Pos

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Diklat Consulting Training Indonesia


Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu. Penerapan keselamatan pasien bertujuan mencegah terjadinya insiden yang dapat merugikan pasien serta meningkatkan keamanan dalam setiap proses pelayanan.

Keselamatan pasien tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter atau perawat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan, tenaga pendukung, manajemen, dan seluruh unsur dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui sistem keselamatan pasien yang diterapkan secara konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat mengidentifikasi risiko, mencegah insiden, melakukan pelaporan, menganalisis kejadian, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.


APA ITU KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)?

Keselamatan pasien (patient safety) adalah upaya sistematis untuk mencegah terjadinya kesalahan, risiko, dan kejadian yang tidak diharapkan dalam proses pelayanan kesehatan serta mengurangi dampak yang dapat merugikan pasien.

Keselamatan pasien mencakup berbagai kegiatan mulai dari identifikasi risiko, penerapan pengendalian, komunikasi efektif, pencegahan insiden, pelaporan kejadian, analisis penyebab, hingga tindak lanjut perbaikan.

Dengan demikian, keselamatan pasien bukan hanya berkaitan dengan penanganan kejadian setelah terjadi, tetapi juga menekankan upaya pencegahan dan pengendalian risiko sejak awal.


MENGAPA KESELAMATAN PASIEN PENTING?

Pelayanan kesehatan melibatkan berbagai proses yang kompleks dan berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak dikelola dengan baik.

Risiko dapat muncul dalam proses identifikasi pasien, pemberian obat, komunikasi antarpetugas, pelayanan klinis, tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, maupun proses pelayanan lainnya.

Penerapan keselamatan pasien penting untuk:

  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Mengurangi risiko kesalahan dalam pelayanan.
  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
  • Memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpetugas.
  • Mendorong budaya keselamatan dalam organisasi.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

TUJUAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien pada dasarnya bertujuan menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan mengurangi risiko yang dapat merugikan pasien.

Beberapa tujuan penerapan keselamatan pasien antara lain:

  • Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko pelayanan.
  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Meningkatkan ketepatan dan keamanan proses pelayanan.
  • Meningkatkan komunikasi antarpetugas.
  • Mendorong pelaporan insiden secara tepat.
  • Melakukan pembelajaran dari kejadian yang terjadi.
  • Mendorong perbaikan sistem pelayanan.
  • Membangun budaya keselamatan pasien.

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan sasaran keselamatan pasien dilakukan untuk mengendalikan berbagai risiko yang dapat terjadi dalam proses pelayanan.

Dalam penerapannya, sasaran keselamatan pasien berkaitan dengan beberapa aspek penting, seperti:

1. Identifikasi Pasien

Identifikasi pasien secara tepat diperlukan untuk memastikan pelayanan, pemeriksaan, pemberian obat, tindakan, dan prosedur diberikan kepada pasien yang benar.

2. Komunikasi Efektif

Komunikasi yang jelas dan tepat waktu antara tenaga kesehatan sangat penting untuk mencegah kesalahan informasi dalam pelayanan.

3. Keamanan Penggunaan Obat

Pengelolaan obat perlu dilakukan secara tepat untuk mengurangi risiko kesalahan dalam penyimpanan, pemberian, maupun penggunaan obat.

4. Keamanan Tindakan dan Prosedur

Proses tindakan dan prosedur perlu dilakukan dengan memperhatikan identifikasi pasien, ketepatan tindakan, serta pencegahan kesalahan.

5. Pencegahan Risiko Infeksi

Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien dan petugas selama proses pelayanan.

6. Pencegahan Risiko Jatuh

Pasien yang memiliki risiko jatuh perlu diidentifikasi dan mendapatkan tindakan pencegahan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Penerapan sasaran keselamatan pasien perlu disesuaikan dengan ketentuan dan standar yang berlaku pada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.


IDENTIFIKASI RISIKO KESELAMATAN PASIEN

Identifikasi risiko merupakan salah satu langkah penting dalam sistem keselamatan pasien.

Risiko dapat berasal dari:

  • Proses pelayanan klinis.
  • Penggunaan obat.
  • Komunikasi antarpetugas.
  • Penggunaan alat kesehatan.
  • Proses administrasi pelayanan.
  • Lingkungan pelayanan.
  • Prosedur kerja.
  • Beban kerja dan sumber daya manusia.

Identifikasi risiko membantu organisasi menentukan risiko yang membutuhkan tindakan pencegahan dan pengendalian.


JENIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Dalam pelaksanaan keselamatan pasien, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memahami jenis dan klasifikasi insiden sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden dapat berkaitan dengan kejadian yang berpotensi menimbulkan atau telah menimbulkan dampak terhadap pasien.

Pemahaman mengenai klasifikasi insiden penting agar setiap kejadian dapat ditangani, dilaporkan, dianalisis, dan ditindaklanjuti secara tepat.


PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Pelaporan merupakan bagian penting dari sistem keselamatan pasien.

Pelaporan insiden bukan semata-mata bertujuan mencari siapa yang melakukan kesalahan, tetapi menjadi sarana untuk mengetahui kelemahan sistem dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sistem pelaporan yang baik perlu didukung oleh:

  • Mekanisme pelaporan yang jelas.
  • Komunikasi yang terbuka.
  • Perlindungan terhadap pelapor sesuai ketentuan.
  • Analisis terhadap kejadian.
  • Tindak lanjut hasil analisis.
  • Pembelajaran organisasi.

ANALISIS DAN INVESTIGASI INSIDEN

Setiap insiden yang terjadi perlu dianalisis sesuai tingkat risiko dan ketentuan yang berlaku.

Analisis bertujuan mengetahui:

  • Apa yang terjadi.
  • Kapan kejadian terjadi.
  • Bagaimana kejadian terjadi.
  • Faktor yang berkontribusi.
  • Kelemahan sistem yang ditemukan.
  • Tindakan perbaikan yang diperlukan.

Hasil analisis dapat menjadi dasar dalam menyusun tindakan korektif dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.


ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

Root Cause Analysis (RCA) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis akar penyebab suatu kejadian.

RCA tidak hanya melihat kesalahan pada individu, tetapi juga menganalisis faktor sistem dan proses yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Analisis dapat mencakup aspek:

  • Manusia.
  • Prosedur.
  • Komunikasi.
  • Lingkungan kerja.
  • Peralatan.
  • Organisasi.
  • Sistem pengendalian.

Dengan menemukan akar masalah, organisasi dapat menentukan perbaikan yang lebih tepat dan berkelanjutan.


KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KESELAMATAN PASIEN

Komunikasi yang tidak efektif dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dalam pelayanan.

Komunikasi efektif diperlukan dalam:

  • Serah terima pasien.
  • Penyampaian informasi klinis.
  • Pemberian instruksi.
  • Komunikasi hasil pemeriksaan.
  • Koordinasi antarunit.
  • Komunikasi dengan pasien dan keluarga.

Komunikasi yang jelas, tepat, dan terdokumentasi membantu mengurangi risiko kesalahan informasi dalam pelayanan.


BUDAYA KESELAMATAN PASIEN

Budaya keselamatan pasien merupakan kondisi organisasi yang mendorong seluruh petugas untuk menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap proses kerja.

Budaya keselamatan dapat dibangun melalui:

  • Komitmen pimpinan.
  • Komunikasi terbuka.
  • Pelaporan insiden.
  • Pembelajaran dari kejadian.
  • Kerja sama tim.
  • Evaluasi berkelanjutan.
  • Perbaikan sistem.

Budaya keselamatan yang kuat membantu organisasi tidak hanya bereaksi terhadap masalah, tetapi juga melakukan pencegahan secara proaktif.


PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM KESELAMATAN PASIEN

Keselamatan pasien membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan dan unsur pendukung pelayanan.

Peran tenaga kesehatan antara lain:

  1. Mematuhi prosedur pelayanan.
  2. Melakukan identifikasi pasien secara tepat.
  3. Menjaga komunikasi dan koordinasi.
  4. Mengidentifikasi risiko.
  5. Melaporkan insiden sesuai mekanisme.
  6. Berpartisipasi dalam analisis dan perbaikan.
  7. Menerapkan prinsip keselamatan dalam pekerjaan sehari-hari.

PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Keselamatan pasien dapat diterapkan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk:

  • Rumah sakit.
  • Puskesmas.
  • Klinik.
  • Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Penerapannya dapat disesuaikan dengan jenis pelayanan, risiko, sumber daya, serta ketentuan yang berlaku.

Yang terpenting adalah setiap proses pelayanan memiliki pengendalian risiko dan mekanisme perbaikan apabila ditemukan kelemahan atau kejadian yang tidak diharapkan.


MANFAAT PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien secara konsisten dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Mengurangi risiko insiden.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Memperkuat sistem pengendalian.
  • Meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim.
  • Mendorong pembelajaran organisasi.
  • Meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan.
  • Mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.

KOMPETENSI YANG PERLU DIMILIKI DALAM KESELAMATAN PASIEN

Pelaksanaan keselamatan pasien membutuhkan kompetensi yang memadai dari tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan.

Beberapa kompetensi yang penting antara lain:

  • Pemahaman konsep keselamatan pasien.
  • Identifikasi dan pengendalian risiko.
  • Komunikasi efektif.
  • Pelaporan insiden.
  • Analisis dan investigasi insiden.
  • Root Cause Analysis (RCA).
  • Manajemen risiko.
  • Budaya keselamatan.
  • Monitoring dan evaluasi.
  • Penyusunan tindak lanjut perbaikan.

Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, simulasi, studi kasus, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.


CONTOH PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Sebagai contoh, dalam proses pelayanan ditemukan adanya risiko kesalahan pemberian obat.

Fasilitas pelayanan kesehatan dapat melakukan beberapa langkah, seperti:

  • Mengidentifikasi sumber risiko.
  • Mengevaluasi proses pemberian obat.
  • Memastikan prosedur telah diterapkan.
  • Menganalisis faktor yang berkontribusi.
  • Melakukan perbaikan proses.
  • Melakukan monitoring terhadap hasil perbaikan.

Dengan pendekatan tersebut, keselamatan pasien tidak hanya berfokus pada kejadian yang telah terjadi, tetapi juga pada pencegahan agar risiko tidak berkembang menjadi insiden.


KESIMPULAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman.

Penerapan keselamatan pasien membutuhkan identifikasi risiko, pencegahan insiden, komunikasi efektif, pelaporan, analisis kejadian, tindak lanjut, serta budaya keselamatan yang melibatkan seluruh unsur organisasi.

Dengan penerapan sistem keselamatan pasien yang konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat meningkatkan keamanan pasien sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.


FAQ KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Apa itu keselamatan pasien (patient safety)?

Keselamatan pasien merupakan upaya sistematis untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan atau insiden yang dapat merugikan pasien selama proses pelayanan kesehatan.

Mengapa keselamatan pasien penting?

Keselamatan pasien penting untuk mengurangi risiko insiden, meningkatkan keamanan pelayanan, memperkuat mutu pelayanan, dan mendorong perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Apa saja aspek yang berkaitan dengan keselamatan pasien?

Aspek keselamatan pasien antara lain identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat, keamanan tindakan dan prosedur, pencegahan infeksi, serta pencegahan risiko jatuh sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Apa tujuan pelaporan insiden keselamatan pasien?

Pelaporan bertujuan membantu organisasi mengetahui kejadian dan kelemahan sistem sehingga dapat dilakukan analisis, pembelajaran, serta tindakan perbaikan untuk mencegah kejadian serupa.

Apa itu Root Cause Analysis (RCA)?

Root Cause Analysis atau RCA merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu kejadian dengan melihat berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien?

Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pimpinan, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan unit terkait.

Apakah keselamatan pasien hanya berlaku di rumah sakit?

Tidak. Prinsip keselamatan pasien juga penting diterapkan di puskesmas, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sesuai jenis pelayanan dan ketentuan yang berlaku.


BACA JUGA :


PENUTUP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Peningkatan keselamatan pasien membutuhkan komitmen, kompetensi, komunikasi, dan sistem pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Melalui penerapan keselamatan pasien yang sistematis, fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi risiko lebih awal, mencegah insiden, melakukan pembelajaran dari kejadian, serta melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan dalam penerapan keselamatan pasien, Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan program Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety) yang dapat diselenggarakan secara kelas publik maupun in-house training sesuai kebutuhan instansi.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Meningkatkan Kompetensi Trainer dalam Membangun Budaya Mutu dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit

Diselenggarakan oleh: Diklat Consulting Training Indonesia


Tentang Pelatihan

Pelatihan Training of Trainer (TOT) Mutu Rumah Sakit merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola mutu agar mampu menjadi trainer atau fasilitator internal dalam pelaksanaan program peningkatan mutu di rumah sakit.

Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai konsep mutu sekaligus kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan tersebut kepada tenaga kesehatan dan staf rumah sakit. Trainer internal berperan penting dalam membangun budaya mutu dan mendukung pelaksanaan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai manajemen mutu rumah sakit, tetapi juga dibekali kemampuan menyusun materi pelatihan, memilih metode pembelajaran, melakukan presentasi, memfasilitasi peserta, serta melaksanakan microteaching.


TUJUAN PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar mutu rumah sakit.
  2. Memahami prinsip dan sistem manajemen mutu pelayanan rumah sakit.
  3. Memahami kebijakan dan regulasi terkait peningkatan mutu rumah sakit.
  4. Memahami indikator mutu dan proses pengukuran mutu.
  5. Memahami proses pengumpulan, analisis, dan pelaporan data mutu.
  6. Mengidentifikasi permasalahan dan peluang peningkatan mutu.
  7. Menyusun materi pelatihan terkait mutu rumah sakit.
  8. Menerapkan metode pembelajaran orang dewasa dalam pelatihan.
  9. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan presentasi sebagai trainer.
  10. Melaksanakan microteaching dan melakukan evaluasi pembelajaran.

MANFAAT PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat:

  • Meningkatkan kompetensi sebagai trainer mutu rumah sakit.
  • Memahami pengelolaan program peningkatan mutu.
  • Mampu menyusun materi pembelajaran mutu secara sistematis.
  • Meningkatkan kemampuan presentasi dan fasilitasi.
  • Mampu melakukan microteaching sebagai trainer internal.
  • Meningkatkan kemampuan menyampaikan materi kepada tenaga kesehatan dan staf rumah sakit.
  • Mendukung pengembangan budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
  • Membantu pelaksanaan program peningkatan mutu secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar dan Prinsip Mutu Rumah Sakit
  2. Kebijakan dan Regulasi Peningkatan Mutu Rumah Sakit
  3. Sistem Manajemen Mutu Rumah Sakit
  4. Indikator dan Pengukuran Mutu Pelayanan
  5. Pengumpulan, Analisis, dan Pelaporan Data Mutu
  6. Identifikasi Masalah dan Analisis Akar Masalah
  7. Penyusunan Program Peningkatan Mutu
  8. Teknik Penyusunan Materi Pelatihan Mutu
  9. Metode Pembelajaran dan Teknik Fasilitasi
  10. Teknik Presentasi dan Komunikasi Trainer
  11. Praktik Microteaching Trainer Mutu
  12. Evaluasi Kompetensi dan Rencana Tindak Lanjut

PESERTA PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

  • Tim atau Komite Mutu Rumah Sakit.
  • Tim Keselamatan Pasien.
  • Manajemen rumah sakit.
  • Kepala bidang dan kepala unit.
  • Kepala instalasi.
  • Tenaga kesehatan.
  • Penanggung jawab program mutu.
  • Tim pendidikan dan pelatihan rumah sakit.
  • Trainer atau fasilitator internal.
  • Staf rumah sakit yang ditugaskan sebagai trainer mutu.

FAQ PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

1. Apa itu Pelatihan Training of Trainer (TOT) Mutu Rumah Sakit?
Pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta agar mampu menjadi trainer atau fasilitator internal dalam menyampaikan materi dan mendukung program peningkatan mutu rumah sakit.

2. Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?
Tim mutu, tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, kepala unit, penanggung jawab mutu, trainer internal, dan staf yang ditugaskan sebagai fasilitator pelatihan.

3. Apa saja materi yang diberikan?
Materi meliputi konsep mutu rumah sakit, indikator mutu, pengukuran mutu, analisis data, program peningkatan mutu, teknik fasilitasi, presentasi, dan microteaching.

4. Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?
Peserta memperoleh kemampuan sebagai trainer internal serta mampu menyampaikan materi mutu secara sistematis dan aplikatif.

5. Apakah tersedia praktik microteaching?
Ya. Peserta melakukan praktik penyampaian materi dan memperoleh evaluasi serta umpan balik dari fasilitator.

6. Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara in-house?
Ya. Pelatihan dapat diselenggarakan secara in-house training sesuai kebutuhan rumah sakit.


PENUTUP PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia siap membantu rumah sakit meningkatkan kompetensi trainer internal melalui Pelatihan Training of Trainer (TOT) Mutu Rumah Sakit. Pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing instansi.

BACA JUGA :


WAKTU PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

PELATIHAN IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN RISIKO DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Pelatihan Manajemen Risiko Rumah Sakit merupakan program penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam operasional rumah sakit, berbagai risiko dapat terjadi, baik yang berkaitan dengan pelayanan medis, keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, maupun risiko operasional lainnya.

Manajemen risiko menjadi bagian penting dalam sistem peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) serta merupakan salah satu elemen dalam standar akreditasi rumah sakit. Oleh karena itu, setiap rumah sakit perlu memiliki sistem manajemen risiko yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami cara mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta mengendalikan risiko dalam pelayanan rumah sakit secara sistematis sesuai standar dan regulasi yang berlaku.


MENGAPA PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT SANGAT PENTING?

Manajemen risiko berperan dalam mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan serta meningkatkan keselamatan pasien. Tanpa pengelolaan risiko yang baik, rumah sakit akan menghadapi berbagai potensi masalah yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan.

Beberapa alasan pentingnya manajemen risiko antara lain:

  • Mengidentifikasi potensi risiko sejak dini
  • Mencegah kejadian tidak diharapkan
  • Meningkatkan keselamatan pasien
  • Mendukung program PMKP
  • Memenuhi standar akreditasi rumah sakit

TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola risiko di rumah sakit.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep manajemen risiko rumah sakit
  • Mengidentifikasi potensi risiko dalam pelayanan
  • Melakukan analisis risiko
  • Menentukan prioritas risiko
  • Menyusun rencana pengendalian risiko
  • Melakukan monitoring dan evaluasi risiko

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif, meliputi:

  1. Kebijakan dan regulasi manajemen risiko rumah sakit
  2. Konsep dasar manajemen risiko
  3. Identifikasi risiko pelayanan rumah sakit
  4. Analisis dan penilaian risiko
  5. Pengendalian dan mitigasi risiko
  6. Risk register rumah sakit
  7. Integrasi manajemen risiko dalam PMKP
  8. Root Cause Analysis (RCA)
  9. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  10. Monitoring dan evaluasi manajemen risiko
  11. Studi kasus manajemen risiko rumah sakit

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Manajemen rumah sakit
  • Tim PMKP
  • Komite mutu dan keselamatan pasien
  • Kepala unit pelayanan
  • Tenaga kesehatan

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Memahami sistem manajemen risiko
  • Mampu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko
  • Meningkatkan keselamatan pasien
  • Mendukung implementasi PMKP
  • Meningkatkan kesiapan akreditasi

BACA JUGA : PELATIHAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)


HUBUNGAN MANAJEMEN RISIKO DENGAN PMKP

Manajemen risiko merupakan bagian penting dalam program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP). Dengan pengelolaan risiko yang baik, rumah sakit dapat mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan, mengurangi potensi kerugian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Integrasi manajemen risiko dengan PMKP akan membantu rumah sakit menciptakan sistem pelayanan yang lebih aman, efektif, dan berkesinambungan sesuai standar akreditasi rumah sakit.


Pelatihan Manajemen Risiko Rumah Sakit merupakan program yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dengan penerapan manajemen risiko yang efektif dan terintegrasi, rumah sakit dapat meminimalkan potensi risiko, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memenuhi standar akreditasi secara optimal.

Tingkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM rumah sakit bersama Diklat Consulting Training Indonesia melalui program pelatihan berkualitas, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Meningkatkan Pemahaman dan Implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit untuk Pelayanan yang Bermutu dan Berfokus pada Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia 


Deskripsi Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)

Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dirancang untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, serta seluruh civitas hospitalia mengenai standar akreditasi rumah sakit yang berlaku di Indonesia. Akreditasi rumah sakit merupakan proses evaluasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola rumah sakit yang baik.

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) menjadi pedoman bagi rumah sakit dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi, efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Implementasi SNARS tidak hanya penting dalam menghadapi survei akreditasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai standar dan elemen penilaian SNARS, strategi implementasi di rumah sakit, persiapan survei akreditasi, serta penerapan budaya mutu dan keselamatan pasien sesuai standar akreditasi rumah sakit terbaru.


TUJUAN PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep, struktur, dan standar dalam SNARS.
  • Memahami elemen penilaian pada setiap bab akreditasi rumah sakit.
  • Mengimplementasikan standar akreditasi dalam pelayanan sehari-hari.
  • Mempersiapkan rumah sakit menghadapi survei akreditasi.
  • Meningkatkan budaya mutu dan keselamatan pasien.
  • Mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  1. Konsep Dasar dan Kebijakan Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia
  2. Strategi Implementasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)
  3. Persiapan dan Strategi Menghadapi Survei Akreditasi Rumah Sakit
  4. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  5. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI)
  6. Asesmen Pasien (AP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), serta Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)
  7. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) serta Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)
  8. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK)
  9. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), serta Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)
  10. Program Nasional, Integrasi Pendidikan Kesehatan, dan Studi Kasus Implementasi SNARS

PESERTA PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  • Direktur Rumah Sakit
  • Wakil Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Bidang dan Kepala Instalasi
  • Ketua dan Anggota Komite Rumah Sakit
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Seluruh staf yang terlibat dalam implementasi akreditasi rumah sakit

MANFAAT PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

✔ Memahami standar akreditasi rumah sakit terbaru.
✔ Meningkatkan kesiapan menghadapi survei akreditasi.
✔ Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
✔ Mendukung implementasi budaya mutu di rumah sakit.
✔ Memperkuat tata kelola dan manajemen rumah sakit.


BACA JUGA : PELATIHAN PERSIAPAN AKREDITASI RUMAH SAKIT  


PENUTUP

Melalui Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai standar akreditasi rumah sakit dan strategi implementasinya dalam pelayanan kesehatan. Pelatihan ini diharapkan mampu membantu rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kesiapan menghadapi proses akreditasi secara optimal.


WAKTU PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selas\a-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin


UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan1

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkaan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelayanan pasien risiko tinggi merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasien risiko tinggi adalah pasien yang memiliki kondisi klinis, psikologis, sosial, maupun lingkungan yang berpotensi mengalami komplikasi, kejadian tidak diharapkan, kecacatan, hingga kematian apabila tidak mendapatkan pelayanan yang tepat, cepat, aman, dan terintegrasi.

Kelompok pasien risiko tinggi meliputi pasien kritis, pasien geriatri (lansia), pasien anak, ibu hamil dengan risiko tinggi, pasien dengan penyakit kronis, pasien dengan gangguan gizi, pasien dengan risiko jatuh, pasien dengan gangguan perilaku, pasien berkebutuhan khusus, serta pasien yang memerlukan pengawasan dan tindakan medis secara intensif. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut memiliki kemampuan dalam melakukan identifikasi, asesmen, perencanaan pelayanan, implementasi asuhan, monitoring, evaluasi, dan koordinasi pelayanan secara berkesinambungan.

Dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit, pelayanan pasien risiko tinggi menjadi salah satu elemen penting yang harus dipenuhi untuk menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Implementasi pelayanan yang efektif membutuhkan kolaborasi multidisiplin, komunikasi yang baik, serta pemahaman yang komprehensif mengenai kebutuhan pasien berisiko tinggi.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan pemenuhan standar akreditasi, diselenggarakan Pelatihan Pelayanan Pasien Risiko Tinggi. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai identifikasi pasien risiko tinggi, manajemen risiko klinis, pelayanan terintegrasi, keselamatan pasien, serta strategi peningkatan mutu pelayanan sesuai regulasi dan standar akreditasi yang berlaku.


TUJUAN PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dan prinsip pelayanan pasien risiko tinggi.
  2. Mengidentifikasi pasien risiko tinggi secara tepat dan akurat.
  3. Memahami regulasi dan standar akreditasi terkait pelayanan pasien risiko tinggi.
  4. Melaksanakan asesmen risiko pada berbagai kelompok pasien risiko tinggi.
  5. Menyusun rencana pelayanan dan asuhan yang terintegrasi.
  6. Menerapkan prinsip keselamatan pasien dalam pelayanan sehari-hari.
  7. Melaksanakan koordinasi dan komunikasi efektif antarprofesi.
  8. Mengelola risiko klinis untuk mencegah kejadian tidak diharapkan.
  9. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan pasien risiko tinggi.
  10. Mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

MATERI PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

  1. Konsep Dasar Pelayanan Pasien Risiko Tinggi
  2. Regulasi dan Standar Akreditasi Pelayanan Pasien Risiko Tinggi
  3. Identifikasi dan Klasifikasi Pasien Risiko Tinggi
  4. Asesmen Risiko dan Perencanaan Pelayanan
  5. Pelayanan Terintegrasi pada Pasien Risiko Tinggi
  6. Keselamatan Pasien dan Pencegahan Insiden
  7. Komunikasi Efektif dan Kolaborasi Antarprofesi
  8. Manajemen Risiko Klinis
  9. Dokumentasi Pelayanan Pasien Risiko Tinggi
  10. Monitoring, Evaluasi, dan Peningkatan Mutu Pelayanan

PESERTA PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

  • Direktur Rumah Sakit
  • Manajer Pelayanan Kesehatan
  • Kepala Ruangan
  • Dokter Umum dan Dokter Spesialis
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Ahli Gizi
  • Fisioterapis
  • Perekam Medis
  • Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • Komite Medik
  • Komite Keperawatan
  • Seluruh tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan

BACA JUGA : PELATIHAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO)


PENUTUP

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada pasien risiko tinggi. Melalui Pelatihan Pelayanan Pasien Risiko Tinggi, peserta akan memperoleh pemahaman, keterampilan, dan strategi praktis dalam melakukan identifikasi, asesmen, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pelayanan pasien risiko tinggi sesuai standar akreditasi rumah sakit dan regulasi yang berlaku. Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan yang aman, efektif, terintegrasi, dan berfokus pada kebutuhan pasien.


WAKTU PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 


TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan salah satu program prioritas dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, keselamatan petugas, serta perlindungan terhadap pengunjung di fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi program PPI yang efektif menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Health Care Associated Infections (HAIs) yang dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian, lama perawatan, serta biaya pelayanan kesehatan.

Dalam era pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, setiap fasilitas pelayanan kesehatan dituntut untuk memiliki sistem Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang terstruktur, terintegrasi, dan berkesinambungan. Program PPI mencakup berbagai aspek mulai dari kebijakan dan tata kelola, kebersihan tangan (hand hygiene), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengelolaan limbah medis, sterilisasi alat kesehatan, surveilans infeksi, hingga investigasi dan pengendalian kejadian luar biasa infeksi.

Selain menjadi bagian penting dalam keselamatan pasien, program PPI juga merupakan salah satu elemen penilaian utama dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam menerapkan prinsip-prinsip PPI sesuai regulasi, standar nasional, dan praktik terbaik di lapangan.

Melalui Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) ini, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep, strategi, implementasi, monitoring, dan evaluasi program PPI guna mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan sesuai standar akreditasi.


TUJUAN PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
  2. Memahami regulasi dan standar akreditasi terkait program PPI.
  3. Mengidentifikasi faktor risiko terjadinya infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
  4. Menerapkan prinsip kewaspadaan standar dan kewaspadaan berbasis transmisi.
  5. Melaksanakan praktik kebersihan tangan (hand hygiene) sesuai standar WHO.
  6. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara benar dan tepat.
  7. Melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai regulasi yang berlaku.
  8. Memahami proses dekontaminasi, disinfeksi, dan sterilisasi alat kesehatan.
  9. Melaksanakan surveilans infeksi dan pelaporan program PPI.
  10. Berpartisipasi dalam monitoring, audit, dan evaluasi kepatuhan program PPI.

MATERI PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

  1. Konsep Dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  2. Regulasi dan Standar Akreditasi Terkait PPI
  3. Program PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  4. Kewaspadaan Standar dan Kewaspadaan Berbasis Transmisi
  5. Hand Hygiene Sesuai Standar WHO
  6. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
  7. Pengelolaan Limbah Medis dan Bahan Berbahaya
  8. Dekontaminasi, Disinfeksi, dan Sterilisasi Alat Kesehatan
  9. Surveilans Infeksi dan Pelaporan PPI
  10. Audit Kepatuhan, Monitoring, dan Evaluasi Program PPI

PESERTA PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

  • Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Puskesmas
  • Manajer Pelayanan Kesehatan
  • Komite PPI
  • IPCN (Infection Prevention and Control Nurse)
  • IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse)
  • Dokter Umum dan Dokter Spesialis
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Analis Kesehatan
  • Sanitarian
  • Petugas Laboratorium
  • Petugas CSSD
  • Petugas Kesehatan Lingkungan
  • Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • Seluruh tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan

MANFAAT PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

  • Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penerapan program PPI.
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Menurunkan risiko terjadinya infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs).
  • Meningkatkan keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung.
  • Memperkuat budaya mutu dan keselamatan di lingkungan kerja.
  • Mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

BACA JUGA : PELATHAN PPI RUMAH SAKIT 2026


PENUTUP

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan salah satu pilar utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Dengan penerapan program PPI yang efektif, fasilitas pelayanan kesehatan dapat meminimalkan risiko infeksi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memenuhi standar akreditasi yang berlaku. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan program PPI secara optimal, konsisten, dan berkelanjutan di unit kerja masing-masing.


WAKTU PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) UNTUK RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) UNTUK RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) UNTUK RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfokus pada upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. PKRS tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga kepada keluarga pasien, pengunjung, tenaga kesehatan, dan masyarakat sekitar rumah sakit melalui berbagai kegiatan edukasi, komunikasi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam era pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien, rumah sakit dituntut untuk mampu melaksanakan program PKRS secara terencana, sistematis, efektif, dan berkelanjutan. Pelaksanaan PKRS yang baik dapat membantu meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakit dan pengobatan, mendorong perubahan perilaku hidup sehat, mempercepat proses pemulihan, mengurangi risiko penyakit, serta meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit.

Selain itu, PKRS juga menjadi salah satu elemen penting dalam standar akreditasi rumah sakit yang menekankan pentingnya edukasi kesehatan dan keterlibatan pasien dalam proses pelayanan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dan pengelola rumah sakit perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam merancang, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi program PKRS sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pelatihan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, kebijakan, strategi, metode, serta implementasi PKRS di rumah sakit. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan mampu mengembangkan program promosi kesehatan yang efektif guna mendukung peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan keberhasilan akreditasi rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep, prinsip, dan kebijakan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
  • Memahami regulasi dan standar akreditasi rumah sakit terkait PKRS.
  • Menyusun perencanaan program PKRS yang efektif dan berkelanjutan.
  • Melaksanakan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga.
  • Mengembangkan media promosi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi kesehatan dan konseling.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi program PKRS.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui kegiatan promosi kesehatan.
  • Meningkatkan peran rumah sakit sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat.

MATERI PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Materi Dasar

  1. Konsep Dasar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
  2. Regulasi dan Kebijakan PKRS di Rumah Sakit
  3. Standar Akreditasi Rumah Sakit Terkait PKRS
  4. Peran dan Tanggung Jawab Tim PKRS

Materi Inti

  1. Perencanaan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit
  2. Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan
  3. Media dan Metode Promosi Kesehatan di Rumah Sakit
  4. Monitoring dan Evaluasi Program PKRS

PESERTA PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
  • Kepala Instalasi dan Kepala Unit Pelayanan
  • Perawat
  • Bidan
  • Dokter
  • Apoteker
  • Nutrisionis
  • Sanitarian
  • Perekam Medis
  • Tim PMKP
  • Tim Keselamatan Pasien
  • Komite Keperawatan
  • Komite Mutu
  • Manajer Pelayanan Kesehatan
  • Pengelola Rumah Sakit
  • Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan edukasi pasien

MANFAAT PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

  • Meningkatkan kompetensi peserta dalam pengelolaan program PKRS.
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan efektivitas edukasi kepada pasien dan keluarga.
  • Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif.
  • Mendorong perubahan perilaku hidup sehat pada pasien dan masyarakat.
  • Meningkatkan citra dan kualitas pelayanan rumah sakit.
  • Mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang sehat dan berorientasi pada keselamatan pasien.

BACA JUGA : PELATIHAN PERSIAPAN AKREDITASI RUMAH SAKIT   


PENUTUP

Pelatihan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan pengelola rumah sakit dalam menyelenggarakan program promosi kesehatan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Dengan implementasi PKRS yang optimal, rumah sakit dapat meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, kepuasan pelanggan, serta mendukung keberhasilan akreditasi dan pembangunan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.


WAKTU PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

Diselenggarakan oleh: Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelatihan Kredensial Tenaga Kesehatan Rumah Sakit  merupakan program peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan, Komite Medik, Komite Keperawatan, Komite Tenaga Kesehatan Lain, serta manajemen rumah sakit dalam melaksanakan proses kredensial dan rekredensial sesuai regulasi Kementerian Kesehatan dan standar akreditasi rumah sakit.

Kredensial merupakan proses evaluasi terhadap kompetensi, kualifikasi, pengalaman, kewenangan klinis, serta kelayakan tenaga kesehatan sebelum diberikan kewenangan untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Sementara itu, rekredensial dilakukan secara berkala untuk memastikan kompetensi tenaga kesehatan tetap terpelihara sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Pelaksanaan kredensial dan rekredensial yang baik menjadi bagian penting dalam clinical governance, peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta pemenuhan standar akreditasi rumah sakit. Proses ini juga mendukung pemberian kewenangan klinis (clinical privilege) yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai kebijakan, mekanisme, penyusunan dokumen, penilaian kompetensi, hingga implementasi proses kredensial dan rekredensial sesuai regulasi dan standar pelayanan rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Meningkatkan pemahaman staf rumah sakit mengenai prinsip dan prosedur kredensial

  • Meningkatkan kemampuan Komite Medik dan Komite Keperawatan dalam melaksanakan proses kredensial dan re-kredensial

  • Mendorong penerapan kewenangan klinis berdasarkan kompetensi dan regulasi

  • Mendukung tata kelola klinis yang bermutu dan berkeselamatan

  • Memenuhi persyaratan akreditasi rumah sakit


MATERI PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

  1. UU No. 44 Tahun 2009 Pasal 46 tentang Rumah Sakit

  2. Pentingnya kredensial tenaga kesehatan

  3. Standar pelayanan pasien (JCI)

  4. Kewenangan klinis tenaga kesehatan

    • Penyusunan Kewenangan Klinis Tenaga Kesehatan

    • Penyusunan Buku Putih Keperawatan

    • Latihan menyusun Nursing Staff Bylaws (NSBL)

  5. Tahapan pengajuan kredensialing

  6. Tingkatan kewenangan klinis

  7. Cakupan kredensial

  8. Efek kredensial terhadap pelayanan dan keselamatan pasien


PESERTA PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

  • Anggota Komite Medik dan Komite Keperawatan

  • Anggota Komite Tenaga Kesehatan Lainnya

  • Direktur rumah sakit dan manajemen pelayanan medis

  • Kepala instalasi/unit pelayanan

  • Tim mutu dan PMKP

  • Tenaga kesehatan baru dan yang akan diperpanjang kredensialnya


BACA JUGA : PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINYA DI RUMAH SAKIT

Pelatihan ini diselenggarakan secara profesional, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata rumah sakit. Narasumber berpengalaman akan membimbing peserta agar dapat melaksanakan proses kredensial dengan benar, mendukung tata kelola klinis yang berkualitas, dan memenuhi standar akreditasi rumah sakit.


WAKTU PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan komponen strategis dalam sistem pelayanan kesehatan modern yang berfokus pada upaya promotif dan preventif, tidak hanya kuratif. PKRS bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pasien, keluarga, serta masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan penyakit secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit, PKRS tidak hanya menjadi kebutuhan internal institusi, tetapi juga merupakan elemen penting dalam penilaian Akreditasi Rumah Sakit (SNARS Edisi 1.1) serta indikator keberhasilan program kesehatan nasional. Namun, pada praktiknya pelaksanaan PKRS di banyak rumah sakit masih bersifat administratif, belum terstruktur, dan belum didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten.

Oleh karena itu, Pelatihan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan teknis, serta strategi inovatif dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program PKRS secara efektif, terukur, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi informasi kesehatan.


TUJUAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Memahami konsep dasar dan kebijakan PKRS sesuai regulasi nasional

  • Meningkatkan kemampuan menyusun program PKRS yang terstruktur dan berbasis kebutuhan pasien

  • Meningkatkan keterampilan komunikasi, edukasi, dan fasilitasi promosi kesehatan

  • Mengembangkan inovasi media edukasi kesehatan yang kreatif dan adaptif

  • Menyusun rencana kerja PKRS yang terukur dan mendukung akreditasi SNARS


MATERI PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Materi pelatihan meliputi:

  1. Konsep Dasar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
  2. Regulasi dan Kebijakan PKRS sesuai Permenkes dan Standar Akreditasi Rumah Sakit.
  3. Perencanaan Program PKRS Berbasis Kebutuhan Pasien dan Masyarakat.
  4. Pembentukan, Peran, dan Fungsi Tim PKRS Rumah Sakit.
  5. Komunikasi Efektif, Konseling, dan Edukasi Pasien serta Keluarga.
  6. Penyusunan Media Promosi Kesehatan (Leaflet, Poster, Banner, Video, dan Media Digital).
  7. Pelaksanaan Edukasi Individu, Kelompok, dan Komunitas.
  8. Monitoring, Evaluasi, Dokumentasi, dan Pelaporan Program PKRS.
  9. Inovasi Promosi Kesehatan Digital dan Pemanfaatan Media Sosial Rumah Sakit.
  10. Strategi Implementasi PKRS untuk Mendukung Mutu Pelayanan dan Akreditasi Rumah Sakit.

PESERTA PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Tim PKRS rumah sakit (RSUD, RS Swasta, RS Pendidikan)

  • Perawat, bidan, promotor kesehatan, dan tenaga edukasi pasien

  • Manajer pelayanan dan humas rumah sakit

  • Tim mutu dan akreditasi rumah sakit

  • Mahasiswa profesi kesehatan yang terlibat dalam kegiatan edukasi kesehatan


MANFAAT PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Manfaat yang diperoleh antara lain:

  • Meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan PKRS

  • Meningkatkan partisipasi pasien dan keluarga dalam perawatan

  • Mendukung pencapaian standar Akreditasi Rumah Sakit SNARS

  • Meningkatkan citra rumah sakit sebagai institusi promotif dan preventif

  • Memperkuat peran rumah sakit dalam pembangunan kesehatan masyarakat


MENGAPA MENGIKUTI PELATIHAN DI DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA?

Diklat Consulting Training Indonesia menghadirkan pelatihan yang dirancang sesuai perkembangan regulasi kesehatan, kebutuhan rumah sakit, serta standar akreditasi terbaru. Materi disampaikan secara aplikatif oleh narasumber yang berasal dari praktisi rumah sakit, akademisi, konsultan kesehatan, dan surveior akreditasi yang berpengalaman. Melalui pembahasan studi kasus dan praktik terbaik, peserta memperoleh kompetensi yang dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).


BACA JUGA :PELATIHAN PROFESI PERAWAT GIGI


Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada peningkatan mutu, keselamatan pasien, dan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan PKRS yang terencana dan berkelanjutan akan meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan sekaligus mendukung keberhasilan program pelayanan rumah sakit.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola rumah sakit, Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan menghadirkan narasumber profesional dan berpengalaman. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan program PKRS yang inovatif, efektif, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.


 

WAKTU PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN LINEN DAN LAUNDRY RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN LINEN & LAUNDRY RUMAH SAKIT

(Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia)


LATAR BELAKANG

Linen merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan rumah sakit yang berperan dalam mendukung keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pengelolaan linen yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko infeksi silang, menurunkan efisiensi operasional, serta memengaruhi kualitas pelayanan rumah sakit.

Manajemen linen dan laundry rumah sakit meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, pengumpulan, pencucian, desinfeksi, pengeringan, penyetrikaan, pelipatan, penyimpanan kembali, hingga pemusnahan linen yang sudah tidak layak pakai. Seluruh tahapan tersebut harus dilaksanakan sesuai standar Kementerian Kesehatan, prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengelola linen dan laundry rumah sakit agar mampu menerapkan sistem pengelolaan linen yang efektif, efisien, aman, higienis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN LINEN & LAUNDRY RUMAH SAKIT

Pelatihan Manajemen Linen dan Laundry Rumah Sakit bertujuan untuk:

  • Memberikan pemahaman tentang standar dan regulasi pengelolaan linen dan laundry rumah sakit sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun dan menerapkan SOP pengelolaan linen dan laundry rumah sakit.

  • Meningkatkan kompetensi peserta dalam proses pencucian, perawatan, penyimpanan, dan distribusi linen yang aman dan higienis.

  • Mendorong efisiensi dan efektivitas pengelolaan linen dan laundry rumah sakit berbasis sistem manajemen yang terintegrasi.

  • Membentuk tenaga pengelola linen dan laundry rumah sakit yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi mutu.


MATERI PELATIHAN MANAJEMEN LINEN & LAUNDRY RUMAH SAKIT

  1. Kebijakan dan Regulasi Pengelolaan Linen dan Laundry Rumah Sakit.
  2. Konsep Dasar Manajemen Linen dan Laundry Rumah Sakit.
  3. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) pada Pengelolaan Linen.
  4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) di Unit Laundry.
  5. Perencanaan Kebutuhan Linen dan Manajemen Persediaan.
  6. Proses Pengumpulan, Pemilahan, Pencucian, Desinfeksi, Pengeringan, dan Penyetrikaan Linen.
  7. Penyimpanan, Distribusi, dan Pengendalian Mutu Linen Rumah Sakit.
  8. Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Laundry Rumah Sakit.
  9. Dokumentasi, Pelaporan, Audit Internal, dan Evaluasi Pengelolaan Linen.
  10. Strategi Peningkatan Efisiensi dan Mutu Pelayanan Linen dan Laundry Rumah Sakit.

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN LINEN & LAUNDRY RUMAH SAKIT

  • Kepala Instalasi Laundry Rumah Sakit.
  • Kepala IPSRS.
  • Kepala Instalasi Sanitasi Rumah Sakit.
  • Penanggung Jawab Unit Laundry.
  • Supervisor dan Koordinator Laundry.
  • Petugas Laundry Rumah Sakit.
  • Sanitarian.
  • Tenaga Kesehatan Lingkungan.
  • Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
  • Tim Mutu Rumah Sakit.
  • Tenaga lain yang terkait dengan pengelolaan linen dan laundry rumah sakit.

BACA JUGA : PELATIHAN MANAJEMEN FASILITAS & ASET RUMAH SAKIT


Pengelolaan linen dan laundry yang profesional merupakan bagian penting dalam mendukung keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Melalui sistem pengelolaan yang terstandar, rumah sakit dapat menjamin ketersediaan linen yang bersih, aman, dan layak digunakan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Diklat Consulting Training Indonesia berkomitmen menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Linen dan Laundry Rumah Sakit dengan materi yang aplikatif, mengacu pada regulasi yang berlaku, serta didukung oleh narasumber yang kompeten sehingga peserta mampu mengimplementasikan pengelolaan linen secara efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN LINEN & LAUNDRY RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN LINEN & LAUNDRY RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan

Batch 1 Batch 2 Batch 3

Batch 4

Januari 2026

05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026

04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026

05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026

06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026

04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026

04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026

06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026

06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026

03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026

05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026

05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026

03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas

Biaya

Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”