan dalam organisasi.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

TUJUAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien pada dasarnya bertujuan menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan mengurangi risiko yang dapat merugikan pasien.

Beberapa tujuan penerapan keselamatan pasien antara lain:

  • Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko pelayanan.
  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Meningkatkan ketepatan dan keamanan proses pelayanan.
  • Meningkatkan komunikasi antarpetugas.
  • Mendorong pelaporan insiden secara tepat.
  • Melakukan pembelajaran dari kejadian yang terjadi.
  • Mendorong perbaikan sistem pelayanan.
  • Membangun budaya keselamatan pasien.

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan sasaran keselamatan pasien dilakukan untuk mengendalikan berbagai risiko yang dapat terjadi dalam proses pelayanan.

Dalam penerapannya, sasaran keselamatan pasien berkaitan dengan beberapa aspek penting, seperti:

1. Identifikasi Pasien

Identifikasi pasien secara tepat diperlukan untuk memastikan pelayanan, pemeriksaan, pemberian obat, tindakan, dan prosedur diberikan kepada pasien yang benar.

2. Komunikasi Efektif

Komunikasi yang jelas dan tepat waktu antara tenaga kesehatan sangat penting untuk mencegah kesalahan informasi dalam pelayanan.

3. Keamanan Penggunaan Obat

Pengelolaan obat perlu dilakukan secara tepat untuk mengurangi risiko kesalahan dalam penyimpanan, pemberian, maupun penggunaan obat.

4. Keamanan Tindakan dan Prosedur

Proses tindakan dan prosedur perlu dilakukan dengan memperhatikan identifikasi pasien, ketepatan tindakan, serta pencegahan kesalahan.

5. Pencegahan Risiko Infeksi

Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien dan petugas selama proses pelayanan.

6. Pencegahan Risiko Jatuh

Pasien yang memiliki risiko jatuh perlu diidentifikasi dan mendapatkan tindakan pencegahan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Penerapan sasaran keselamatan pasien perlu disesuaikan dengan ketentuan dan standar yang berlaku pada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.


IDENTIFIKASI RISIKO KESELAMATAN PASIEN

Identifikasi risiko merupakan salah satu langkah penting dalam sistem keselamatan pasien.

Risiko dapat berasal dari:

  • Proses pelayanan klinis.
  • Penggunaan obat.
  • Komunikasi antarpetugas.
  • Penggunaan alat kesehatan.
  • Proses administrasi pelayanan.
  • Lingkungan pelayanan.
  • Prosedur kerja.
  • Beban kerja dan sumber daya manusia.

Identifikasi risiko membantu organisasi menentukan risiko yang membutuhkan tindakan pencegahan dan pengendalian.


JENIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Dalam pelaksanaan keselamatan pasien, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memahami jenis dan klasifikasi insiden sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden dapat berkaitan dengan kejadian yang berpotensi menimbulkan atau telah menimbulkan dampak terhadap pasien.

Pemahaman mengenai klasifikasi insiden penting agar setiap kejadian dapat ditangani, dilaporkan, dianalisis, dan ditindaklanjuti secara tepat.


PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Pelaporan merupakan bagian penting dari sistem keselamatan pasien.

Pelaporan insiden bukan semata-mata bertujuan mencari siapa yang melakukan kesalahan, tetapi menjadi sarana untuk mengetahui kelemahan sistem dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sistem pelaporan yang baik perlu didukung oleh:

  • Mekanisme pelaporan yang jelas.
  • Komunikasi yang terbuka.
  • Perlindungan terhadap pelapor sesuai ketentuan.
  • Analisis terhadap kejadian.
  • Tindak lanjut hasil analisis.
  • Pembelajaran organisasi.

ANALISIS DAN INVESTIGASI INSIDEN

Setiap insiden yang terjadi perlu dianalisis sesuai tingkat risiko dan ketentuan yang berlaku.

Analisis bertujuan mengetahui:

  • Apa yang terjadi.
  • Kapan kejadian terjadi.
  • Bagaimana kejadian terjadi.
  • Faktor yang berkontribusi.
  • Kelemahan sistem yang ditemukan.
  • Tindakan perbaikan yang diperlukan.

Hasil analisis dapat menjadi dasar dalam menyusun tindakan korektif dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.


ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

Root Cause Analysis (RCA) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis akar penyebab suatu kejadian.

RCA tidak hanya melihat kesalahan pada individu, tetapi juga menganalisis faktor sistem dan proses yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Analisis dapat mencakup aspek:

  • Manusia.
  • Prosedur.
  • Komunikasi.
  • Lingkungan kerja.
  • Peralatan.
  • Organisasi.
  • Sistem pengendalian.

Dengan menemukan akar masalah, organisasi dapat menentukan perbaikan yang lebih tepat dan berkelanjutan.


KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KESELAMATAN PASIEN

Komunikasi yang tidak efektif dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dalam pelayanan.

Komunikasi efektif diperlukan dalam:

  • Serah terima pasien.
  • Penyampaian informasi klinis.
  • Pemberian instruksi.
  • Komunikasi hasil pemeriksaan.
  • Koordinasi antarunit.
  • Komunikasi dengan pasien dan keluarga.

Komunikasi yang jelas, tepat, dan terdokumentasi membantu mengurangi risiko kesalahan informasi dalam pelayanan.


BUDAYA KESELAMATAN PASIEN

Budaya keselamatan pasien merupakan kondisi organisasi yang mendorong seluruh petugas untuk menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap proses kerja.

Budaya keselamatan dapat dibangun melalui:

  • Komitmen pimpinan.
  • Komunikasi terbuka.
  • Pelaporan insiden.
  • Pembelajaran dari kejadian.
  • Kerja sama tim.
  • Evaluasi berkelanjutan.
  • Perbaikan sistem.

Budaya keselamatan yang kuat membantu organisasi tidak hanya bereaksi terhadap masalah, tetapi juga melakukan pencegahan secara proaktif.


PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM KESELAMATAN PASIEN

Keselamatan pasien membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan dan unsur pendukung pelayanan.

Peran tenaga kesehatan antara lain:

  1. Mematuhi prosedur pelayanan.
  2. Melakukan identifikasi pasien secara tepat.
  3. Menjaga komunikasi dan koordinasi.
  4. Mengidentifikasi risiko.
  5. Melaporkan insiden sesuai mekanisme.
  6. Berpartisipasi dalam analisis dan perbaikan.
  7. Menerapkan prinsip keselamatan dalam pekerjaan sehari-hari.

PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Keselamatan pasien dapat diterapkan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk:

  • Rumah sakit.
  • Puskesmas.
  • Klinik.
  • Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Penerapannya dapat disesuaikan dengan jenis pelayanan, risiko, sumber daya, serta ketentuan yang berlaku.

Yang terpenting adalah setiap proses pelayanan memiliki pengendalian risiko dan mekanisme perbaikan apabila ditemukan kelemahan atau kejadian yang tidak diharapkan.


MANFAAT PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien secara konsisten dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Mengurangi risiko insiden.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Memperkuat sistem pengendalian.
  • Meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim.
  • Mendorong pembelajaran organisasi.
  • Meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan.
  • Mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.

KOMPETENSI YANG PERLU DIMILIKI DALAM KESELAMATAN PASIEN

Pelaksanaan keselamatan pasien membutuhkan kompetensi yang memadai dari tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan.

Beberapa kompetensi yang penting antara lain:

  • Pemahaman konsep keselamatan pasien.
  • Identifikasi dan pengendalian risiko.
  • Komunikasi efektif.
  • Pelaporan insiden.
  • Analisis dan investigasi insiden.
  • Root Cause Analysis (RCA).
  • Manajemen risiko.
  • Budaya keselamatan.
  • Monitoring dan evaluasi.
  • Penyusunan tindak lanjut perbaikan.

Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, simulasi, studi kasus, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.


CONTOH PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Sebagai contoh, dalam proses pelayanan ditemukan adanya risiko kesalahan pemberian obat.

Fasilitas pelayanan kesehatan dapat melakukan beberapa langkah, seperti:

  • Mengidentifikasi sumber risiko.
  • Mengevaluasi proses pemberian obat.
  • Memastikan prosedur telah diterapkan.
  • Menganalisis faktor yang berkontribusi.
  • Melakukan perbaikan proses.
  • Melakukan monitoring terhadap hasil perbaikan.

Dengan pendekatan tersebut, keselamatan pasien tidak hanya berfokus pada kejadian yang telah terjadi, tetapi juga pada pencegahan agar risiko tidak berkembang menjadi insiden.


KESIMPULAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman.

Penerapan keselamatan pasien membutuhkan identifikasi risiko, pencegahan insiden, komunikasi efektif, pelaporan, analisis kejadian, tindak lanjut, serta budaya keselamatan yang melibatkan seluruh unsur organisasi.

Dengan penerapan sistem keselamatan pasien yang konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat meningkatkan keamanan pasien sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.


FAQ KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Apa itu keselamatan pasien (patient safety)?

Keselamatan pasien merupakan upaya sistematis untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan atau insiden yang dapat merugikan pasien selama proses pelayanan kesehatan.

Mengapa keselamatan pasien penting?

Keselamatan pasien penting untuk mengurangi risiko insiden, meningkatkan keamanan pelayanan, memperkuat mutu pelayanan, dan mendorong perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Apa saja aspek yang berkaitan dengan keselamatan pasien?

Aspek keselamatan pasien antara lain identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat, keamanan tindakan dan prosedur, pencegahan infeksi, serta pencegahan risiko jatuh sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Apa tujuan pelaporan insiden keselamatan pasien?

Pelaporan bertujuan membantu organisasi mengetahui kejadian dan kelemahan sistem sehingga dapat dilakukan analisis, pembelajaran, serta tindakan perbaikan untuk mencegah kejadian serupa.

Apa itu Root Cause Analysis (RCA)?

Root Cause Analysis atau RCA merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu kejadian dengan melihat berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien?

Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pimpinan, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan unit terkait.

Apakah keselamatan pasien hanya berlaku di rumah sakit?

Tidak. Prinsip keselamatan pasien juga penting diterapkan di puskesmas, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sesuai jenis pelayanan dan ketentuan yang berlaku.


BACA JUGA :


PENUTUP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Peningkatan keselamatan pasien membutuhkan komitmen, kompetensi, komunikasi, dan sistem pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Melalui penerapan keselamatan pasien yang sistematis, fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi risiko lebih awal, mencegah insiden, melakukan pembelajaran dari kejadian, serta melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan dalam penerapan keselamatan pasien, Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan program Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety) yang dapat diselenggarakan secara kelas publik maupun in-house training sesuai kebutuhan instansi.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PMKP RUMAH SAKIT 2027

PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Update Regulasi, Mutu, Keselamatan Pasien, dan Akreditasi Rumah Sakit

DESKRIPSI PELATIHAN

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit untuk memastikan pelayanan diberikan secara aman, bermutu, efektif, terukur, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Perkembangan kebijakan dan regulasi kesehatan menuntut rumah sakit untuk terus melakukan penyesuaian terhadap sistem mutu, keselamatan pasien, tata kelola, pengelolaan risiko, indikator mutu, serta proses akreditasi.

Pelatihan PMKP Rumah Sakit 2027 disusun sebagai program pengembangan kompetensi untuk membantu rumah sakit memahami dan menerapkan sistem peningkatan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebijakan terbaru.

Materi pelatihan membahas perkembangan regulasi rumah sakit, kebijakan mutu dan keselamatan pasien, standar akreditasi, budaya mutu, indikator mutu, pengelolaan data, manajemen risiko, pelaporan insiden, analisis masalah, monitoring dan evaluasi, serta perbaikan mutu secara berkelanjutan.

Pelatihan juga memperhatikan perkembangan regulasi terbaru di bidang rumah sakit dan akreditasi yang telah diterbitkan Kementerian Kesehatan, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan pelayanan rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan prinsip Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.
  • Memahami perkembangan kebijakan dan regulasi terbaru terkait rumah sakit, mutu, dan keselamatan pasien.
  • Memahami penerapan standar mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan rumah sakit.
  • Memahami penerapan budaya mutu dan budaya keselamatan pasien.
  • Menyusun dan mengembangkan indikator mutu rumah sakit.
  • Melakukan pengumpulan, validasi, pengolahan, dan analisis data mutu.
  • Mengidentifikasi serta mengelola risiko dalam pelayanan rumah sakit.
  • Memahami pelaporan dan analisis insiden keselamatan pasien.
  • Menerapkan Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA).
  • Menyusun rencana perbaikan mutu secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

  1. Konsep Dasar Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  2. Update Kebijakan dan Regulasi Rumah Sakit, PMKP, serta Akreditasi Terbaru
  3. Budaya Mutu, Budaya Keselamatan Pasien, dan Sasaran Keselamatan Pasien
  4. Manajemen Risiko dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
  5. Penyusunan Indikator Mutu Nasional, Indikator Mutu Prioritas, dan Indikator Mutu Unit
  6. Pengumpulan, Validasi, Pengolahan, Analisis, dan Pelaporan Data Mutu
  7. Pelaporan dan Analisis Insiden Keselamatan Pasien (IKP), Root Cause Analysis (RCA), dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA)
  8. Audit Mutu, Audit Klinis, Monitoring, dan Evaluasi Program PMKP
  9. Penyusunan Rencana Perbaikan Berkelanjutan dengan Metode PDCA/PDSA dan Continuous Quality Improvement (CQI)
  10. Studi Kasus Implementasi PMKP dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

PESERTA PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Direktur dan Manajemen Rumah Sakit
  • Tim PMKP / Komite Mutu
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Kepala Bidang dan Kepala Bagian
  • Kepala Instalasi dan Kepala Unit
  • Dokter dan Dokter Gigi
  • Perawat dan Bidan
  • Apoteker dan Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
  • Tim Keselamatan Pasien
  • Pengelola mutu pelayanan rumah sakit
  • Dinas Kesehatan
  • Tenaga profesional lain yang terlibat dalam program mutu dan keselamatan pasien

MANFAAT PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

Peserta diharapkan memperoleh manfaat:

  • Memahami perkembangan regulasi dan kebijakan terbaru terkait mutu rumah sakit.
  • Meningkatkan pemahaman mengenai sistem PMKP.
  • Meningkatkan kemampuan menyusun dan mengelola indikator mutu.
  • Meningkatkan kemampuan melakukan pengolahan dan analisis data mutu.
  • Memperkuat penerapan budaya mutu dan keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi dan mengelola risiko.
  • Memahami proses pelaporan dan analisis insiden keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kemampuan melakukan RCA dan FMEA.
  • Mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi program PMKP.
  • Membantu rumah sakit menyusun tindak lanjut perbaikan mutu secara berkelanjutan.

BACA JUGA :

FAQ-PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

Apa itu Pelatihan PMKP Rumah Sakit?

Pelatihan PMKP merupakan program pengembangan kompetensi yang membahas pengelolaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien secara sistematis, mulai dari indikator mutu, pengelolaan data, manajemen risiko, pelaporan insiden, analisis masalah, monitoring, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan PMKP?

Pelatihan dapat diikuti oleh direktur dan manajemen rumah sakit, Tim PMKP atau Komite Mutu, Tim Akreditasi, kepala bidang, kepala instalasi, kepala unit, dokter, perawat, tenaga kesehatan, perekam medis, serta tenaga lainnya yang terlibat dalam pengelolaan mutu dan keselamatan pasien.

Apakah materi mengikuti regulasi terbaru?

Ya. Materi disusun dengan memperhatikan perkembangan kebijakan dan regulasi terbaru yang berlaku, termasuk perkembangan regulasi penyelenggaraan rumah sakit, mutu, keselamatan pasien, dan akreditasi.

Apakah pelatihan dapat dilakukan secara online?

Ya. Pelatihan tersedia secara online melalui Zoom Meeting selain kelas tatap muka di Yogyakarta.

Apakah tersedia In-House Training?

Ya. Pelatihan dapat dilaksanakan di rumah sakit atau instansi dengan penyesuaian waktu, lokasi, jumlah peserta, dan kebutuhan materi.


PENUTUP PELATIHAN  PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

Peningkatan mutu dan keselamatan pasien membutuhkan komitmen seluruh unsur rumah sakit serta penerapan sistem yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Melalui Pelatihan PMKP Rumah Sakit 2027, peserta diharapkan mampu memahami perkembangan regulasi, mengelola program mutu, menetapkan indikator, mengelola data, mengidentifikasi risiko, menganalisis insiden keselamatan pasien, serta menyusun perbaikan mutu secara berkelanjutan.

Dengan pembaruan materi yang mengikuti perkembangan kebijakan dan regulasi terbaru, pelatihan ini diharapkan dapat membantu rumah sakit memperkuat penerapan mutu dan keselamatan pasien dalam penyelenggaraan pelayanan.


WAKTU METODE PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) 

  • Durasi: 2 hari (intensif), 08.00–16.00 WIB
  • Kelas Publik: Tatap muka di Yogyakarta atau kota lain sesuai jadwal/permintaan
  • Online: Zoom Meeting, jadwal reguler setiap bulan
  • In-House Training: Di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) 

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal.

 JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2027
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan

Batch 1 Batch 2 Batch 3

Batch 4

Januari 2027

05–07

(Selasa–Kamis)

12–14

(Selasa–Kamis)

20-22

(Rabu-Jumat)

27–29

(Rabu-Jumat)

Februari 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Sabtu-Jumat)

16-18

(Selasa-Kamis)

24-26

(Rabu-Jumat)

Maret 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Rabu-Jumat)

16–18

(Selasa-Kamis)

25-27

(Kamis–Sabtu)

April 2027

05-07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa–Kamis)

27–29

(Selasa–Kamis)

Mei 2027

04–06

(Selasa–Kamis)

11–13

(Selasa–Kamis)

20-22

(Kamis–Sabtu)

25-27

(Selasa–Kamis)

Juni 2027

03–05

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Rabu-Jumat)

15–17

(Selasa–Kamis)

24–26

(Kamis–Sabtu)

Juli 2027

05–07

(Senin–Rabu)

15-17

(Kamis-Jumat)

19-21

(Senin–Rabu)

26–28

(Senin–Rabu)

Agustus 2027

05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa–Kamis)

19–21

(Kamis-Jumat)

24–26

(Selasa–Kamis)

September 2027

06-08

(Senin–Rabu)

13-15

(Senin–Rabu)

20-22

(Senin–Rabu)

27-29

(Senin–Rabu)

Oktober 2027

04–06

(Senin–Rabu)

13-15

(Rabu-Jumat)

20-22

(Rabu-Jumat)

26–28

(Selasa–Kamis)

November 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa–Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Desember 2027

02-04

(Kamis–Sabtu)

08-10

(Rabu-Jumat)

14-16

(Selasa–Kamis)

23-25

(Kamis–Sabtu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas

Biaya

Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”