Pos

PELATIHAN KOMONIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

Meningkatkan Komunikasi Profesional untuk Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


LATAR BELAKANG

Komunikasi efektif merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Di lingkungan rumah sakit, komunikasi berlangsung tidak hanya antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga, tetapi juga antarprofesi dan antarunit pelayanan dalam setiap tahapan proses pelayanan.

Komunikasi yang tidak efektif dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti kesalahan penyampaian informasi, miskomunikasi antarpetugas, keterlambatan tindakan, kesalahan dalam pemberian pelayanan, konflik, hingga meningkatnya risiko insiden keselamatan pasien.

Oleh karena itu, setiap tenaga kesehatan dan sumber daya manusia rumah sakit perlu memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, jelas, tepat, empatik, dan profesional. Komunikasi yang baik dapat membantu memastikan informasi penting diterima dan dipahami secara tepat oleh pihak yang berkepentingan.

Dalam konteks keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan, komunikasi efektif juga menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi dan kolaborasi antarprofesi. Salah satu metode komunikasi terstruktur yang banyak digunakan dalam pelayanan kesehatan adalah SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation).

Pelatihan Komunikasi Efektif bagi Tenaga Kesehatan Rumah Sakit diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta dalam menerapkan komunikasi efektif di lingkungan rumah sakit.

Pelatihan ini membahas konsep komunikasi, komunikasi verbal dan nonverbal, komunikasi empatik, komunikasi antarprofesi, penerapan SBAR, komunikasi dengan pasien dan keluarga, penanganan keluhan, hingga simulasi dan role play komunikasi dalam berbagai situasi pelayanan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan komunikasi yang efektif dalam pekerjaan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan koordinasi, mengurangi risiko kesalahan komunikasi, mendukung keselamatan pasien, serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.


MENGAPA PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF PENTING?

Komunikasi efektif memiliki peran penting dalam memastikan informasi pelayanan kesehatan disampaikan secara tepat, jelas, dan dapat dipahami oleh pihak yang berkepentingan.

Penerapan komunikasi efektif dapat membantu rumah sakit dalam:

  • Mengurangi risiko kesalahan komunikasi dalam pelayanan kesehatan.
  • Meningkatkan keselamatan pasien.
  • Memperkuat koordinasi antarprofesi dan antarunit.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan pasien.
  • Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien dan keluarga.
  • Mengurangi potensi konflik akibat kesalahpahaman komunikasi.
  • Membangun budaya kerja yang profesional dan kolaboratif.
  • Mendukung peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

TUJUAN PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

  • Memahami konsep dan prinsip komunikasi efektif dalam pelayanan rumah sakit.
  • Memahami pentingnya komunikasi dalam mendukung keselamatan pasien.
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi verbal, nonverbal, dan tertulis.
  • Menerapkan komunikasi empatik dalam pelayanan pasien dan keluarga.
  • Menerapkan teknik active listening dalam komunikasi profesional.
  • Menerapkan komunikasi terstruktur menggunakan metode SBAR.
  • Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antarprofesi kesehatan.
  • Menangani keluhan dan konflik yang berkaitan dengan komunikasi.
  • Mengidentifikasi hambatan komunikasi dalam pelayanan kesehatan.
  • Menerapkan komunikasi efektif untuk mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

MATERI PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar Komunikasi Efektif di Rumah Sakit
  2. Regulasi dan Sasaran Keselamatan Pasien
  3. Prinsip Komunikasi Verbal, Nonverbal, dan Tertulis
  4. Teknik Active Listening dan Komunikasi Empatik
  5. Komunikasi Antarprofesi dan Kolaborasi Tim
  6. Penerapan Metode SBAR dalam Pelayanan Rumah Sakit
  7. Komunikasi Efektif pada Pelayanan Pasien dan Keluarga
  8. Penanganan Keluhan dan Konflik Komunikasi
  9. Studi Kasus dan Role Play Komunikasi Efektif
  10. Evaluasi, Uji Kompetensi, dan Rencana Tindak Lanjut

PESERTA PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  • Dokter umum dan dokter spesialis
  • Perawat dan bidan
  • Tenaga administrasi medis
  • Apoteker
  • Ahli gizi
  • Petugas rekam medis
  • Tenaga kesehatan lainnya
  • Seluruh SDM rumah sakit yang terlibat dalam pelayanan pasien

MANFAAT PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

Peserta dan institusi akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan
  • Mengurangi risiko kesalahan komunikasi medis
  • Meningkatkan koordinasi pelayanan pasien
  • Meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan
  • Mendukung budaya kerja profesional di rumah sakit
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit

FAQ – PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT

Apa itu pelatihan komunikasi efektif rumah sakit?

Pelatihan komunikasi efektif rumah sakit adalah program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan untuk mendukung keselamatan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit.


Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ini dapat diikuti oleh dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, petugas administrasi medis, dan seluruh SDM rumah sakit.


Apa manfaat mengikuti pelatihan komunikasi efektif?

Peserta akan memahami teknik komunikasi efektif, metode SBAR, komunikasi antar profesi, serta penerapan komunikasi dalam patient safety.


Apakah pelatihan ini mendukung akreditasi rumah sakit?

Ya. Komunikasi efektif merupakan salah satu Sasaran Keselamatan Pasien dalam standar akreditasi rumah sakit.


Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan resmi dari Diklat Consulting Training Indonesia.


Pelatihan Komunikasi Efektif Bagi Tenaga Kesehatan Rumah Sakit merupakan program penting dalam meningkatkan keselamatan pasien, mutu pelayanan, serta profesionalisme SDM rumah sakit.

Dengan penerapan komunikasi efektif yang baik dan konsisten, rumah sakit dapat meningkatkan koordinasi pelayanan, mengurangi risiko kesalahan medis, serta menciptakan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berkualitas.

Segera daftarkan diri Anda dan tingkatkan kompetensi komunikasi profesional untuk mendukung keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan keberhasilan akreditasi rumah sakit bersama Diklat Consulting Training Indonesia.


BACA JUGA : PELATIHAN SERVICE EXLELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA)


PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) DI RUMAH SAKIT

MANAJEMEN KOMPLAIN DAN PENGALAMAN PASIEN (PATIENT EXPERIENCE) DI RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia


Pengertian Manajemen Komplain dan Patient Experience

Manajemen komplain dan pengalaman pasien (patient experience) merupakan bagian penting dalam pengelolaan mutu pelayanan rumah sakit. Komplain pasien tidak hanya perlu dipandang sebagai keluhan, tetapi juga sebagai sumber informasi untuk mengetahui kelemahan pelayanan dan menentukan langkah perbaikan.

Manajemen komplain adalah proses menerima, mencatat, mengidentifikasi, menganalisis, menindaklanjuti, dan mengevaluasi keluhan pasien secara sistematis. Sementara itu, patient experience menggambarkan pengalaman pasien selama berinteraksi dengan seluruh proses pelayanan rumah sakit.

Penanganan komplain yang baik dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan masyarakat, serta melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan. Penelitian terbaru mengenai manajemen keluhan rumah sakit juga menunjukkan bahwa pengelolaan keluhan yang responsif, empatik, dan terintegrasi dengan evaluasi mutu dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan.


Mengapa Manajemen Komplain Penting bagi Rumah Sakit?

Pasien dan keluarga memiliki pengalaman yang berbeda selama menerima pelayanan. Ketidakpuasan dapat muncul karena komunikasi yang kurang baik, waktu tunggu, prosedur pelayanan, fasilitas, administrasi, maupun aspek lainnya.

Komplain yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada menurunnya kepuasan dan kepercayaan pasien, meningkatnya konflik, serta memengaruhi citra rumah sakit.

Sebaliknya, komplain yang dikelola dengan baik dapat menjadi bahan evaluasi untuk:

  • Mengidentifikasi masalah pelayanan.
  • Mengetahui kebutuhan dan harapan pasien.
  • Meningkatkan kualitas komunikasi dengan pasien.
  • Memperbaiki proses pelayanan.
  • Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien.
  • Mencegah masalah yang sama terulang kembali.
  • Mendukung program peningkatan mutu rumah sakit.

Hubungan Komplain dengan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Komplain pasien memiliki hubungan erat dengan mutu pelayanan. Ketika pasien menyampaikan keluhan, rumah sakit memperoleh informasi langsung mengenai pengalaman pasien terhadap pelayanan yang diterima.

Karena itu, data komplain sebaiknya tidak berhenti pada penyelesaian masalah individual. Rumah sakit perlu melakukan analisis terhadap pola komplain untuk mengetahui apakah terdapat masalah sistemik yang membutuhkan perbaikan.

Kementerian Kesehatan dalam pemantauan Indikator Nasional Mutu Rumah Sakit mencantumkan antara lain kecepatan waktu tanggap terhadap komplain dan kepuasan pasien sebagai indikator yang dipantau.


Aspek Utama Manajemen Komplain

Manajemen komplain yang efektif dapat mencakup beberapa tahapan berikut:

1. Penerimaan Komplain

Rumah sakit perlu menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses oleh pasien dan keluarga, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi yang tersedia.

2. Pencatatan Komplain

Setiap keluhan perlu dicatat secara sistematis agar dapat ditelusuri dan dianalisis.

Informasi yang dapat dicatat antara lain:

  • Identitas atau informasi pasien sesuai kebutuhan.
  • Waktu dan tempat kejadian.
  • Jenis komplain.
  • Unit pelayanan terkait.
  • Kronologi kejadian.
  • Petugas yang menangani.
  • Tindak lanjut yang dilakukan.

3. Identifikasi dan Klasifikasi

Komplain perlu dikategorikan berdasarkan jenis dan tingkat permasalahannya sehingga rumah sakit dapat menentukan prioritas penanganan.

4. Analisis Penyebab

Rumah sakit perlu mencari penyebab utama dari komplain, bukan hanya menyelesaikan masalah di permukaan.

Analisis dapat diarahkan pada:

  • Sumber daya manusia.
  • Prosedur pelayanan.
  • Komunikasi.
  • Sistem pelayanan.
  • Sarana dan prasarana.
  • Administrasi.
  • Koordinasi antarunit.

5. Respons kepada Pasien

Respons harus dilakukan secara cepat, profesional, empatik, dan sesuai kewenangan. Pasien perlu mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai proses penanganan keluhannya.

6. Tindak Lanjut dan Perbaikan

Hasil penanganan komplain harus dapat diterjemahkan menjadi tindakan perbaikan apabila ditemukan masalah dalam proses pelayanan.

7. Monitoring dan Evaluasi

Rumah sakit perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap jumlah, jenis, sumber, waktu respons, penyelesaian, dan tren komplain.


Patient Experience dalam Pelayanan Rumah Sakit

Patient experience tidak hanya berkaitan dengan apakah pasien puas atau tidak. Pengalaman pasien mencakup keseluruhan interaksi pasien dengan rumah sakit sejak sebelum menerima pelayanan hingga setelah pelayanan selesai.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kemudahan memperoleh informasi.
  • Kemudahan akses pelayanan.
  • Komunikasi tenaga kesehatan.
  • Sikap dan keramahan petugas.
  • Kejelasan informasi mengenai pelayanan.
  • Waktu tunggu.
  • Kenyamanan fasilitas.
  • Keterlibatan pasien dalam pelayanan.
  • Koordinasi antarunit.
  • Respons terhadap kebutuhan dan keluhan pasien.
  • Kesinambungan pelayanan.

Dengan demikian, peningkatan patient experience perlu menjadi bagian dari budaya mutu dan orientasi pelayanan rumah sakit.


Strategi Meningkatkan Patient Experience

Rumah sakit dapat mengembangkan beberapa strategi, antara lain:

1. Membangun Budaya Pelayanan Berorientasi Pasien

Seluruh petugas perlu memahami bahwa pengalaman pasien merupakan bagian dari kualitas pelayanan.

2. Meningkatkan Komunikasi

Komunikasi yang jelas, sopan, empatik, dan mudah dipahami dapat mengurangi kesalahpahaman antara pasien dengan petugas.

3. Mempercepat Respons terhadap Keluhan

Komplain perlu mendapatkan respons sesuai prosedur dan tingkat urgensinya.

4. Menggunakan Data Komplain sebagai Bahan Perbaikan

Data komplain dapat digunakan untuk menemukan pola masalah dan menentukan prioritas peningkatan mutu.

5. Melakukan Survei Pengalaman dan Kepuasan Pasien

Hasil survei dapat digunakan bersama data komplain untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kualitas pelayanan.

6. Melakukan Evaluasi Berkelanjutan

Perbaikan pelayanan perlu dilakukan secara terus-menerus berdasarkan data, evaluasi, dan kebutuhan pasien.


Contoh Komplain yang Sering Terjadi di Rumah Sakit

Komplain pasien dapat berkaitan dengan berbagai aspek pelayanan, misalnya:

  • Waktu tunggu pelayanan terlalu lama.
  • Informasi pelayanan kurang jelas.
  • Komunikasi petugas kurang baik.
  • Kesulitan memperoleh informasi mengenai jadwal pelayanan.
  • Masalah administrasi.
  • Fasilitas kurang nyaman.
  • Keluhan terhadap proses pendaftaran.
  • Koordinasi pelayanan yang kurang baik.
  • Respons petugas terhadap kebutuhan pasien lambat.

Setiap komplain perlu dinilai berdasarkan kondisi dan tingkat permasalahannya. Penanganan yang sistematis membantu rumah sakit menentukan prioritas dan langkah tindak lanjut yang tepat.


Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Manajemen Komplain

Petugas yang terlibat dalam pengelolaan komplain perlu memiliki kompetensi seperti:

  • Komunikasi efektif.
  • Active listening.
  • Empati kepada pasien dan keluarga.
  • Teknik menghadapi pasien yang tidak puas.
  • Identifikasi dan klasifikasi komplain.
  • Analisis akar masalah.
  • Penyelesaian masalah.
  • Negosiasi dan mediasi.
  • Dokumentasi dan pelaporan.
  • Monitoring dan evaluasi komplain.
  • Pemanfaatan data komplain untuk peningkatan mutu.
  • Pemahaman mengenai keselamatan pasien dan mutu pelayanan.

Manajemen Komplain sebagai Bagian dari Peningkatan Mutu

Manajemen komplain sebaiknya tidak berdiri sendiri. Hasil pengelolaan komplain dapat diintegrasikan dengan sistem peningkatan mutu rumah sakit.

Alur sederhananya dapat digambarkan sebagai:

Komplain → Pencatatan → Klasifikasi → Analisis → Tindak Lanjut → Evaluasi → Perbaikan Pelayanan → Monitoring

Dengan pendekatan tersebut, komplain dapat menjadi salah satu sumber data untuk mendorong perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.


Pelatihan Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien

Untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dan staf rumah sakit dalam menghadapi keluhan serta membangun pengalaman pasien yang lebih baik, diperlukan pemahaman mengenai manajemen komplain dan patient experience secara sistematis.

Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien (Patient Experience) yang dirancang untuk membantu peserta memahami konsep, strategi, teknik komunikasi, penanganan keluhan, analisis komplain, serta penerapannya dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, bagian pelayanan pelanggan, humas, petugas pengaduan, kepala unit, serta personel lain yang terlibat dalam pelayanan pasien.


Kesimpulan

Manajemen komplain dan patient experience merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan rumah sakit yang berorientasi pada pasien.

Komplain tidak seharusnya hanya dianggap sebagai masalah, tetapi dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui kelemahan pelayanan dan menentukan perbaikan. Pengelolaan yang cepat, tepat, empatik, terdokumentasi, dan terintegrasi dengan evaluasi mutu dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan serta kepercayaan pasien.

Oleh karena itu, rumah sakit perlu membangun sistem manajemen komplain yang efektif sekaligus meningkatkan kompetensi petugas dalam komunikasi, penyelesaian masalah, dan pengelolaan pengalaman pasien.


FAQ

Apa yang dimaksud dengan manajemen komplain rumah sakit?

Manajemen komplain rumah sakit adalah proses sistematis untuk menerima, mencatat, mengidentifikasi, menganalisis, menindaklanjuti, dan mengevaluasi keluhan pasien sebagai bagian dari perbaikan pelayanan.

Mengapa komplain pasien penting bagi rumah sakit?

Komplain dapat memberikan informasi mengenai masalah atau kelemahan pelayanan yang dirasakan pasien sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan peningkatan mutu.

Apa perbedaan komplain dan patient experience?

Komplain merupakan penyampaian ketidakpuasan atau masalah yang dialami pasien, sedangkan patient experience mencakup keseluruhan pengalaman pasien selama berinteraksi dengan proses pelayanan rumah sakit.

Siapa yang perlu memahami manajemen komplain?

Manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, petugas pelayanan pelanggan, humas, petugas pengaduan, kepala unit, dan personel lain yang berinteraksi dengan pasien perlu memiliki pemahaman mengenai manajemen komplain.

Apakah manajemen komplain berkaitan dengan mutu rumah sakit?

Ya. Data komplain dapat digunakan sebagai salah satu sumber evaluasi untuk mengidentifikasi masalah dan melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.


Baca Juga :


Pelatihan Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien

Tingkatkan kompetensi tim rumah sakit dalam menangani komplain, membangun komunikasi efektif, meningkatkan kepuasan pasien, dan menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih baik melalui Pelatihan Manajemen Komplain dan Pengalaman Pasien (Patient Experience) bersama Diklat Consulting Training Indonesia.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme”

PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

Mewujudkan Pelayanan Rumah Sakit yang Ramah, Profesional, dan Berorientasi pada Kepuasan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Pelatihan Service Excellence Rumah Sakit

Pelatihan Service Excellence Rumah Sakit (Pelayanan Prima Pasien) merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan seluruh sumber daya manusia rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang profesional, ramah, cepat, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Pelatihan ini membahas konsep pelayanan prima, komunikasi efektif, penanganan keluhan pasien, patient experience, budaya pelayanan, hingga implementasi Service Excellence sesuai standar mutu pelayanan dan akreditasi rumah sakit. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menciptakan pengalaman pelayanan yang positif sehingga meningkatkan kepercayaan, loyalitas, serta kepuasan pasien dan keluarganya.


Latar Belakang

Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi pelayanan publik yang dituntut mampu memberikan pelayanan berkualitas, aman, cepat, dan berorientasi kepada pasien. Keberhasilan pelayanan rumah sakit tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari pengalaman pasien (patient experience) selama menerima pelayanan.

Persaingan antar rumah sakit yang semakin kompetitif, meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan, serta tuntutan pemenuhan standar akreditasi rumah sakit menjadikan Service Excellence (Pelayanan Prima) sebagai salah satu aspek yang sangat penting.

Pelayanan yang ramah, komunikasi yang efektif, empati, profesionalisme, dan kemampuan menangani keluhan pasien menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga non-kesehatan memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang positif.

Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang mampu meningkatkan kompetensi seluruh SDM rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan yang berorientasi pada mutu, keselamatan pasien, kepuasan pelanggan, dan budaya kerja profesional.


Mengapa Pelatihan Service Excellence Rumah Sakit Penting?

Pelayanan prima merupakan salah satu indikator keberhasilan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu.

Melalui pelatihan ini, rumah sakit akan memperoleh manfaat berupa:

  • Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga.
  • Meningkatkan citra positif rumah sakit.
  • Meningkatkan loyalitas dan kepercayaan masyarakat.
  • Mengurangi komplain dan konflik pelayanan.
  • Meningkatkan komunikasi efektif antar tenaga kesehatan.
  • Membangun budaya pelayanan yang profesional.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

TUJUAN PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep Service Excellence di rumah sakit.
  • Mengembangkan budaya pelayanan yang berorientasi pada pasien.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi efektif dan empatik.
  • Memberikan pelayanan yang profesional sesuai standar rumah sakit.
  • Menangani keluhan pasien secara cepat, tepat, dan solutif.
  • Membangun pengalaman positif bagi pasien dan keluarga.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
  • Mendukung implementasi standar akreditasi rumah sakit.

MATERI PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

  1. Konsep dan Filosofi Service Excellence Rumah Sakit.
  2. Standar Pelayanan Prima dalam Pelayanan Kesehatan.
  3. Etika, Sikap Profesional, dan Penampilan Petugas Rumah Sakit.
  4. Komunikasi Efektif dan Empatik kepada Pasien serta Keluarga.
  5. Patient Experience dan Patient Centered Care.
  6. Strategi Penanganan Keluhan (Complaint Handling) dan Service Recovery.
  7. Emotional Intelligence dalam Pelayanan Pasien.
  8. Budaya Service Excellence dan Kolaborasi Lintas Unit Rumah Sakit.
  9. Peran Service Excellence dalam Peningkatan Mutu dan Akreditasi Rumah Sakit.
  10. Role Play, Simulasi Pelayanan Prima, dan Studi Kasus.

PESERTA PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

Pelatihan ini diperuntukkan bagi:

  • Dokter.
  • Dokter Gigi.
  • Perawat.
  • Bidan.
  • Apoteker.
  • Tenaga Kefarmasian.
  • Ahli Gizi.
  • Analis Laboratorium.
  • Radiografer.
  • Fisioterapis.
  • Petugas Rekam Medis.
  • Petugas Pendaftaran.
  • Customer Service Rumah Sakit.
  • Front Office.
  • Petugas Informasi.
  • Humas Rumah Sakit.
  • Unit Pengaduan Pelanggan.
  • Kepala Ruangan.
  • Supervisor.
  • Manajer Pelayanan.
  • Seluruh SDM rumah sakit yang berinteraksi dengan pasien.

MANFAAT PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

Setelah mengikuti pelatihan, peserta dan institusi akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi yang efektif.
  • Meningkatkan sikap empati dalam pelayanan.
  • Mengurangi keluhan pasien.
  • Meningkatkan kepuasan pasien.
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan.
  • Membentuk budaya pelayanan prima.
  • Meningkatkan profesionalisme SDM rumah sakit.
  • Mendukung keberhasilan akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan citra positif rumah sakit.
  • Mendorong peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

BACA JUGA : PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT


FAQ – Pelatihan Service Excellence Rumah Sakit

Apa itu Pelatihan Service Excellence Rumah Sakit?

Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dan seluruh SDM rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima yang profesional, empatik, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, petugas administrasi, customer service, front office, kepala ruangan, supervisor, manajer pelayanan, dan seluruh SDM rumah sakit.

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?

Peserta akan meningkatkan kompetensi komunikasi, pelayanan prima, penanganan keluhan pasien, serta membangun budaya pelayanan berkualitas di rumah sakit.

Apakah pelatihan ini mendukung akreditasi rumah sakit?

Ya. Pelatihan ini mendukung peningkatan mutu pelayanan, kepuasan pasien, budaya pelayanan, dan implementasi standar akreditasi rumah sakit.

Apakah tersedia pelatihan secara online?

Ya. Pelatihan tersedia dalam bentuk Online Training, Public Training, In House Training, dan Hybrid Training.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari Diklat Consulting Training Indonesia setelah mengikuti pelatihan.


PENUTUP PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

Pelatihan Service Excellence Rumah Sakit (Pelayanan Prima Pasien) merupakan investasi strategis bagi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme SDM, serta kepuasan pasien. Dengan penerapan pelayanan prima yang konsisten, rumah sakit dapat menciptakan pengalaman pasien yang lebih baik, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan meningkatkan daya saing institusi di era pelayanan kesehatan yang semakin kompetitif.

Bersama Diklat Consulting Training Indonesia, wujudkan budaya pelayanan yang ramah, profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien melalui program pelatihan yang aplikatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.


WAKTU PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PPI RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, TUJUAN, RUANG LINGKUP, DAN PENERAPANNYA

PELATIHAN PPI RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, TUJUAN, RUANG LINGKUP, DAN PENERAPANNYA

Diklat Consulting Training Indonesia


Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, dan lingkungan rumah sakit. Program PPI dilakukan secara sistematis untuk mencegah dan mengendalikan risiko terjadinya infeksi selama proses pelayanan kesehatan.

Penerapan PPI membutuhkan keterlibatan seluruh unsur rumah sakit, mulai dari pimpinan, Komite atau Tim PPI, tenaga kesehatan, tenaga penunjang, hingga seluruh staf yang bekerja di lingkungan rumah sakit.


Pengertian PPI Rumah Sakit

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI adalah upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mencegah dan mengendalikan terjadinya infeksi, termasuk infeksi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Program PPI mencakup berbagai kegiatan mulai dari kewaspadaan standar, kewaspadaan berdasarkan transmisi, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan lingkungan, sterilisasi, pengelolaan limbah, hingga surveilans infeksi.

PPI bukan hanya menjadi tanggung jawab Komite atau Tim PPI. Pencegahan infeksi membutuhkan kepatuhan seluruh petugas dalam menjalankan praktik pelayanan yang aman.


Mengapa PPI Penting bagi Rumah Sakit?

Infeksi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan risiko komplikasi, memperpanjang masa perawatan, meningkatkan biaya pelayanan, dan berdampak terhadap keselamatan pasien.

Penerapan PPI penting untuk:

  • Mencegah penyebaran infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Melindungi pasien dari risiko infeksi.
  • Melindungi tenaga kesehatan dan staf.
  • Meningkatkan keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
  • Mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap standar pencegahan infeksi.
  • Membangun budaya keselamatan di lingkungan rumah sakit.
  • Mendukung pengendalian kejadian infeksi.
  • Mendukung penerapan standar akreditasi rumah sakit.

Tujuan PPI Rumah Sakit

Secara umum, program PPI bertujuan mencegah dan mengendalikan infeksi serta mengurangi risiko penularan infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan.

Tujuan PPI antara lain:

  • Mencegah terjadinya infeksi.
  • Memutus rantai penularan infeksi.
  • Melindungi pasien dan petugas.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap kewaspadaan standar.
  • Melakukan deteksi dan pengendalian kejadian infeksi.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Mengembangkan budaya keselamatan dan kebersihan di rumah sakit.

Ruang Lingkup PPI Rumah Sakit

Program PPI mencakup berbagai aspek pelayanan dan lingkungan rumah sakit.

1. Kewaspadaan Standar

Kewaspadaan standar diterapkan pada semua pasien, terlepas dari status infeksinya.

Pelaksanaannya mencakup praktik seperti kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri sesuai risiko, etika batuk, pengelolaan alat dan peralatan perawatan pasien, serta pengelolaan lingkungan.

2. Kebersihan Tangan

Kebersihan tangan merupakan salah satu komponen penting dalam pencegahan penyebaran mikroorganisme.

Petugas perlu memahami kapan harus melakukan kebersihan tangan dan memilih metode yang sesuai dengan kondisi pelayanan.

3. Alat Pelindung Diri

Alat pelindung diri digunakan berdasarkan risiko pajanan yang mungkin terjadi.

Pemilihan, penggunaan, pelepasan, dan pembuangan alat pelindung diri perlu dilakukan dengan benar untuk mencegah kontaminasi.

4. Kewaspadaan Berdasarkan Transmisi

Kewaspadaan berdasarkan transmisi diterapkan sesuai cara penularan infeksi, seperti melalui kontak, droplet, atau airborne.

Penerapan langkah pencegahan perlu disesuaikan dengan risiko dan kondisi pasien.

5. Surveilans Infeksi

Surveilans dilakukan untuk memperoleh data mengenai kejadian infeksi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Data surveilans dapat digunakan untuk mengetahui kecenderungan, menentukan prioritas, dan menyusun tindakan perbaikan.

6. Sterilisasi dan Dekontaminasi

Peralatan medis perlu diproses sesuai dengan tingkat risiko dan prosedur yang berlaku agar aman digunakan kembali.

7. Pengelolaan Linen

Linen harus dikelola dengan memperhatikan prinsip pencegahan kontaminasi dan penularan infeksi.

8. Pengelolaan Limbah

Limbah rumah sakit perlu dipilah, dikumpulkan, diangkut, dan dikelola sesuai karakteristik serta ketentuan yang berlaku.

9. Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan rumah sakit berperan dalam mengurangi risiko kontaminasi dan penyebaran mikroorganisme.

10. Pengendalian Resistensi Antimikroba

Program PPI juga berhubungan dengan upaya pengendalian penggunaan antimikroba dan pencegahan penyebaran mikroorganisme yang resisten.


Rantai Penularan Infeksi

Salah satu konsep dasar dalam PPI adalah rantai penularan infeksi.

Rantai tersebut meliputi:

  • Agen infeksi.
  • Reservoir.
  • Portal keluar.
  • Cara penularan.
  • Portal masuk.
  • Pejamu rentan.

Pencegahan infeksi dilakukan dengan memutus satu atau lebih mata rantai tersebut melalui tindakan yang sesuai.


Kebersihan Tangan dalam PPI

Kebersihan tangan menjadi salah satu praktik dasar yang harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh petugas.

Dalam pelayanan kesehatan, petugas perlu melakukan kebersihan tangan pada waktu yang tepat, terutama sebelum dan sesudah melakukan tindakan atau kontak yang berisiko.

Kepatuhan kebersihan tangan juga dapat menjadi salah satu aspek yang dipantau dalam program mutu dan keselamatan pasien.


Surveilans dan Pelaporan Infeksi

Surveilans PPI dilakukan secara sistematis untuk memperoleh data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Kegiatan surveilans dapat meliputi:

  • Pengumpulan data.
  • Pengolahan data.
  • Analisis data.
  • Interpretasi hasil.
  • Pelaporan.
  • Penyusunan rekomendasi.
  • Monitoring tindak lanjut.

Hasil surveilans sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan pencegahan dan perbaikan.


Peran Komite atau Tim PPI

Komite atau Tim PPI memiliki peran dalam membantu rumah sakit mengoordinasikan program pencegahan dan pengendalian infeksi.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menyusun dan mengembangkan program PPI.
  • Membantu penyusunan kebijakan dan prosedur PPI.
  • Melakukan edukasi kepada petugas.
  • Melakukan surveilans.
  • Melakukan monitoring kepatuhan.
  • Menganalisis data PPI.
  • Memberikan rekomendasi perbaikan.
  • Melakukan evaluasi program.
  • Berkoordinasi dengan unit terkait.

Pelaksanaan program PPI tetap membutuhkan keterlibatan seluruh unit dan seluruh petugas rumah sakit.


Penerapan PPI di Rumah Sakit

PPI harus diterapkan dalam berbagai proses pelayanan, bukan hanya pada unit tertentu.

Contohnya:

  • Instalasi gawat darurat.
  • Rawat jalan.
  • Rawat inap.
  • Kamar operasi.
  • Instalasi farmasi.
  • Laboratorium.
  • Radiologi.
  • Unit gizi.
  • Laundry.
  • CSSD.
  • Instalasi pemulasaraan jenazah.
  • Unit hemodialisis.
  • Ruang perawatan intensif.
  • Area administrasi dan pelayanan lainnya.

Setiap unit perlu menerapkan prinsip PPI sesuai dengan karakteristik risiko dan proses kerjanya.


Kompetensi dalam PPI Rumah Sakit

Petugas yang terlibat dalam pelayanan perlu memiliki kompetensi mengenai:

  • Konsep dasar PPI.
  • Rantai penularan infeksi.
  • Kewaspadaan standar.
  • Kebersihan tangan.
  • Penggunaan alat pelindung diri.
  • Kewaspadaan berdasarkan transmisi.
  • Dekontaminasi dan sterilisasi.
  • Pengelolaan linen dan limbah.
  • Surveilans infeksi.
  • Monitoring dan evaluasi program PPI.

Kompetensi tersebut penting agar penerapan PPI tidak hanya berdasarkan kebiasaan, tetapi dilakukan sesuai prinsip dan prosedur yang benar.


Pelatihan PPI Rumah Sakit

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan staf rumah sakit, Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit.

Pelatihan ini membantu peserta memahami prinsip PPI dan penerapannya dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.

Materi Pelatihan PPI Rumah Sakit

Materi pelatihan dapat mencakup:

  1. Konsep Dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
  2. Kebijakan dan Program PPI Rumah Sakit.
  3. Rantai Penularan Infeksi.
  4. Kewaspadaan Standar.
  5. Kebersihan Tangan.
  6. Penggunaan Alat Pelindung Diri.
  7. Kewaspadaan Berdasarkan Transmisi.
  8. Surveilans dan Pengendalian Infeksi.
  9. Dekontaminasi, Sterilisasi, Linen, dan Pengelolaan Limbah.
  10. Monitoring, Evaluasi, dan Penerapan PPI di Rumah Sakit.

Peserta Pelatihan

Pelatihan PPI Rumah Sakit dapat diikuti oleh:

  • Komite atau Tim PPI.
  • Dokter.
  • Perawat.
  • Bidan.
  • Tenaga kesehatan lainnya.
  • Petugas laboratorium.
  • Petugas farmasi.
  • Petugas CSSD.
  • Petugas laundry.
  • Petugas kebersihan.
  • Kepala ruangan.
  • Penanggung jawab unit.
  • Tim mutu dan keselamatan pasien.
  • Staf rumah sakit yang terlibat dalam pelayanan.

Kesimpulan

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit yang aman dan bermutu.

PPI membutuhkan penerapan kewaspadaan standar, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan alat dan lingkungan, surveilans, pengendalian penularan, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.

Keberhasilan PPI tidak hanya bergantung pada Komite atau Tim PPI, tetapi membutuhkan kepatuhan dan keterlibatan seluruh petugas rumah sakit.

Dengan kompetensi yang baik dan penerapan PPI secara konsisten, rumah sakit dapat mengurangi risiko penularan infeksi serta meningkatkan keselamatan pasien dan petugas.


FAQ Pelatihan PPI Rumah Sakit

Apa itu PPI Rumah Sakit?

PPI atau Pencegahan dan Pengendalian Infeksi adalah upaya sistematis untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan.

Mengapa PPI penting bagi rumah sakit?

PPI penting untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, dan lingkungan rumah sakit dari risiko penularan infeksi.

Apa saja materi dalam Pelatihan PPI Rumah Sakit?

Materinya dapat meliputi kewaspadaan standar, kebersihan tangan, alat pelindung diri, kewaspadaan transmisi, surveilans, sterilisasi, pengelolaan linen dan limbah, serta monitoring program PPI.

Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan PPI?

Pelatihan dapat diikuti oleh Komite atau Tim PPI, tenaga kesehatan, kepala ruangan, penanggung jawab unit, tenaga penunjang, serta staf rumah sakit yang terlibat dalam pelayanan.

Apakah PPI berkaitan dengan keselamatan pasien?

Ya. PPI merupakan bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan pasien karena membantu mencegah dan mengendalikan risiko infeksi selama proses pelayanan.

Baca Juga :


Ikuti Pelatihan PPI Rumah Sakit

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit untuk membantu meningkatkan kompetensi SDM dalam menerapkan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.

Pelatihan dapat diselenggarakan secara online maupun offline/in-house training sesuai kebutuhan rumah sakit.

Untuk informasi jadwal, materi, biaya, dan pelaksanaan Pelatihan PPI Rumah Sakit, silakan menghubungi Diklat Consulting Training Indonesia.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

“Meningkatkan Mutu Pelayanan melalui Sistem Akses dan Kontinuitas Pelayanan yang Efektif, Terintegrasi, dan Berorientasi pada Keselamatan Pasien”

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia 


Deskripsi Pelatihan Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK)

Pelatihan Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK) merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit dalam mengelola proses pelayanan pasien secara efektif, mulai dari pendaftaran, asesmen, transfer, rujukan, hingga pemulangan pasien sesuai standar akreditasi rumah sakit.

Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK) merupakan salah satu bab penting dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang bertujuan memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan yang tepat, berkesinambungan, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan klinisnya. Implementasi ARK yang baik akan mendukung keselamatan pasien, meningkatkan kepuasan pasien, serta menjamin mutu pelayanan kesehatan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari prinsip-prinsip ARK, proses pelayanan pasien yang terintegrasi, pengelolaan rujukan dan transfer pasien, koordinasi antar unit pelayanan, serta implementasi standar ARK dalam persiapan akreditasi rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan standar Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK).
  • Memahami implementasi ARK sesuai standar akreditasi rumah sakit.
  • Mengelola proses pelayanan pasien secara terintegrasi dan berkesinambungan.
  • Meningkatkan koordinasi antar unit pelayanan dalam rumah sakit.
  • Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
  • Mendukung kesiapan rumah sakit menghadapi survei akreditasi.

MATERI PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

  1. Konsep Dasar dan Standar Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK)
  2. Regulasi dan Kebijakan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit
  3. Proses Pendaftaran dan Akses Pasien ke Pelayanan Kesehatan
  4. Kontinuitas Pelayanan dan Koordinasi Antar Profesi
  5. Proses Transfer Pasien Antar Unit dan Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  6. Sistem Rujukan dan Pengelolaan Pasien Berkelanjutan
  7. Pemulangan Pasien (Discharge Planning) yang Efektif
  8. Dokumentasi dan Komunikasi dalam Kontinuitas Pelayanan
  9. Implementasi Standar ARK dalam Akreditasi Rumah Sakit
  10. Studi Kasus dan Evaluasi Implementasi ARK

PESERTA PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

  • Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Bidang Pelayanan Medis
  • Kepala Ruangan
  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Case Manager
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Petugas Pendaftaran
  • Tenaga Kesehatan Lainnya

MANFAAT PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

✔ Memahami standar ARK sesuai akreditasi rumah sakit.
✔ Meningkatkan koordinasi dan kontinuitas pelayanan pasien.
✔ Meningkatkan keselamatan dan kepuasan pasien.
✔ Mendukung implementasi pelayanan yang terintegrasi.
✔ Meningkatkan kesiapan rumah sakit menghadapi akreditasi.


BACA JUGA : PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT


PENUTUP

Melalui Pelatihan Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK), peserta akan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai sistem pelayanan pasien yang terintegrasi dan berkesinambungan sesuai standar akreditasi rumah sakit. Implementasi ARK yang optimal akan mendukung peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan keberhasilan akreditasi rumah sakit.


WAKTU PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN AKSES DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selas\a-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin


UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan1

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkaan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia


  LATAR BELAKANG

Pelatihan Pokja Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS) Rumah Sakit yang diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia bertujuan meningkatkan kompetensi tim rumah sakit dalam mengelola sistem kompetensi dan kewenangan staf secara profesional, terstruktur, dan sesuai standar akreditasi rumah sakit.

Kompetensi dan kewenangan staf merupakan aspek penting dalam menjamin mutu pelayanan serta keselamatan pasien. Setiap tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, serta memperoleh kewenangan kerja berdasarkan proses kredensial, evaluasi kompetensi, dan penugasan yang terdokumentasi.

Dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), Pokja Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS) memiliki peran strategis dalam memastikan proses perencanaan SDM, orientasi staf, pendidikan dan pelatihan, pemberian kewenangan klinis, monitoring kinerja, hingga pengembangan kompetensi dilaksanakan secara berkesinambungan.

Melalui pelatihan ini peserta akan memperoleh pemahaman mengenai regulasi, tata kelola kompetensi SDM, sistem kredensial, penyusunan dokumen KKS, implementasi standar akreditasi, serta strategi penguatan kompetensi staf untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pemahaman Pokja tentang konsep kompetensi dan kewenangan staf rumah sakit

  • Membekali peserta dalam menyusun sistem kredensial dan penetapan kewenangan staf

  • Menjamin staf bekerja sesuai kompetensi, tanggung jawab, dan regulasi

  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit (SNARS)

  • Membangun sistem pengelolaan SDM yang profesional, aman, dan berbasis mutu


MATERI PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

Materi disusun secara sistematis dan aplikatif, meliputi:

  1. Kebijakan dan regulasi terkait Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)

  2. Peran dan tugas Pokja KKS dalam struktur rumah sakit

  3. Perencanaan kebutuhan staf rumah sakit

  4. Orientasi dan pendidikan seluruh staf

  5. Program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan

  6. Penugasan staf medis sesuai kompetensi

  7. Pemberian kewenangan klinis staf medis

  8. Monitoring dan evaluasi berkelanjutan staf medis

  9. Penempatan ulang staf dan pembaruan kewenangan klinis

  10. Pengelolaan kompetensi staf keperawatan

  11. Pengelolaan kompetensi staf klinis pemberi asuhan lainnya

  12. Dokumentasi KKS sesuai standar akreditasi

  13. Studi kasus dan praktik penyusunan dokumen KKS


PESERTA PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  • Tim Pokja Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)

  • Manajemen rumah sakit

  • Tim mutu dan akreditasi rumah sakit

  • Kepala instalasi/unit pelayanan

  • SDM rumah sakit

  • Tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan kompetensi staf

MANFAAT PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:

  • Memahami implementasi standar KKS sesuai SNARS.
  • Meningkatkan kemampuan menyusun sistem kompetensi staf.
  • Mampu menyusun dokumen KKS yang sesuai standar akreditasi.
  • Memahami mekanisme kredensial dan pemberian kewenangan klinis.
  • Mengoptimalkan pengelolaan SDM rumah sakit.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
  • Memperkuat budaya keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kesiapan rumah sakit menghadapi survei akreditasi.

BACA JUGA : PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE DAN KOMUNIKASI EFEKTIF RUMAH SAKIT

Pelatihan Pokja Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS) Rumah Sakit merupakan investasi strategis dalam membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada mutu pelayanan. Implementasi KKS yang efektif tidak hanya mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit, tetapi juga memastikan setiap staf bekerja sesuai kompetensi, kewenangan, serta tanggung jawabnya sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berfokus pada keselamatan pasien.

Diklat Consulting Training Indonesia berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi rumah sakit di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kapasitas SDM melalui program pelatihan yang berkualitas, aplikatif, mengikuti perkembangan regulasi, serta didukung oleh narasumber yang berpengalaman di bidang manajemen rumah sakit dan akreditasi.


WAKTU PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN POKJA KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS) RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN KEPALA RUANG RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT

Meningkatkan Kompetensi Kepala Ruang dalam Kepemimpinan, Manajemen Keperawatan, Mutu Pelayanan, dan Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Kepala Ruang (Karu) merupakan salah satu pemimpin strategis dalam pelayanan keperawatan rumah sakit. Keberhasilan suatu unit pelayanan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala ruang dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi, serta mengevaluasi seluruh aktivitas pelayanan keperawatan.

Perubahan sistem pelayanan kesehatan, perkembangan teknologi informasi, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), tuntutan keselamatan pasien, indikator mutu, serta akreditasi rumah sakit mengharuskan kepala ruang memiliki kompetensi manajerial yang semakin tinggi. Kepala ruang tidak hanya bertanggung jawab terhadap pelayanan pasien, tetapi juga harus mampu mengelola tenaga keperawatan, sarana prasarana, logistik, administrasi, hingga menciptakan budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.

Selain itu, kepala ruang dituntut mampu melakukan supervisi, coaching, mentoring, monitoring indikator mutu, pengendalian risiko, serta meningkatkan kepuasan pasien melalui pelayanan yang berkualitas. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

Pelatihan Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang di Rumah Sakit hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kompetensi kepala ruang agar mampu menjalankan fungsi manajemen secara optimal, meningkatkan produktivitas tim keperawatan, serta mendukung tercapainya pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

  • Memahami konsep manajemen ruang rawat di rumah sakit.
  • Memahami peran, fungsi, serta tanggung jawab kepala ruang sesuai standar pelayanan rumah sakit.
  • Menerapkan fungsi manajemen keperawatan (Planning, Organizing, Actuating, Controlling/POAC).
  • Mengembangkan kepemimpinan yang efektif dalam mengelola tim keperawatan.
  • Melaksanakan supervisi, coaching, mentoring, dan evaluasi kinerja staf.
  • Mengelola sumber daya manusia keperawatan secara efektif dan efisien.
  • Mengoptimalkan pengelolaan sarana, prasarana, dan logistik ruang rawat.
  • Mengimplementasikan indikator mutu, keselamatan pasien, dan manajemen risiko.
  • Menyusun program kerja ruang rawat berbasis indikator mutu.
  • Meningkatkan mutu pelayanan serta kepuasan pasien melalui pengelolaan unit yang profesional.

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

  • Meningkatkan kompetensi manajerial kepala ruang.
  • Memperkuat kemampuan kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan.
  • Meningkatkan kemampuan supervisi dan pembinaan staf.
  • Mengoptimalkan pengelolaan SDM keperawatan.
  • Meningkatkan mutu pelayanan di ruang rawat.
  • Mendukung implementasi standar akreditasi rumah sakit.
  • Mengurangi kejadian yang tidak diharapkan melalui penerapan patient safety.
  • Meningkatkan efektivitas komunikasi antarprofesi.
  • Meningkatkan produktivitas dan budaya kerja positif.
  • Mendukung pencapaian indikator mutu rumah sakit.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

  1. Peran & Fungsi Kepala Ruang dalam struktur organisasi rumah sakit.

  2. Kepemimpinan & Supervisi Efektif untuk tim keperawatan.

  3. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Keperawatan: perencanaan, rekrutmen, penjadwalan, evaluasi kinerja.

  4. Komunikasi Efektif & Manajemen Konflik antar staf dan lintas profesi.

  5. Pengelolaan Mutu Layanan Keperawatan & Patient Safety.

  6. Pengelolaan Administrasi & Dokumentasi Keperawatan sesuai standar akreditasi.

  7. Manajemen Perubahan & Pengembangan Budaya Kerja Positif.

  8. Perencanaan & Evaluasi Program Ruangan (indikator mutu, analisis beban kerja, monitoring & evaluasi).

  9. Strategi Implementasi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dalam ruang perawatan.

  10. Studi Kasus & Role Play untuk penguatan keterampilan praktis.


PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Kepala Ruang (Karu)
  • Wakil Kepala Ruang
  • Clinical Care Manager (CCM)
  • Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA)
  • Koordinator Keperawatan
  • Supervisor Keperawatan
  • Kepala Instalasi Keperawatan
  • Manajer Keperawatan
  • Komite Keperawatan
  • Perawat yang dipersiapkan menjadi Kepala Ruang

FAQ PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

Apa itu Pelatihan Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang?

Pelatihan ini merupakan program peningkatan kompetensi bagi kepala ruang dalam mengelola pelayanan keperawatan, sumber daya manusia, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien di rumah sakit.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Kepala ruang, wakil kepala ruang, supervisor keperawatan, manajer keperawatan, PPJA, ketua tim keperawatan, dan tenaga kesehatan yang dipersiapkan menjadi kepala ruang.

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?

Peserta akan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, supervisi, manajemen SDM, pengelolaan mutu pelayanan, implementasi patient safety, serta pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat pelatihan.

Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara online maupun in-house?

Ya. Pelatihan tersedia dalam metode Online, Offline (Tatap Muka), maupun In-House Training sesuai kebutuhan instansi.


PENUTUP PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT BAGI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT 

Pelatihan Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang di Rumah Sakit merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi kepala ruang dalam memimpin, mengelola pelayanan keperawatan, serta menerapkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sesuai standar rumah sakit. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh guna mendukung pelayanan kesehatan yang profesional, efektif, dan berkualitas.


PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

Mencetak Trainer Internal yang Kompeten dalam Komunikasi Efektif dan Edukasi Pasien di Rumah Sakit

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Pelatihan Training of Trainer (TOT) Komunikasi dan Edukasi Rumah Sakit

Pelatihan Training of Trainer (TOT) Komunikasi dan Edukasi Rumah Sakit merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk membentuk trainer internal yang mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pelatihan komunikasi serta edukasi bagi tenaga kesehatan di rumah sakit. Program ini mengintegrasikan keterampilan komunikasi efektif, teknik edukasi pasien dan keluarga, metode pembelajaran orang dewasa (andragogi), serta kemampuan fasilitasi sehingga peserta mampu menjadi fasilitator yang profesional.

Keberadaan trainer internal menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan, mendukung implementasi budaya keselamatan pasien, meningkatkan kepuasan pasien, serta memenuhi standar akreditasi rumah sakit.


Latar Belakang

Komunikasi yang efektif dan edukasi yang tepat merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien (patient centered care). Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan klinis yang berkualitas, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara jelas, akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi pasien serta keluarganya.

Dalam pelaksanaan akreditasi rumah sakit, komunikasi efektif dan edukasi pasien menjadi salah satu elemen penting yang dinilai karena berpengaruh terhadap keselamatan pasien, kepatuhan terhadap terapi, pengambilan keputusan, serta peningkatan mutu pelayanan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memiliki trainer internal yang kompeten untuk memastikan seluruh tenaga kesehatan memperoleh pelatihan secara berkesinambungan.

Pelatihan Training of Trainer (TOT) Komunikasi dan Edukasi Rumah Sakit disusun untuk membekali peserta dengan kompetensi sebagai fasilitator pelatihan yang mampu menyusun materi, menyampaikan pembelajaran secara interaktif, melakukan microteaching, serta mengevaluasi efektivitas pelatihan komunikasi dan edukasi sesuai standar pelayanan dan akreditasi rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan.
  • Menguasai teknik edukasi pasien dan keluarga secara sistematis.
  • Memahami prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi).
  • Menyusun materi pelatihan komunikasi dan edukasi yang efektif.
  • Mengembangkan kemampuan public speaking dan fasilitasi pelatihan.
  • Melaksanakan pelatihan internal menggunakan metode pembelajaran yang interaktif.
  • Melakukan evaluasi hasil pelatihan dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
  • Mendukung implementasi standar komunikasi dan edukasi sesuai akreditasi rumah sakit.

MANFAAT PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan kompetensi sebagai trainer internal rumah sakit.
  • Mengembangkan kemampuan komunikasi efektif dan empatik.
  • Meningkatkan keterampilan edukasi pasien dan keluarga.
  • Menguasai teknik presentasi dan public speaking.
  • Meningkatkan kemampuan menyusun modul dan media pembelajaran.
  • Memperkuat kemampuan memfasilitasi pelatihan secara interaktif.
  • Mendukung pemenuhan standar mutu dan akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.

MATERI PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

1. Konsep Training of Trainer (TOT) dan Peran Trainer Internal Rumah Sakit

2. Prinsip Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Kesehatan

3. Andragogi dan Metode Pembelajaran Orang Dewasa

4. Teknik Edukasi Pasien dan Keluarga (Individual dan Kelompok)

5. Penyusunan Materi, Modul, dan Media Edukasi yang Efektif

6. Public Speaking, Teknik Presentasi, dan Komunikasi Persuasif

7. Teknik Fasilitasi Pelatihan, Ice Breaking, Diskusi, dan Simulasi

8. Mengelola Dinamika Peserta, Mengatasi Audiens Sulit, serta Membangun Interaksi Pembelajaran

9. Microteaching, Teknik Memberikan Umpan Balik (Feedback), dan Evaluasi Pelatihan

10. Praktik Microteaching dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Implementasi Pelatihan di Rumah Sakit


PESERTA PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Calon Trainer Internal Rumah Sakit
  • Kepala Unit
  • Kepala Ruangan
  • Supervisor
  • Manajer Pelayanan
  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Tim Mutu
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Komite Keperawatan
  • Komite Medik
  • Bagian SDM
  • Bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

FAQ PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

Apa itu Pelatihan Training of Trainer (TOT) Komunikasi dan Edukasi Rumah Sakit?

Pelatihan ini bertujuan membentuk trainer internal yang mampu memberikan pelatihan komunikasi efektif dan edukasi kepada tenaga kesehatan di rumah sakit.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ditujukan bagi calon trainer internal, kepala unit, supervisor, tenaga kesehatan, tim mutu, tim akreditasi, serta bagian SDM dan diklat rumah sakit.

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?

Peserta akan meningkatkan kompetensi sebagai trainer, menguasai teknik komunikasi efektif, edukasi pasien, public speaking, fasilitasi pelatihan, dan microteaching.

Apakah tersedia pelatihan online dan in-house?

Ya. Pelatihan tersedia dalam metode Online, Offline (Tatap Muka), maupun In-House Training sesuai kebutuhan rumah sakit.

Apakah peserta memperoleh sertifikat?

Ya. Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat.


PENUTUP PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) KOMUNIKASI DAN EDUKASI RUMAH SAKIT

Pelatihan Training of Trainer (TOT) Komunikasi dan Edukasi Rumah Sakit merupakan langkah strategis dalam membangun trainer internal yang kompeten untuk meningkatkan kualitas komunikasi, edukasi pasien, dan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, rumah sakit diharapkan mampu mewujudkan pelayanan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA

PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

Meningkatkan Kompetensi Komite Tenaga Kesehatan Lainnya dalam Mendukung Tata Kelola, Kredensial, dan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Pelatihan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Rumah Sakit

Pelatihan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya (KTKL) merupakan program peningkatan kompetensi yang dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai tata kelola, fungsi, peran, serta mekanisme kerja Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di rumah sakit. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai regulasi, proses kredensial dan rekredensial, pembinaan profesional, evaluasi kinerja, serta pengembangan mutu tenaga kesehatan lainnya sesuai standar akreditasi rumah sakit.

Keberadaan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya memiliki peran strategis dalam memastikan tenaga kesehatan selain tenaga medis dan keperawatan memiliki kompetensi, kewenangan klinis, etika profesi, dan kinerja yang sesuai dengan standar pelayanan sehingga mampu mendukung pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


Latar Belakang

Komite Tenaga Kesehatan Lainnya (KTKL) merupakan salah satu unsur penting dalam tata kelola klinis rumah sakit yang bertugas membantu pimpinan rumah sakit dalam melakukan pembinaan, kredensial, rekredensial, pemeliharaan kompetensi, serta evaluasi kinerja tenaga kesehatan lainnya. Keberadaan komite ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seiring berkembangnya pelayanan kesehatan dan meningkatnya tuntutan mutu pelayanan, rumah sakit dituntut memiliki sistem pengelolaan tenaga kesehatan yang terstruktur. Selain itu, standar akreditasi rumah sakit juga mengharuskan adanya mekanisme kredensial, penilaian kompetensi, serta evaluasi kinerja yang dilakukan secara objektif dan berkesinambungan.

Pelatihan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Rumah Sakit disusun untuk meningkatkan kompetensi anggota komite, manajemen rumah sakit, dan tenaga terkait dalam mengelola organisasi komite, melaksanakan proses kredensial dan rekredensial, menyusun kebijakan, melakukan pembinaan profesi, serta mendukung implementasi tata kelola rumah sakit yang baik sesuai standar akreditasi dan regulasi yang berlaku.


TUJUAN PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami regulasi, fungsi, dan tugas Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di rumah sakit.
  • Memahami struktur organisasi, tata kelola, dan mekanisme kerja KTKL.
  • Menyusun pedoman, kebijakan, serta dokumen pendukung Komite Tenaga Kesehatan Lainnya.
  • Melaksanakan proses kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan lainnya secara objektif.
  • Melakukan pembinaan profesional, pemeliharaan kompetensi, dan evaluasi kinerja tenaga kesehatan lainnya.
  • Mendukung implementasi standar akreditasi rumah sakit yang berkaitan dengan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya.
  • Meningkatkan kolaborasi antara komite, manajemen rumah sakit, SDM, dan unit mutu.

MANFAAT PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Memahami tata kelola Komite Tenaga Kesehatan Lainnya secara komprehensif.
  • Meningkatkan kemampuan menyusun kebijakan dan pedoman komite.
  • Menguasai proses kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan lainnya.
  • Meningkatkan kemampuan evaluasi kompetensi dan kinerja tenaga kesehatan.
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
  • Memperkuat profesionalisme tenaga kesehatan lainnya di rumah sakit.

MATERI PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

1. Regulasi, Fungsi, dan Peran Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Rumah Sakit

2. Pengorganisasian Komite Tenaga Kesehatan Lainnya

  • Struktur organisasi
  • Uraian tugas
  • Wewenang
  • Tata kelola komite

3. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) dan Peran Komite Tenaga Kesehatan Lainnya dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit

4. Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS) serta Pengembangan Kompetensi Tenaga Kesehatan Lainnya

5. Pedoman Kredensial dan Rekredensial Tenaga Kesehatan Lainnya

6. Penyusunan Kewenangan Klinis (Clinical Privilege) dan Penugasan Klinis

7. Penilaian Kompetensi, Evaluasi Mutu, dan Evaluasi Kinerja Tenaga Kesehatan Lainnya

8. Pembinaan Etika Profesi, Disiplin, dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (Continuing Professional Development/CPD)

9. Penyusunan Dokumen, Program Kerja, Monitoring, dan Evaluasi Komite Tenaga Kesehatan Lainnya

10. Studi Kasus Implementasi Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Rumah Sakit


PESERTA PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Ketua Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Anggota Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Direktur Rumah Sakit
  • Wakil Direktur Pelayanan
  • Kepala Bidang Pelayanan
  • Kepala Instalasi
  • Kepala Unit Pelayanan
  • Bagian SDM Rumah Sakit
  • Tim Mutu Rumah Sakit
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

FAQ PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

Apa itu Pelatihan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya?

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta dalam pembentukan, pengelolaan, kredensial, rekredensial, serta evaluasi kinerja Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di rumah sakit.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ditujukan bagi anggota Komite Tenaga Kesehatan Lainnya, pimpinan rumah sakit, kepala instalasi, bagian SDM, tim mutu, tim akreditasi, serta tenaga kesehatan lainnya.

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?

Peserta akan memahami tata kelola komite, proses kredensial dan rekredensial, evaluasi kompetensi, penyusunan dokumen, serta implementasi standar akreditasi rumah sakit.

Apakah tersedia pelatihan online dan in-house?

Ya. Pelatihan tersedia dalam metode Online, Offline (Tatap Muka), maupun In-House Training sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat.


PENTUP PELATIHAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RUMAH SAKIT

Pelatihan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Rumah Sakit merupakan upaya untuk memperkuat tata kelola, kredensial, pembinaan profesi, dan evaluasi kinerja tenaga kesehatan lainnya sesuai regulasi dan standar akreditasi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.


PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK

PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

(Diklat Consulting Training Indonesia)

Latar Belakang

Komunikasi terapeutik adalah  salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang profesional, aman, bermutu, dan berorientasi pada pasien (patient centered care). Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan klinis, tetapi juga oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam membangun hubungan saling percaya, memberikan informasi yang jelas, menunjukkan empati, serta memahami kebutuhan psikologis dan emosional pasien maupun keluarganya.

Komunikasi yang kurang efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman, menurunnya kepuasan pasien, meningkatnya risiko konflik, hingga terjadinya insiden keselamatan pasien (patient safety incident). Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik menjadi bagian penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan serta pemenuhan standar akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Pelatihan Komunikasi Terapeutik bagi Tenaga Kesehatan diselenggarakan untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam menerapkan komunikasi yang efektif pada setiap tahapan pelayanan, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta kepuasan pasien dan keluarga.


TUJUAN PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

  • Memahami konsep dasar komunikasi terapeutik dalam konteks pelayanan kesehatan.

  • Meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi efektif dengan pasien, keluarga, dan tim kerja.

  • Mengembangkan sikap empati, kepekaan, dan etika dalam interaksi profesional.

  • Mampu menerapkan komunikasi terapeutik pada situasi klinis, kritis, maupun edukatif.

  • Mendukung implementasi patient centered care serta standar akreditasi rumah sakit.


MATERI PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

  1. Konsep Dasar Komunikasi Terapeutik.
  2. Prinsip, Etika, dan Tahapan Komunikasi Terapeutik.
  3. Teknik Mendengarkan Aktif (Active Listening) dan Membangun Empati.
  4. Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Pelayanan Kesehatan.
  5. Teknik Komunikasi Efektif dengan Pasien dan Keluarga.
  6. Komunikasi Terapeutik pada Pasien dengan Kondisi Khusus.
  7. Komunikasi Efektif dalam Kolaborasi Tim Kesehatan dan Metode SBAR.
  8. Komunikasi Terapeutik dalam Mendukung Keselamatan Pasien (Patient Safety).
  9. Komunikasi Terapeutik untuk Edukasi Pasien dan Pengambilan Keputusan Bersama.
  10. Evaluasi Penerapan Komunikasi Terapeutik dalam Pelayanan Kesehatan.

PESERTA PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

  • Perawat, bidan, dokter, tenaga kesehatan lain.

  • Kepala ruangan / kepala instalasi keperawatan.

  • Tim mutu & keselamatan pasien.

  • Tenaga edukator klinis di rumah sakit / puskesmas.


MENFAAT PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

  • Peserta mampu menerapkan komunikasi terapeutik dalam praktik sehari-hari.

  • Peningkatan kualitas pelayanan yang lebih humanis, empatik, dan profesional.

  • Menurunkan risiko konflik, kesalahpahaman, dan insiden keselamatan pasien.

  • Mendukung pencapaian standar akreditasi rumah sakit.

  • Membentuk tenaga kesehatan yang lebih percaya diri dan berorientasi pada patient centered care.

BACA JUGA : PELATIHAN MANAJEMEN SERVICE EXCELLENCE (PELAYANAN PRIMA)

Melalui pelatihan ini, diharapkan tenaga kesehatan mampu mengintegrasikan komunikasi terapeutik sebagai bagian penting dalam praktik profesional, sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.


WAKTU PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI TENAGA KESEHATAN

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”