Pos

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Diklat Consulting Training Indonesia


Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu. Penerapan keselamatan pasien bertujuan mencegah terjadinya insiden yang dapat merugikan pasien serta meningkatkan keamanan dalam setiap proses pelayanan.

Keselamatan pasien tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter atau perawat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan, tenaga pendukung, manajemen, dan seluruh unsur dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui sistem keselamatan pasien yang diterapkan secara konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat mengidentifikasi risiko, mencegah insiden, melakukan pelaporan, menganalisis kejadian, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.


APA ITU KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)?

Keselamatan pasien (patient safety) adalah upaya sistematis untuk mencegah terjadinya kesalahan, risiko, dan kejadian yang tidak diharapkan dalam proses pelayanan kesehatan serta mengurangi dampak yang dapat merugikan pasien.

Keselamatan pasien mencakup berbagai kegiatan mulai dari identifikasi risiko, penerapan pengendalian, komunikasi efektif, pencegahan insiden, pelaporan kejadian, analisis penyebab, hingga tindak lanjut perbaikan.

Dengan demikian, keselamatan pasien bukan hanya berkaitan dengan penanganan kejadian setelah terjadi, tetapi juga menekankan upaya pencegahan dan pengendalian risiko sejak awal.


MENGAPA KESELAMATAN PASIEN PENTING?

Pelayanan kesehatan melibatkan berbagai proses yang kompleks dan berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak dikelola dengan baik.

Risiko dapat muncul dalam proses identifikasi pasien, pemberian obat, komunikasi antarpetugas, pelayanan klinis, tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, maupun proses pelayanan lainnya.

Penerapan keselamatan pasien penting untuk:

  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Mengurangi risiko kesalahan dalam pelayanan.
  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
  • Memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpetugas.
  • Mendorong budaya keselamatan dalam organisasi.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

TUJUAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien pada dasarnya bertujuan menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan mengurangi risiko yang dapat merugikan pasien.

Beberapa tujuan penerapan keselamatan pasien antara lain:

  • Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko pelayanan.
  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Meningkatkan ketepatan dan keamanan proses pelayanan.
  • Meningkatkan komunikasi antarpetugas.
  • Mendorong pelaporan insiden secara tepat.
  • Melakukan pembelajaran dari kejadian yang terjadi.
  • Mendorong perbaikan sistem pelayanan.
  • Membangun budaya keselamatan pasien.

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan sasaran keselamatan pasien dilakukan untuk mengendalikan berbagai risiko yang dapat terjadi dalam proses pelayanan.

Dalam penerapannya, sasaran keselamatan pasien berkaitan dengan beberapa aspek penting, seperti:

1. Identifikasi Pasien

Identifikasi pasien secara tepat diperlukan untuk memastikan pelayanan, pemeriksaan, pemberian obat, tindakan, dan prosedur diberikan kepada pasien yang benar.

2. Komunikasi Efektif

Komunikasi yang jelas dan tepat waktu antara tenaga kesehatan sangat penting untuk mencegah kesalahan informasi dalam pelayanan.

3. Keamanan Penggunaan Obat

Pengelolaan obat perlu dilakukan secara tepat untuk mengurangi risiko kesalahan dalam penyimpanan, pemberian, maupun penggunaan obat.

4. Keamanan Tindakan dan Prosedur

Proses tindakan dan prosedur perlu dilakukan dengan memperhatikan identifikasi pasien, ketepatan tindakan, serta pencegahan kesalahan.

5. Pencegahan Risiko Infeksi

Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien dan petugas selama proses pelayanan.

6. Pencegahan Risiko Jatuh

Pasien yang memiliki risiko jatuh perlu diidentifikasi dan mendapatkan tindakan pencegahan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Penerapan sasaran keselamatan pasien perlu disesuaikan dengan ketentuan dan standar yang berlaku pada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.


IDENTIFIKASI RISIKO KESELAMATAN PASIEN

Identifikasi risiko merupakan salah satu langkah penting dalam sistem keselamatan pasien.

Risiko dapat berasal dari:

  • Proses pelayanan klinis.
  • Penggunaan obat.
  • Komunikasi antarpetugas.
  • Penggunaan alat kesehatan.
  • Proses administrasi pelayanan.
  • Lingkungan pelayanan.
  • Prosedur kerja.
  • Beban kerja dan sumber daya manusia.

Identifikasi risiko membantu organisasi menentukan risiko yang membutuhkan tindakan pencegahan dan pengendalian.


JENIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Dalam pelaksanaan keselamatan pasien, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memahami jenis dan klasifikasi insiden sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden dapat berkaitan dengan kejadian yang berpotensi menimbulkan atau telah menimbulkan dampak terhadap pasien.

Pemahaman mengenai klasifikasi insiden penting agar setiap kejadian dapat ditangani, dilaporkan, dianalisis, dan ditindaklanjuti secara tepat.


PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Pelaporan merupakan bagian penting dari sistem keselamatan pasien.

Pelaporan insiden bukan semata-mata bertujuan mencari siapa yang melakukan kesalahan, tetapi menjadi sarana untuk mengetahui kelemahan sistem dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sistem pelaporan yang baik perlu didukung oleh:

  • Mekanisme pelaporan yang jelas.
  • Komunikasi yang terbuka.
  • Perlindungan terhadap pelapor sesuai ketentuan.
  • Analisis terhadap kejadian.
  • Tindak lanjut hasil analisis.
  • Pembelajaran organisasi.

ANALISIS DAN INVESTIGASI INSIDEN

Setiap insiden yang terjadi perlu dianalisis sesuai tingkat risiko dan ketentuan yang berlaku.

Analisis bertujuan mengetahui:

  • Apa yang terjadi.
  • Kapan kejadian terjadi.
  • Bagaimana kejadian terjadi.
  • Faktor yang berkontribusi.
  • Kelemahan sistem yang ditemukan.
  • Tindakan perbaikan yang diperlukan.

Hasil analisis dapat menjadi dasar dalam menyusun tindakan korektif dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.


ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

Root Cause Analysis (RCA) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis akar penyebab suatu kejadian.

RCA tidak hanya melihat kesalahan pada individu, tetapi juga menganalisis faktor sistem dan proses yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Analisis dapat mencakup aspek:

  • Manusia.
  • Prosedur.
  • Komunikasi.
  • Lingkungan kerja.
  • Peralatan.
  • Organisasi.
  • Sistem pengendalian.

Dengan menemukan akar masalah, organisasi dapat menentukan perbaikan yang lebih tepat dan berkelanjutan.


KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KESELAMATAN PASIEN

Komunikasi yang tidak efektif dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dalam pelayanan.

Komunikasi efektif diperlukan dalam:

  • Serah terima pasien.
  • Penyampaian informasi klinis.
  • Pemberian instruksi.
  • Komunikasi hasil pemeriksaan.
  • Koordinasi antarunit.
  • Komunikasi dengan pasien dan keluarga.

Komunikasi yang jelas, tepat, dan terdokumentasi membantu mengurangi risiko kesalahan informasi dalam pelayanan.


BUDAYA KESELAMATAN PASIEN

Budaya keselamatan pasien merupakan kondisi organisasi yang mendorong seluruh petugas untuk menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap proses kerja.

Budaya keselamatan dapat dibangun melalui:

  • Komitmen pimpinan.
  • Komunikasi terbuka.
  • Pelaporan insiden.
  • Pembelajaran dari kejadian.
  • Kerja sama tim.
  • Evaluasi berkelanjutan.
  • Perbaikan sistem.

Budaya keselamatan yang kuat membantu organisasi tidak hanya bereaksi terhadap masalah, tetapi juga melakukan pencegahan secara proaktif.


PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM KESELAMATAN PASIEN

Keselamatan pasien membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan dan unsur pendukung pelayanan.

Peran tenaga kesehatan antara lain:

  1. Mematuhi prosedur pelayanan.
  2. Melakukan identifikasi pasien secara tepat.
  3. Menjaga komunikasi dan koordinasi.
  4. Mengidentifikasi risiko.
  5. Melaporkan insiden sesuai mekanisme.
  6. Berpartisipasi dalam analisis dan perbaikan.
  7. Menerapkan prinsip keselamatan dalam pekerjaan sehari-hari.

PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Keselamatan pasien dapat diterapkan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk:

  • Rumah sakit.
  • Puskesmas.
  • Klinik.
  • Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Penerapannya dapat disesuaikan dengan jenis pelayanan, risiko, sumber daya, serta ketentuan yang berlaku.

Yang terpenting adalah setiap proses pelayanan memiliki pengendalian risiko dan mekanisme perbaikan apabila ditemukan kelemahan atau kejadian yang tidak diharapkan.


MANFAAT PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien secara konsisten dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Mengurangi risiko insiden.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Memperkuat sistem pengendalian.
  • Meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim.
  • Mendorong pembelajaran organisasi.
  • Meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan.
  • Mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.

KOMPETENSI YANG PERLU DIMILIKI DALAM KESELAMATAN PASIEN

Pelaksanaan keselamatan pasien membutuhkan kompetensi yang memadai dari tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan.

Beberapa kompetensi yang penting antara lain:

  • Pemahaman konsep keselamatan pasien.
  • Identifikasi dan pengendalian risiko.
  • Komunikasi efektif.
  • Pelaporan insiden.
  • Analisis dan investigasi insiden.
  • Root Cause Analysis (RCA).
  • Manajemen risiko.
  • Budaya keselamatan.
  • Monitoring dan evaluasi.
  • Penyusunan tindak lanjut perbaikan.

Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, simulasi, studi kasus, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.


CONTOH PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Sebagai contoh, dalam proses pelayanan ditemukan adanya risiko kesalahan pemberian obat.

Fasilitas pelayanan kesehatan dapat melakukan beberapa langkah, seperti:

  • Mengidentifikasi sumber risiko.
  • Mengevaluasi proses pemberian obat.
  • Memastikan prosedur telah diterapkan.
  • Menganalisis faktor yang berkontribusi.
  • Melakukan perbaikan proses.
  • Melakukan monitoring terhadap hasil perbaikan.

Dengan pendekatan tersebut, keselamatan pasien tidak hanya berfokus pada kejadian yang telah terjadi, tetapi juga pada pencegahan agar risiko tidak berkembang menjadi insiden.


KESIMPULAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman.

Penerapan keselamatan pasien membutuhkan identifikasi risiko, pencegahan insiden, komunikasi efektif, pelaporan, analisis kejadian, tindak lanjut, serta budaya keselamatan yang melibatkan seluruh unsur organisasi.

Dengan penerapan sistem keselamatan pasien yang konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat meningkatkan keamanan pasien sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.


FAQ KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Apa itu keselamatan pasien (patient safety)?

Keselamatan pasien merupakan upaya sistematis untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan atau insiden yang dapat merugikan pasien selama proses pelayanan kesehatan.

Mengapa keselamatan pasien penting?

Keselamatan pasien penting untuk mengurangi risiko insiden, meningkatkan keamanan pelayanan, memperkuat mutu pelayanan, dan mendorong perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Apa saja aspek yang berkaitan dengan keselamatan pasien?

Aspek keselamatan pasien antara lain identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat, keamanan tindakan dan prosedur, pencegahan infeksi, serta pencegahan risiko jatuh sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Apa tujuan pelaporan insiden keselamatan pasien?

Pelaporan bertujuan membantu organisasi mengetahui kejadian dan kelemahan sistem sehingga dapat dilakukan analisis, pembelajaran, serta tindakan perbaikan untuk mencegah kejadian serupa.

Apa itu Root Cause Analysis (RCA)?

Root Cause Analysis atau RCA merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu kejadian dengan melihat berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien?

Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pimpinan, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan unit terkait.

Apakah keselamatan pasien hanya berlaku di rumah sakit?

Tidak. Prinsip keselamatan pasien juga penting diterapkan di puskesmas, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sesuai jenis pelayanan dan ketentuan yang berlaku.


BACA JUGA :


PENUTUP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Peningkatan keselamatan pasien membutuhkan komitmen, kompetensi, komunikasi, dan sistem pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Melalui penerapan keselamatan pasien yang sistematis, fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi risiko lebih awal, mencegah insiden, melakukan pembelajaran dari kejadian, serta melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan dalam penerapan keselamatan pasien, Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan program Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety) yang dapat diselenggarakan secara kelas publik maupun in-house training sesuai kebutuhan instansi.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Program Antimicrobial Stewardship untuk Pengendalian Resistensi Antibiotik di Rumah Sakit

Diklat Consulting Training Indonesia


DESKRIPSI PELATIHAN

Pelatihan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) Rumah Sakit merupakan program peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengelola penggunaan antibiotik secara rasional, efektif, dan berbasis bukti guna mencegah terjadinya resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR).

Resistensi antimikroba merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan modern yang dapat meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, serta biaya pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan program Antimicrobial Stewardship yang terstruktur dan berkelanjutan di setiap rumah sakit.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan PPRA, penggunaan antibiotik rasional, pengawasan pola resistensi kuman, serta implementasi program pengendalian antibiotik sesuai standar akreditasi rumah sakit dan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Seiring meningkatnya kasus resistensi antimikroba di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit perlu menerapkan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) secara optimal. Implementasi program ini tidak hanya bertujuan mengendalikan penggunaan antibiotik agar lebih rasional dan efektif, tetapi juga mendukung peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, efisiensi biaya pengobatan, serta pemenuhan regulasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan standar akreditasi rumah sakit. Oleh karena itu, tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim PPRA perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam menyusun kebijakan, melakukan audit penggunaan antibiotik, memantau pola resistensi mikroorganisme, serta mengevaluasi efektivitas program secara berkelanjutan.


TUJUAN PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan program PPRA di rumah sakit.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dasar resistensi antimikroba (AMR)
  • Mengimplementasikan program PPRA di rumah sakit
  • Meningkatkan penggunaan antibiotik secara rasional
  • Melakukan pengawasan dan evaluasi penggunaan antibiotik
  • Mengembangkan program antimicrobial stewardship
  • Menyusun kebijakan pengendalian antibiotik di rumah sakit
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien

MATERI PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar Resistensi Antimikroba (AMR)
  2. Kebijakan Nasional PPRA di Rumah Sakit
  3. Prinsip Penggunaan Antibiotik Rasional
  4. Antimicrobial Stewardship Program (ASP)
  5. Pola Kuman dan Resistensi di Rumah Sakit
  6. Formularium dan Kebijakan Antibiotik
  7. Audit Penggunaan Antibiotik
  8. Monitoring dan Evaluasi Penggunaan Antibiotik
  9. Surveilans Infeksi dan Resistensi Kuman
  10. Strategi Pengendalian Resistensi Antibiotik
  11. Studi Kasus Implementasi PPRA di Rumah Sakit

PESERTA PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Dokter
  • Apoteker
  • Perawat
  • Tim PPRA Rumah Sakit
  • Komite Farmasi dan Terapi (KFT)
  • Komite Pengendalian Infeksi
  • Tenaga Laboratorium Mikrobiologi
  • Manajemen Rumah Sakit
  • Instalasi Farmasi Rumah Sakit

MANFAAT PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan kompetensi dalam pengendalian resistensi antibiotik
  • Meningkatkan keselamatan pasien (patient safety)
  • Menurunkan risiko infeksi dan resistensi kuman
  • Mendukung program akreditasi rumah sakit
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan antibiotik
  • Memperkuat sistem pengawasan terapi antibiotik

FAQ PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Apa itu PPRA Rumah Sakit?

PPRA adalah program pengendalian resistensi antimikroba untuk memastikan penggunaan antibiotik yang rasional dan aman di rumah sakit.

Siapa yang wajib mengikuti pelatihan ini?

Tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, perawat, serta tim PPRA rumah sakit.

Apakah pelatihan ini sesuai standar akreditasi?

Ya, materi disusun sesuai standar akreditasi rumah sakit dan kebijakan nasional.

Apakah peserta mendapat sertifikat?

Ya, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan resmi.


Sehubungan dengan hal tersebut, DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA menyelenggarakan Pelatihan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) Rumah Sakit sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengendalian penggunaan antibiotik secara rasional dan aman.

Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung implementasi program antimicrobial stewardship, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta penurunan risiko resistensi antimikroba di rumah sakit secara berkelanjutan.


BACA JUGA : PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)


Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dalam pengendalian resistensi antimikroba dan penggunaan antibiotik secara rasional. Bersama Diklat Consulting Training Indonesia, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai implementasi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA), penerapan Antimicrobial Stewardship, serta strategi meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.


METODE PELATIHAN YANG INTERAKTIF DAN PRAKTIS

Pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran yang efektif, seperti:

  • Ceramah interaktif
  • Studi kasus
  • Diskusi kelompok
  • Simulasi dan praktik asesmen langsung

Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan secara langsung dalam dunia kerja.


BACA JUGA : PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) RUMAH SAKIT


KEUNGGULAN PELATIHAN DI DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Diklat Consulting Training Indonesia menghadirkan pelatihan dengan keunggulan:

  • Materi sesuai standar nasional dan kebutuhan industri kesehatan
  • Narasumber berpengalaman dan praktisi
  • Fleksibel (online, offline, dan in house training)
  • Pendekatan praktis dan aplikatif
  • Mendukung persiapan sertifikasi asesor kompetensi

PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

DAFTAR SEKARANG PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Anda sebagai asesor tenaga kesehatan.

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

PELATIHAN IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN RISIKO DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Pelatihan Manajemen Risiko Rumah Sakit merupakan program penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam operasional rumah sakit, berbagai risiko dapat terjadi, baik yang berkaitan dengan pelayanan medis, keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, maupun risiko operasional lainnya.

Manajemen risiko menjadi bagian penting dalam sistem peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) serta merupakan salah satu elemen dalam standar akreditasi rumah sakit. Oleh karena itu, setiap rumah sakit perlu memiliki sistem manajemen risiko yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami cara mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta mengendalikan risiko dalam pelayanan rumah sakit secara sistematis sesuai standar dan regulasi yang berlaku.


MENGAPA PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT SANGAT PENTING?

Manajemen risiko berperan dalam mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan serta meningkatkan keselamatan pasien. Tanpa pengelolaan risiko yang baik, rumah sakit akan menghadapi berbagai potensi masalah yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan.

Beberapa alasan pentingnya manajemen risiko antara lain:

  • Mengidentifikasi potensi risiko sejak dini
  • Mencegah kejadian tidak diharapkan
  • Meningkatkan keselamatan pasien
  • Mendukung program PMKP
  • Memenuhi standar akreditasi rumah sakit

TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola risiko di rumah sakit.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep manajemen risiko rumah sakit
  • Mengidentifikasi potensi risiko dalam pelayanan
  • Melakukan analisis risiko
  • Menentukan prioritas risiko
  • Menyusun rencana pengendalian risiko
  • Melakukan monitoring dan evaluasi risiko

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif, meliputi:

  1. Kebijakan dan regulasi manajemen risiko rumah sakit
  2. Konsep dasar manajemen risiko
  3. Identifikasi risiko pelayanan rumah sakit
  4. Analisis dan penilaian risiko
  5. Pengendalian dan mitigasi risiko
  6. Risk register rumah sakit
  7. Integrasi manajemen risiko dalam PMKP
  8. Root Cause Analysis (RCA)
  9. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  10. Monitoring dan evaluasi manajemen risiko
  11. Studi kasus manajemen risiko rumah sakit

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Manajemen rumah sakit
  • Tim PMKP
  • Komite mutu dan keselamatan pasien
  • Kepala unit pelayanan
  • Tenaga kesehatan

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Memahami sistem manajemen risiko
  • Mampu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko
  • Meningkatkan keselamatan pasien
  • Mendukung implementasi PMKP
  • Meningkatkan kesiapan akreditasi

BACA JUGA : PELATIHAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)


HUBUNGAN MANAJEMEN RISIKO DENGAN PMKP

Manajemen risiko merupakan bagian penting dalam program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP). Dengan pengelolaan risiko yang baik, rumah sakit dapat mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan, mengurangi potensi kerugian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Integrasi manajemen risiko dengan PMKP akan membantu rumah sakit menciptakan sistem pelayanan yang lebih aman, efektif, dan berkesinambungan sesuai standar akreditasi rumah sakit.


Pelatihan Manajemen Risiko Rumah Sakit merupakan program yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dengan penerapan manajemen risiko yang efektif dan terintegrasi, rumah sakit dapat meminimalkan potensi risiko, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memenuhi standar akreditasi secara optimal.

Tingkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM rumah sakit bersama Diklat Consulting Training Indonesia melalui program pelatihan berkualitas, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia

Latar Belakang

Manajemen rumah sakit merupakan elemen penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan medik, tetapi juga pelayanan penunjang, rehabilitatif, dan perawatan yang menyentuh seluruh aspek kebutuhan pasien—mulai dari unit gawat darurat, rawat jalan, hingga rawat inap.

Seiring perkembangan dunia kesehatan dan tuntutan persaingan global, rumah sakit di Indonesia kini dituntut untuk memberikan layanan yang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara bersamaan. Profesionalisme SDM, teknologi medis yang terus berkembang, serta sistem tata kelola yang kuat menjadi keharusan untuk menjaga mutu pelayanan.

Rumah sakit di Indonesia terbagi ke dalam kelas A, B, C, dan D, masing-masing memiliki tugas pengayoman melalui sistem rujukan kesehatan dan rujukan medis. Penguatan manajemen, efektivitas perencanaan, pengendalian mutu, dan penyempurnaan tata kelola menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

Pelatihan Manajemen Rumah Sakit ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami manajemen modern rumah sakit, pengelolaan sumber daya, hingga perencanaan strategis agar mampu menghadapi tantangan operasional dan persaingan sektor kesehatan.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  1. Memahami prinsip dan konsep dasar manajemen rumah sakit secara komprehensif.

  2. Meningkatkan kemampuan dalam mengelola SDM, keuangan, sarana, dan logistik rumah sakit.

  3. Menguasai strategi peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

  4. Mampu melakukan analisis situasi serta mengambil keputusan manajerial yang tepat.

  5. Mengetahui regulasi dan kebijakan terbaru yang berkaitan dengan operasional rumah sakit.


MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  1. Jenis Rumah Sakit di Indonesia

  2. Struktur Organisasi Rumah Sakit

  3. Penerapan Manajemen Rumah Sakit Modern

  4. Fungsi Perencanaan Rumah Sakit

  5. Langkah–Langkah Perencanaan Strategis

  6. Penggerakan dan Pelaksanaan (Actuating) dalam Operasional Rumah Sakit

  7. Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan

  8. Indikator Mutu Asuhan dan Evaluasi Pelayanan


PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  • Direktur Rumah Sakit
  • Wakil Direktur dan Manajer Rumah Sakit
  • Kepala Instalasi / Kepala Unit
  • Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • taf Manajemen dan SDM Rumah Sakit
  • Pegiat Administrasi dan Tata Kelola Rumah Sakit

BACA JUGA : PELATIHAN PENYUSUSNAN CLINICAL PATHWAY DI RUMAH SAKIT

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia bersama para pakar dan narasumber yang berpengalaman di bidang manajemen pelayanan kesehatan dan tata kelola rumah Sakit.

WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN & PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE)

PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

Meningkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Melalui Pengelolaan Komplain yang Profesional dan Pengalaman Pasien yang Positif

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelatihan Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien (Patient Experience) Rumah Sakit merupakan program peningkatan kompetensi yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit dalam mengelola keluhan pasien secara profesional, cepat, tepat, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Dalam era pelayanan kesehatan modern, keberhasilan rumah sakit tidak hanya dinilai dari keberhasilan klinis, tetapi juga dari bagaimana pasien dan keluarga merasakan pengalaman selama menerima pelayanan. Komplain pasien merupakan sumber informasi penting untuk mengidentifikasi kelemahan sistem pelayanan, komunikasi, koordinasi antar unit, serta budaya pelayanan rumah sakit.

Oleh karena itu, rumah sakit perlu memiliki sistem manajemen komplain yang efektif mulai dari proses penerimaan keluhan, analisis akar masalah, tindak lanjut, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan. Penerapan konsep Patient Experience menjadi strategi penting dalam menciptakan pelayanan yang berpusat pada pasien, meningkatkan kepuasan pasien, mendukung keselamatan pasien, serta memenuhi standar mutu dan akreditasi rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep manajemen komplain dan pengalaman pasien di rumah sakit.
  • Mengelola komplain pasien dan keluarga secara profesional dan konstruktif.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi efektif, empatik, dan pelayanan prima.
  • Menyusun sistem pelaporan, investigasi, dan tindak lanjut keluhan pasien.
  • Melakukan analisis data komplain sebagai dasar peningkatan mutu pelayanan.
  • Mengintegrasikan Patient Experience dalam program mutu dan keselamatan pasien rumah sakit.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien di Rumah Sakit
  2. Jenis Komplain Pasien, Faktor Penyebab, dan Dampaknya terhadap Mutu Pelayanan
  3. Sistem Penerimaan, Pelaporan, dan Tindak Lanjut Komplain Pasien
  4. Teknik Komunikasi Efektif, Empatik, dan Asertif dalam Penanganan Komplain
  5. Strategi Penyelesaian Konflik dan Penanganan Pasien/Keluarga yang Sulit
  6. Konsep Patient Experience dan Penerapan Pelayanan Berpusat pada Pasien
  7. Pengukuran Kepuasan Pasien dan Analisis Data Komplain untuk Peningkatan Mutu
  8. Integrasi Manajemen Komplain dalam Program Mutu, Keselamatan Pasien, dan Akreditasi Rumah Sakit
  9. Service Excellence dalam Pelayanan Kesehatan
  10. Studi Kasus dan Simulasi Penanganan Komplain Pasien

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Direktur Rumah Sakit.
  • Wakil Direktur Pelayanan.
  • Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan.
  • Kepala Ruangan dan Supervisor.
  • Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
  • Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
  • Petugas Front Office dan Customer Service Rumah Sakit.
  • Dokter, Perawa

OUTPUT PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  •  Mengelola komplain pasien secara profesional.
  •  Membangun budaya pelayanan berbasis empati dan komunikasi efektif.
  •  Meningkatkan pengalaman pasien (Patient Experience) untuk mutu rumah sakit yang lebih baik.

BACA JUGA : PELATIHAN KOMONIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT


PENUTUP

Pelatihan Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien (Patient Experience) Rumah Sakit merupakan langkah strategis dalam meningkatkan budaya pelayanan yang berorientasi pada pasien, memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, rumah sakit diharapkan mampu membangun sistem penanganan komplain yang efektif, meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien, mendukung keselamatan pasien, serta memenuhi standar mutu dan akreditasi rumah sakit.

Diklat Consulting Training Indonesia berkomitmen menghadirkan pelatihan dengan materi yang aplikatif, narasumber berpengalaman, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

 

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Meningkatkan Pemahaman dan Implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit untuk Pelayanan yang Bermutu dan Berfokus pada Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia 


Deskripsi Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)

Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dirancang untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, serta seluruh civitas hospitalia mengenai standar akreditasi rumah sakit yang berlaku di Indonesia. Akreditasi rumah sakit merupakan proses evaluasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola rumah sakit yang baik.

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) menjadi pedoman bagi rumah sakit dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi, efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Implementasi SNARS tidak hanya penting dalam menghadapi survei akreditasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai standar dan elemen penilaian SNARS, strategi implementasi di rumah sakit, persiapan survei akreditasi, serta penerapan budaya mutu dan keselamatan pasien sesuai standar akreditasi rumah sakit terbaru.


TUJUAN PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep, struktur, dan standar dalam SNARS.
  • Memahami elemen penilaian pada setiap bab akreditasi rumah sakit.
  • Mengimplementasikan standar akreditasi dalam pelayanan sehari-hari.
  • Mempersiapkan rumah sakit menghadapi survei akreditasi.
  • Meningkatkan budaya mutu dan keselamatan pasien.
  • Mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  1. Konsep Dasar dan Kebijakan Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia
  2. Strategi Implementasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)
  3. Persiapan dan Strategi Menghadapi Survei Akreditasi Rumah Sakit
  4. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  5. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI)
  6. Asesmen Pasien (AP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), serta Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)
  7. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) serta Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)
  8. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK)
  9. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), serta Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)
  10. Program Nasional, Integrasi Pendidikan Kesehatan, dan Studi Kasus Implementasi SNARS

PESERTA PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  • Direktur Rumah Sakit
  • Wakil Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Bidang dan Kepala Instalasi
  • Ketua dan Anggota Komite Rumah Sakit
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Seluruh staf yang terlibat dalam implementasi akreditasi rumah sakit

MANFAAT PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

✔ Memahami standar akreditasi rumah sakit terbaru.
✔ Meningkatkan kesiapan menghadapi survei akreditasi.
✔ Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
✔ Mendukung implementasi budaya mutu di rumah sakit.
✔ Memperkuat tata kelola dan manajemen rumah sakit.


BACA JUGA : PELATIHAN PERSIAPAN AKREDITASI RUMAH SAKIT  


PENUTUP

Melalui Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai standar akreditasi rumah sakit dan strategi implementasinya dalam pelayanan kesehatan. Pelatihan ini diharapkan mampu membantu rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kesiapan menghadapi proses akreditasi secara optimal.


WAKTU PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selas\a-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin


UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan1

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkaan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

SESUAI STANDAR KEMENTERIAN KESEHATAN (STARKES)

Diselenggarakan oleh: Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelatihan Manajemen Rumah Sakit merupakan program peningkatan kompetensi yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan rumah sakit sesuai dengan standar dan regulasi Kementerian Kesehatan. Pengelolaan rumah sakit yang baik menjadi faktor utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan pasien.

Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pelayanan medis, pelayanan keperawatan, pelayanan penunjang medis, pelayanan rehabilitasi, serta pelayanan administrasi kesehatan. Perkembangan teknologi kesehatan, perubahan regulasi, dan meningkatnya harapan masyarakat menuntut rumah sakit untuk menerapkan sistem manajemen yang profesional dan terintegrasi.

Manajemen rumah sakit yang efektif mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan informasi kesehatan, serta peningkatan mutu pelayanan. Dengan penerapan tata kelola rumah sakit yang baik, fasilitas pelayanan kesehatan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing di era transformasi kesehatan.

Sistem Klasifikasi dan Rujukan Rumah Sakit

Sistem klasifikasi rumah sakit di Indonesia terdiri dari rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D. Setiap klasifikasi memiliki kemampuan pelayanan, sumber daya, serta fungsi rujukan yang berbeda sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.

Sistem rujukan rumah sakit terdiri dari sistem rujukan kesehatan yang mendukung pelayanan promotif dan preventif serta sistem rujukan medik yang mendukung pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Pemahaman mengenai sistem klasifikasi dan rujukan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas.


SISTEM KLASIFIKASI DAN RUJUKAN RUMAH SAKIT

Di Indonesia, rumah sakit diklasifikasikan menjadi Rumah Sakit Kelas A, B, C, dan D, di mana rumah sakit dengan klasifikasi yang lebih tinggi memiliki fungsi pengayoman terhadap rumah sakit dengan klasifikasi di bawahnya.

Pelaksanaan fungsi pengayoman tersebut didukung oleh dua sistem rujukan, yaitu:

  • Sistem Rujukan Kesehatan, yang berkaitan dengan upaya promotif dan preventif, termasuk dukungan teknologi, sarana, dan operasional pelayanan.

  • Sistem Rujukan Medik, yang berkaitan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

Perubahan dan peningkatan kualitas pengelolaan rumah sakit, termasuk profesionalisme sumber daya manusia, ketersediaan peralatan medis yang memadai, serta sistem administrasi dan manajemen yang terintegrasi, menjadi faktor utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan prinsip manajemen rumah sakit sesuai standar Kementerian Kesehatan.
  • Memahami sistem klasifikasi dan struktur organisasi rumah sakit.
  • Menyusun perencanaan dan pengembangan program pelayanan rumah sakit.
  • Menerapkan fungsi penggerakan dan pelaksanaan kegiatan rumah sakit secara efektif.
  • Mengelola rekam medis dan informasi kesehatan rumah sakit.
  • Melakukan pengukuran dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
  • Mendukung penerapan keselamatan pasien serta peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif, meliputi:

  1. Jenis dan Klasifikasi Rumah Sakit di Indonesia

  2. Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum

  3. Konsep dan Penerapan Manajemen Rumah Sakit

  4. Fungsi Perencanaan dalam Manajemen Rumah Sakit

  5. Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan Rumah Sakit

  6. Fungsi Penggerakan dan Pelaksanaan (Actuating)

  7. Pengelolaan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Rumah Sakit

  8. Indikator Penilaian Mutu Asuhan Pelayanan Kesehatan


PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Direktur rumah sakit.
  • Manajer dan pengelola rumah sakit.
  • Kepala bidang, kepala instalasi, dan kepala unit rumah sakit.
  • Bagian sumber daya manusia dan pengembangan kompetensi.
  • Bagian keuangan dan administrasi rumah sakit.
  • Tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan pelayanan rumah sakit.
  • Instansi atau lembaga yang berkaitan dengan manajemen pelayanan kesehatan.

BACA JUGA :PELATIHAN TATA KELOLA RUMAH SAKIT


Pelatihan Manajemen Rumah Sakit sesuai Standar Kementerian Kesehatan (STARKES) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan tata kelola, profesionalisme, dan mutu pelayanan rumah sakit.

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu mengimplementasikan manajemen rumah sakit yang efektif, efisien, inovatif, serta berorientasi pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien, sehingga rumah sakit mampu memenuhi standar regulasi dan meningkatkan daya saing pelayanan kesehatan.

Sebagai penyelenggara, DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA berkomitmen menghadirkan pelatihan dengan narasumber berpengalaman dan materi yang aplikatif, guna mendukung peningkatan kualitas layanan rumah sakit di Indonesia.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Meningkatkan Profesionalisme Perawat Melalui Manajemen Pelayanan Keperawatan yang Bermutu dan Berorientasi Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelatihan Manajemen Pelayanan dan Asuhan Keperawatan Rumah Sakit merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam mengelola pelayanan keperawatan secara profesional, efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta keselamatan pasien.

Dalam perkembangan pelayanan kesehatan modern dan tuntutan standar akreditasi rumah sakit, tenaga keperawatan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pemberi asuhan keperawatan, tetapi juga sebagai pengelola pelayanan yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi mutu pelayanan keperawatan.

Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai konsep manajemen keperawatan, penerapan asuhan keperawatan profesional berbasis standar, pengelolaan sumber daya manusia keperawatan, supervisi klinis, dokumentasi asuhan keperawatan, manajemen risiko, serta penerapan standar akreditasi rumah sakit dalam pelayanan keperawatan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan tenaga keperawatan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, aman, terukur, dan mampu mendukung peningkatan kepuasan pasien serta pencapaian indikator mutu rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan prinsip manajemen pelayanan keperawatan.
  • Melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan keperawatan.
  • Menerapkan asuhan keperawatan berdasarkan standar profesi dan kebutuhan pasien.
  • Melakukan dokumentasi asuhan keperawatan yang akurat, lengkap, dan sesuai standar.
  • Melaksanakan supervisi klinis dan pembinaan terhadap tenaga keperawatan.
  • Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko keselamatan pasien dalam pelayanan keperawatan.
  • Mendukung pencapaian standar akreditasi dan peningkatan mutu rumah sakit.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

  1. Konsep dan Prinsip Manajemen Pelayanan Keperawatan
  2. Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pelayanan Keperawatan
  3. Penerapan Asuhan Keperawatan Profesional Berbasis Standar NANDA, NIC, dan NOC
  4. Manajemen Sumber Daya Manusia Keperawatan dan Pengembangan Kompetensi Perawat
  5. Supervisi Klinis, Preseptorship, dan Evaluasi Kinerja Keperawatan
  6. Dokumentasi Asuhan Keperawatan Menggunakan Metode SOAP dan DAR
  7. Penerapan Standar Akreditasi Rumah Sakit dalam Pelayanan Keperawatan
  8. Manajemen Risiko, Keselamatan Pasien, dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien
  9. Strategi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Pelayanan Keperawatan

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Perawat pelaksana di seluruh unit pelayanan rumah sakit.
  • Kepala ruangan atau kepala unit keperawatan.
  • Koordinator dan supervisor keperawatan.
  • Manajer keperawatan.
  • Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
  • Tim keselamatan pasien rumah sakit.
  • Tenaga keperawatan yang dipersiapkan menjadi calon pimpinan unit pelayanan.

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan:

  • Mampu mengelola pelayanan keperawatan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan

  • Meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan keperawatan sesuai standar profesional

  • Memiliki kemampuan dokumentasi asuhan keperawatan yang akuntabel dan siap audit

  • Memahami dan menerapkan prinsip keselamatan pasien serta manajemen risiko keperawatan

  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit dan peningkatan mutu berkelanjutan

  • Memiliki kemampuan supervisi klinis dan pembinaan kinerja staf keperawatan

  • Berperan sebagai pemimpin layanan keperawatan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi mutu


PENUTUP

Pelatihan Manajemen Pelayanan dan Asuhan Keperawatan Rumah Sakit menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Melalui pelatihan ini, rumah sakit dapat memperkuat sistem manajemen keperawatan, meningkatkan kualitas asuhan keperawatan, memenuhi standar akreditasi rumah sakit, serta membangun budaya pelayanan yang berfokus pada mutu dan kepuasan pasien.

Diklat Consulting Training Indonesia berkomitmen menghadirkan pelatihan dengan materi yang aplikatif, narasumber berpengalaman, dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.


BACA JUGA : PELATIHAN MANAJEMEN SERVICE EXCELLENCE (PELAYANAN PRIMA)


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan

Batch 1 Batch 2 Batch 3

Batch 4

Januari 2026

05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026

04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026

05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026

06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026

04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026

04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026

06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026

06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026

03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026

05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026

05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026

03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas

Biaya

Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan salah satu program prioritas dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, keselamatan petugas, serta perlindungan terhadap pengunjung di fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi program PPI yang efektif menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Health Care Associated Infections (HAIs) yang dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian, lama perawatan, serta biaya pelayanan kesehatan.

Dalam era pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, setiap fasilitas pelayanan kesehatan dituntut untuk memiliki sistem Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang terstruktur, terintegrasi, dan berkesinambungan. Program PPI mencakup berbagai aspek mulai dari kebijakan dan tata kelola, kebersihan tangan (hand hygiene), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengelolaan limbah medis, sterilisasi alat kesehatan, surveilans infeksi, hingga investigasi dan pengendalian kejadian luar biasa infeksi.

Selain menjadi bagian penting dalam keselamatan pasien, program PPI juga merupakan salah satu elemen penilaian utama dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam menerapkan prinsip-prinsip PPI sesuai regulasi, standar nasional, dan praktik terbaik di lapangan.

Melalui Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) ini, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep, strategi, implementasi, monitoring, dan evaluasi program PPI guna mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan sesuai standar akreditasi.


TUJUAN PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
  2. Memahami regulasi dan standar akreditasi terkait program PPI.
  3. Mengidentifikasi faktor risiko terjadinya infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
  4. Menerapkan prinsip kewaspadaan standar dan kewaspadaan berbasis transmisi.
  5. Melaksanakan praktik kebersihan tangan (hand hygiene) sesuai standar WHO.
  6. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara benar dan tepat.
  7. Melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai regulasi yang berlaku.
  8. Memahami proses dekontaminasi, disinfeksi, dan sterilisasi alat kesehatan.
  9. Melaksanakan surveilans infeksi dan pelaporan program PPI.
  10. Berpartisipasi dalam monitoring, audit, dan evaluasi kepatuhan program PPI.

MATERI PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

  1. Konsep Dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  2. Regulasi dan Standar Akreditasi Terkait PPI
  3. Program PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  4. Kewaspadaan Standar dan Kewaspadaan Berbasis Transmisi
  5. Hand Hygiene Sesuai Standar WHO
  6. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
  7. Pengelolaan Limbah Medis dan Bahan Berbahaya
  8. Dekontaminasi, Disinfeksi, dan Sterilisasi Alat Kesehatan
  9. Surveilans Infeksi dan Pelaporan PPI
  10. Audit Kepatuhan, Monitoring, dan Evaluasi Program PPI

PESERTA PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

  • Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Puskesmas
  • Manajer Pelayanan Kesehatan
  • Komite PPI
  • IPCN (Infection Prevention and Control Nurse)
  • IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse)
  • Dokter Umum dan Dokter Spesialis
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Analis Kesehatan
  • Sanitarian
  • Petugas Laboratorium
  • Petugas CSSD
  • Petugas Kesehatan Lingkungan
  • Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • Seluruh tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan

MANFAAT PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

  • Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penerapan program PPI.
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Menurunkan risiko terjadinya infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs).
  • Meningkatkan keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung.
  • Memperkuat budaya mutu dan keselamatan di lingkungan kerja.
  • Mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

BACA JUGA : PELATHAN PPI RUMAH SAKIT 2026


PENUTUP

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan salah satu pilar utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Dengan penerapan program PPI yang efektif, fasilitas pelayanan kesehatan dapat meminimalkan risiko infeksi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memenuhi standar akreditasi yang berlaku. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan program PPI secara optimal, konsisten, dan berkelanjutan di unit kerja masing-masing.


WAKTU PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) UNTUK RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) UNTUK RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) UNTUK RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelayanan pasien risiko tinggi merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasien risiko tinggi adalah pasien yang memiliki kondisi klinis, psikologis, sosial, maupun lingkungan yang berpotensi mengalami komplikasi, kejadian tidak diharapkan, kecacatan, hingga kematian apabila tidak mendapatkan pelayanan yang tepat, cepat, aman, dan terintegrasi.

Kelompok pasien risiko tinggi meliputi pasien kritis, pasien geriatri (lansia), pasien anak, ibu hamil dengan risiko tinggi, pasien dengan penyakit kronis, pasien dengan gangguan gizi, pasien dengan risiko jatuh, pasien dengan gangguan perilaku, pasien berkebutuhan khusus, serta pasien yang memerlukan pengawasan dan tindakan medis secara intensif. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut memiliki kemampuan dalam melakukan identifikasi, asesmen, perencanaan pelayanan, implementasi asuhan, monitoring, evaluasi, dan koordinasi pelayanan secara berkesinambungan.

Dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit, pelayanan pasien risiko tinggi menjadi salah satu elemen penting yang harus dipenuhi untuk menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Implementasi pelayanan yang efektif membutuhkan kolaborasi multidisiplin, komunikasi yang baik, serta pemahaman yang komprehensif mengenai kebutuhan pasien berisiko tinggi.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan pemenuhan standar akreditasi, diselenggarakan Pelatihan Pelayanan Pasien Risiko Tinggi. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai identifikasi pasien risiko tinggi, manajemen risiko klinis, pelayanan terintegrasi, keselamatan pasien, serta strategi peningkatan mutu pelayanan sesuai regulasi dan standar akreditasi yang berlaku.


TUJUAN PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dan prinsip pelayanan pasien risiko tinggi.
  2. Mengidentifikasi pasien risiko tinggi secara tepat dan akurat.
  3. Memahami regulasi dan standar akreditasi terkait pelayanan pasien risiko tinggi.
  4. Melaksanakan asesmen risiko pada berbagai kelompok pasien risiko tinggi.
  5. Menyusun rencana pelayanan dan asuhan yang terintegrasi.
  6. Menerapkan prinsip keselamatan pasien dalam pelayanan sehari-hari.
  7. Melaksanakan koordinasi dan komunikasi efektif antarprofesi.
  8. Mengelola risiko klinis untuk mencegah kejadian tidak diharapkan.
  9. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan pasien risiko tinggi.
  10. Mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

MATERI PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

  1. Konsep Dasar Pelayanan Pasien Risiko Tinggi
  2. Regulasi dan Standar Akreditasi Pelayanan Pasien Risiko Tinggi
  3. Identifikasi dan Klasifikasi Pasien Risiko Tinggi
  4. Asesmen Risiko dan Perencanaan Pelayanan
  5. Pelayanan Terintegrasi pada Pasien Risiko Tinggi
  6. Keselamatan Pasien dan Pencegahan Insiden
  7. Komunikasi Efektif dan Kolaborasi Antarprofesi
  8. Manajemen Risiko Klinis
  9. Dokumentasi Pelayanan Pasien Risiko Tinggi
  10. Monitoring, Evaluasi, dan Peningkatan Mutu Pelayanan

PESERTA PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

  • Direktur Rumah Sakit
  • Manajer Pelayanan Kesehatan
  • Kepala Ruangan
  • Dokter Umum dan Dokter Spesialis
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Ahli Gizi
  • Fisioterapis
  • Perekam Medis
  • Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • Komite Medik
  • Komite Keperawatan
  • Seluruh tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan

BACA JUGA : PELATIHAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO)


PENUTUP

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada pasien risiko tinggi. Melalui Pelatihan Pelayanan Pasien Risiko Tinggi, peserta akan memperoleh pemahaman, keterampilan, dan strategi praktis dalam melakukan identifikasi, asesmen, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pelayanan pasien risiko tinggi sesuai standar akreditasi rumah sakit dan regulasi yang berlaku. Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan yang aman, efektif, terintegrasi, dan berfokus pada kebutuhan pasien.


WAKTU PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 


TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”