Pos

PELATIHAN AUDIT KLINIS RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, TUJUAN, TAHAPAN, DAN MANFAAT

PELATIHAN AUDIT KLINIS RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, TUJUAN, TAHAPAN, DAN MANFAAT

Diklat Consulting Training Indonesia


Pengertian Audit Klinis Rumah Sakit

Audit klinis rumah sakit merupakan proses penilaian secara sistematis terhadap praktik pelayanan klinis dengan membandingkan pelaksanaan pelayanan dengan standar, pedoman, atau kriteria yang telah ditetapkan.

Audit klinis menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Melalui audit klinis, rumah sakit dapat mengetahui apakah pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan standar serta mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Kementerian Kesehatan juga menempatkan audit klinis rumah sakit sebagai bagian dari pengelolaan kendali mutu dan pelayanan klinis.


Mengapa Audit Klinis Penting bagi Rumah Sakit?

Pelayanan kesehatan membutuhkan proses evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan mutu dan keselamatan pasien tetap terjaga.

Audit klinis membantu rumah sakit untuk:

  • mengevaluasi kesesuaian pelayanan dengan standar;
  • mengidentifikasi kesenjangan dalam pelayanan klinis;
  • menemukan peluang perbaikan;
  • mendukung peningkatan mutu pelayanan;
  • meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman pelayanan;
  • mendukung keselamatan pasien;
  • menjadi dasar penyusunan tindak lanjut perbaikan.

Dengan pelaksanaan audit yang terencana, rumah sakit dapat menggunakan hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.


Tujuan Audit Klinis Rumah Sakit

Secara umum, audit klinis bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pelayanan klinis dengan standar yang ditetapkan serta mendorong perbaikan mutu pelayanan.

Tujuan audit klinis antara lain:

  • Menilai kesesuaian praktik klinis dengan standar.
  • Mengidentifikasi masalah atau kesenjangan pelayanan.
  • Menentukan area yang membutuhkan perbaikan.
  • Mendorong peningkatan kualitas pelayanan klinis.
  • Mendukung keselamatan pasien.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap standar dan pedoman.
  • Memantau pelaksanaan tindak lanjut perbaikan.

Prinsip Pelaksanaan Audit Klinis

Audit klinis perlu dilakukan secara sistematis, objektif, dan berdasarkan bukti.

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan meliputi:

  • menggunakan standar atau kriteria yang jelas;
  • berdasarkan data dan bukti yang relevan;
  • dilakukan secara objektif;
  • melibatkan pihak yang kompeten;
  • menjaga kerahasiaan informasi;
  • berorientasi pada perbaikan mutu;
  • memiliki tindak lanjut yang jelas.

Audit klinis sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mencari kesalahan, tetapi sebagai proses untuk mengetahui peluang perbaikan pelayanan.


Tahapan Audit Klinis Rumah Sakit

Pelaksanaan audit klinis dapat dilakukan melalui beberapa tahapan utama.

1. Menentukan Topik Audit

Rumah sakit menentukan topik atau masalah klinis yang akan diaudit berdasarkan kebutuhan pelayanan, prioritas mutu, risiko, data pelayanan, maupun area yang memerlukan evaluasi.

2. Menentukan Standar dan Kriteria

Setelah topik ditentukan, auditor menetapkan standar atau kriteria yang akan digunakan sebagai dasar penilaian.

Kriteria harus jelas sehingga hasil audit dapat dibandingkan secara objektif.

3. Mengumpulkan Data

Data pelayanan dikumpulkan sesuai dengan tujuan dan kriteria audit. Data dapat berasal dari rekam medis, dokumen pelayanan, laporan, maupun sumber data lain yang relevan.

4. Melakukan Analisis

Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara praktik pelayanan dengan standar yang telah ditetapkan.

5. Mengidentifikasi Kesenjangan

Hasil analisis digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan atau masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan klinis.

6. Menyusun Rencana Perbaikan

Jika ditemukan ketidaksesuaian, rumah sakit dapat menyusun rencana tindak lanjut dan perbaikan berdasarkan hasil audit.

7. Melakukan Re-Audit

Re-audit dapat dilakukan untuk mengetahui apakah perbaikan yang telah dilaksanakan memberikan hasil dan meningkatkan kesesuaian pelayanan dengan standar.


Ruang Lingkup Audit Klinis

Ruang lingkup audit klinis dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas rumah sakit.

Beberapa area yang dapat menjadi bagian dari audit antara lain:

  • kepatuhan terhadap panduan praktik klinis;
  • kesesuaian diagnosis dan tata laksana;
  • penggunaan obat;
  • pelayanan pasien dengan kondisi tertentu;
  • dokumentasi pelayanan klinis;
  • prosedur pelayanan;
  • penggunaan sumber daya pelayanan;
  • hasil pelayanan pasien;
  • indikator mutu klinis.

Pemilihan ruang lingkup audit perlu mempertimbangkan kondisi dan prioritas masing-masing rumah sakit.


Peran Tim dalam Audit Klinis

Pelaksanaan audit klinis membutuhkan kerja sama berbagai pihak yang terkait dengan pelayanan.

Tim audit dapat berperan dalam:

  • menentukan topik audit;
  • menetapkan kriteria;
  • mengumpulkan data;
  • melakukan penilaian;
  • menganalisis hasil;
  • menyusun rekomendasi;
  • memantau tindak lanjut;
  • melakukan evaluasi kembali.

Kerja sama yang baik akan membantu menghasilkan audit yang lebih objektif dan dapat digunakan untuk perbaikan pelayanan.


Manfaat Audit Klinis bagi Rumah Sakit

Pelaksanaan audit klinis memberikan manfaat bagi rumah sakit, antara lain:

  • meningkatkan mutu pelayanan klinis;
  • membantu mengidentifikasi masalah pelayanan;
  • meningkatkan kepatuhan terhadap standar;
  • mendukung keselamatan pasien;
  • mendorong budaya perbaikan berkelanjutan;
  • membantu evaluasi praktik klinis;
  • memberikan dasar bagi penyusunan tindak lanjut;
  • mendukung tata kelola klinis yang baik.

Kementerian Kesehatan juga melakukan pembinaan teknis dan monitoring evaluasi terkait implementasi audit klinis di rumah sakit. Dalam laporan kinerja 2025, Kemenkes mencatat 345 rumah sakit dalam sasaran program pelaporan audit medis pada layanan prioritas.


Kompetensi yang Perlu Dimiliki Auditor Klinis

Pelaksanaan audit klinis membutuhkan pemahaman yang baik mengenai proses audit dan pelayanan klinis.

Kompetensi yang perlu dikembangkan antara lain:

  • memahami konsep dan prinsip audit klinis;
  • memahami standar pelayanan klinis;
  • mampu menentukan topik audit;
  • mampu menyusun kriteria audit;
  • mampu mengumpulkan data;
  • mampu melakukan analisis data;
  • mampu mengidentifikasi kesenjangan;
  • mampu menyusun rekomendasi;
  • mampu menyusun laporan audit;
  • mampu melakukan monitoring tindak lanjut.

Manfaat Mengikuti Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit

Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit dapat membantu peserta memahami proses audit secara lebih sistematis serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan evaluasi pelayanan klinis.

Manfaat mengikuti pelatihan antara lain:

  • meningkatkan pemahaman mengenai audit klinis;
  • memahami tahapan pelaksanaan audit;
  • meningkatkan kemampuan menentukan topik dan kriteria audit;
  • meningkatkan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data;
  • meningkatkan kemampuan menyusun hasil dan laporan audit;
  • memahami tindak lanjut hasil audit;
  • mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Sasaran Peserta Pelatihan

Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit dapat ditujukan bagi tenaga kesehatan dan pihak yang memiliki tanggung jawab dalam mutu serta pelayanan klinis rumah sakit.

Peserta dapat berasal dari:

  • Komite Medik;
  • dokter;
  • tenaga kesehatan;
  • Komite Keperawatan;
  • tim mutu rumah sakit;
  • unit pelayanan;
  • manajemen rumah sakit;
  • tim audit;
  • penanggung jawab pelayanan klinis;
  • pihak lain yang berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan.

Materi Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit

Materi pelatihan dapat meliputi:

  1. Konsep dan prinsip audit klinis.
  2. Kebijakan dan pedoman audit klinis rumah sakit.
  3. Tujuan dan manfaat audit klinis.
  4. Penentuan topik dan prioritas audit.
  5. Penyusunan standar dan kriteria audit.
  6. Metode pengumpulan data.
  7. Teknik analisis data audit.
  8. Identifikasi kesenjangan pelayanan.
  9. Penyusunan rekomendasi hasil audit.
  10. Penyusunan laporan audit klinis.
  11. Rencana tindak lanjut hasil audit.
  12. Monitoring dan evaluasi.
  13. Re-audit dan perbaikan berkelanjutan.
  14. Praktik atau simulasi audit klinis.

Contoh Penerapan Audit Klinis

Sebagai contoh, rumah sakit dapat melakukan audit terhadap kesesuaian pelayanan pada kasus atau layanan tertentu.

Tim audit menentukan standar yang digunakan, mengumpulkan data dari rekam medis atau sumber data pelayanan, kemudian membandingkan pelaksanaan pelayanan dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian, hasil tersebut dapat digunakan untuk menyusun rekomendasi perbaikan. Setelah perbaikan dilakukan, rumah sakit dapat melakukan evaluasi atau re-audit untuk mengetahui hasilnya.


Kesimpulan

Audit Klinis Rumah Sakit merupakan salah satu proses penting dalam evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan klinis. Melalui audit yang dilakukan secara sistematis dan berbasis bukti, rumah sakit dapat mengetahui kesesuaian pelayanan dengan standar serta menemukan peluang perbaikan.

Tenaga kesehatan dan tim yang terlibat dalam audit perlu memiliki kompetensi yang memadai agar proses audit dapat berjalan objektif, efektif, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan.

Melalui Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit, peserta diharapkan mampu memahami konsep, tahapan, metode, analisis, pelaporan, dan tindak lanjut audit klinis untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.


FAQ

Apa yang dimaksud dengan audit klinis rumah sakit?

Audit klinis adalah proses evaluasi sistematis terhadap praktik pelayanan klinis dengan membandingkan pelaksanaan pelayanan dengan standar atau kriteria yang telah ditetapkan.

Apa tujuan utama audit klinis?

Tujuan utamanya adalah mengevaluasi kesesuaian pelayanan dengan standar dan mendorong perbaikan mutu pelayanan klinis secara berkelanjutan.

Siapa yang dapat mengikuti Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit?

Pelatihan dapat diikuti oleh dokter, Komite Medik, tenaga kesehatan, tim mutu, manajemen rumah sakit, tim audit, dan pihak lain yang terkait dengan pelayanan klinis.

Apa saja tahapan audit klinis?

Tahapan umumnya meliputi penentuan topik, penetapan standar dan kriteria, pengumpulan data, analisis, identifikasi kesenjangan, penyusunan perbaikan, dan evaluasi atau re-audit.

Apakah audit klinis hanya mencari kesalahan tenaga kesehatan?

Tidak. Audit klinis berorientasi pada evaluasi dan perbaikan mutu pelayanan. Hasil audit digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan dan menentukan perbaikan yang diperlukan.


Baca Juga :

Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit

Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Audit Klinis Rumah Sakit untuk membantu peserta meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam melaksanakan audit klinis secara sistematis, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.

Pelatihan dapat diselenggarakan secara online, offline, maupun in-house training dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit atau instansi.

Informasi jadwal, materi, biaya, dan pelaksanaan pelatihan dapat menghubungi Diklat Consulting Training Indonesia.

Diklat Consulting Training Indonesia
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA

KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY): KONSEP, SASARAN, DAN PENERAPANNYA DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Diklat Consulting Training Indonesia


Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu. Penerapan keselamatan pasien bertujuan mencegah terjadinya insiden yang dapat merugikan pasien serta meningkatkan keamanan dalam setiap proses pelayanan.

Keselamatan pasien tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter atau perawat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan, tenaga pendukung, manajemen, dan seluruh unsur dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui sistem keselamatan pasien yang diterapkan secara konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat mengidentifikasi risiko, mencegah insiden, melakukan pelaporan, menganalisis kejadian, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.


APA ITU KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)?

Keselamatan pasien (patient safety) adalah upaya sistematis untuk mencegah terjadinya kesalahan, risiko, dan kejadian yang tidak diharapkan dalam proses pelayanan kesehatan serta mengurangi dampak yang dapat merugikan pasien.

Keselamatan pasien mencakup berbagai kegiatan mulai dari identifikasi risiko, penerapan pengendalian, komunikasi efektif, pencegahan insiden, pelaporan kejadian, analisis penyebab, hingga tindak lanjut perbaikan.

Dengan demikian, keselamatan pasien bukan hanya berkaitan dengan penanganan kejadian setelah terjadi, tetapi juga menekankan upaya pencegahan dan pengendalian risiko sejak awal.


MENGAPA KESELAMATAN PASIEN PENTING?

Pelayanan kesehatan melibatkan berbagai proses yang kompleks dan berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak dikelola dengan baik.

Risiko dapat muncul dalam proses identifikasi pasien, pemberian obat, komunikasi antarpetugas, pelayanan klinis, tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, maupun proses pelayanan lainnya.

Penerapan keselamatan pasien penting untuk:

  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Mengurangi risiko kesalahan dalam pelayanan.
  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
  • Memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpetugas.
  • Mendorong budaya keselamatan dalam organisasi.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

TUJUAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien pada dasarnya bertujuan menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan mengurangi risiko yang dapat merugikan pasien.

Beberapa tujuan penerapan keselamatan pasien antara lain:

  • Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko pelayanan.
  • Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
  • Meningkatkan ketepatan dan keamanan proses pelayanan.
  • Meningkatkan komunikasi antarpetugas.
  • Mendorong pelaporan insiden secara tepat.
  • Melakukan pembelajaran dari kejadian yang terjadi.
  • Mendorong perbaikan sistem pelayanan.
  • Membangun budaya keselamatan pasien.

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan sasaran keselamatan pasien dilakukan untuk mengendalikan berbagai risiko yang dapat terjadi dalam proses pelayanan.

Dalam penerapannya, sasaran keselamatan pasien berkaitan dengan beberapa aspek penting, seperti:

1. Identifikasi Pasien

Identifikasi pasien secara tepat diperlukan untuk memastikan pelayanan, pemeriksaan, pemberian obat, tindakan, dan prosedur diberikan kepada pasien yang benar.

2. Komunikasi Efektif

Komunikasi yang jelas dan tepat waktu antara tenaga kesehatan sangat penting untuk mencegah kesalahan informasi dalam pelayanan.

3. Keamanan Penggunaan Obat

Pengelolaan obat perlu dilakukan secara tepat untuk mengurangi risiko kesalahan dalam penyimpanan, pemberian, maupun penggunaan obat.

4. Keamanan Tindakan dan Prosedur

Proses tindakan dan prosedur perlu dilakukan dengan memperhatikan identifikasi pasien, ketepatan tindakan, serta pencegahan kesalahan.

5. Pencegahan Risiko Infeksi

Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien dan petugas selama proses pelayanan.

6. Pencegahan Risiko Jatuh

Pasien yang memiliki risiko jatuh perlu diidentifikasi dan mendapatkan tindakan pencegahan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Penerapan sasaran keselamatan pasien perlu disesuaikan dengan ketentuan dan standar yang berlaku pada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.


IDENTIFIKASI RISIKO KESELAMATAN PASIEN

Identifikasi risiko merupakan salah satu langkah penting dalam sistem keselamatan pasien.

Risiko dapat berasal dari:

  • Proses pelayanan klinis.
  • Penggunaan obat.
  • Komunikasi antarpetugas.
  • Penggunaan alat kesehatan.
  • Proses administrasi pelayanan.
  • Lingkungan pelayanan.
  • Prosedur kerja.
  • Beban kerja dan sumber daya manusia.

Identifikasi risiko membantu organisasi menentukan risiko yang membutuhkan tindakan pencegahan dan pengendalian.


JENIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Dalam pelaksanaan keselamatan pasien, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memahami jenis dan klasifikasi insiden sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden dapat berkaitan dengan kejadian yang berpotensi menimbulkan atau telah menimbulkan dampak terhadap pasien.

Pemahaman mengenai klasifikasi insiden penting agar setiap kejadian dapat ditangani, dilaporkan, dianalisis, dan ditindaklanjuti secara tepat.


PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

Pelaporan merupakan bagian penting dari sistem keselamatan pasien.

Pelaporan insiden bukan semata-mata bertujuan mencari siapa yang melakukan kesalahan, tetapi menjadi sarana untuk mengetahui kelemahan sistem dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sistem pelaporan yang baik perlu didukung oleh:

  • Mekanisme pelaporan yang jelas.
  • Komunikasi yang terbuka.
  • Perlindungan terhadap pelapor sesuai ketentuan.
  • Analisis terhadap kejadian.
  • Tindak lanjut hasil analisis.
  • Pembelajaran organisasi.

ANALISIS DAN INVESTIGASI INSIDEN

Setiap insiden yang terjadi perlu dianalisis sesuai tingkat risiko dan ketentuan yang berlaku.

Analisis bertujuan mengetahui:

  • Apa yang terjadi.
  • Kapan kejadian terjadi.
  • Bagaimana kejadian terjadi.
  • Faktor yang berkontribusi.
  • Kelemahan sistem yang ditemukan.
  • Tindakan perbaikan yang diperlukan.

Hasil analisis dapat menjadi dasar dalam menyusun tindakan korektif dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.


ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

Root Cause Analysis (RCA) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis akar penyebab suatu kejadian.

RCA tidak hanya melihat kesalahan pada individu, tetapi juga menganalisis faktor sistem dan proses yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Analisis dapat mencakup aspek:

  • Manusia.
  • Prosedur.
  • Komunikasi.
  • Lingkungan kerja.
  • Peralatan.
  • Organisasi.
  • Sistem pengendalian.

Dengan menemukan akar masalah, organisasi dapat menentukan perbaikan yang lebih tepat dan berkelanjutan.


KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KESELAMATAN PASIEN

Komunikasi yang tidak efektif dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dalam pelayanan.

Komunikasi efektif diperlukan dalam:

  • Serah terima pasien.
  • Penyampaian informasi klinis.
  • Pemberian instruksi.
  • Komunikasi hasil pemeriksaan.
  • Koordinasi antarunit.
  • Komunikasi dengan pasien dan keluarga.

Komunikasi yang jelas, tepat, dan terdokumentasi membantu mengurangi risiko kesalahan informasi dalam pelayanan.


BUDAYA KESELAMATAN PASIEN

Budaya keselamatan pasien merupakan kondisi organisasi yang mendorong seluruh petugas untuk menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap proses kerja.

Budaya keselamatan dapat dibangun melalui:

  • Komitmen pimpinan.
  • Komunikasi terbuka.
  • Pelaporan insiden.
  • Pembelajaran dari kejadian.
  • Kerja sama tim.
  • Evaluasi berkelanjutan.
  • Perbaikan sistem.

Budaya keselamatan yang kuat membantu organisasi tidak hanya bereaksi terhadap masalah, tetapi juga melakukan pencegahan secara proaktif.


PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM KESELAMATAN PASIEN

Keselamatan pasien membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan dan unsur pendukung pelayanan.

Peran tenaga kesehatan antara lain:

  1. Mematuhi prosedur pelayanan.
  2. Melakukan identifikasi pasien secara tepat.
  3. Menjaga komunikasi dan koordinasi.
  4. Mengidentifikasi risiko.
  5. Melaporkan insiden sesuai mekanisme.
  6. Berpartisipasi dalam analisis dan perbaikan.
  7. Menerapkan prinsip keselamatan dalam pekerjaan sehari-hari.

PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Keselamatan pasien dapat diterapkan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk:

  • Rumah sakit.
  • Puskesmas.
  • Klinik.
  • Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Penerapannya dapat disesuaikan dengan jenis pelayanan, risiko, sumber daya, serta ketentuan yang berlaku.

Yang terpenting adalah setiap proses pelayanan memiliki pengendalian risiko dan mekanisme perbaikan apabila ditemukan kelemahan atau kejadian yang tidak diharapkan.


MANFAAT PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Penerapan keselamatan pasien secara konsisten dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan keamanan pasien.
  • Mengurangi risiko insiden.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Memperkuat sistem pengendalian.
  • Meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim.
  • Mendorong pembelajaran organisasi.
  • Meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan.
  • Mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.

KOMPETENSI YANG PERLU DIMILIKI DALAM KESELAMATAN PASIEN

Pelaksanaan keselamatan pasien membutuhkan kompetensi yang memadai dari tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan.

Beberapa kompetensi yang penting antara lain:

  • Pemahaman konsep keselamatan pasien.
  • Identifikasi dan pengendalian risiko.
  • Komunikasi efektif.
  • Pelaporan insiden.
  • Analisis dan investigasi insiden.
  • Root Cause Analysis (RCA).
  • Manajemen risiko.
  • Budaya keselamatan.
  • Monitoring dan evaluasi.
  • Penyusunan tindak lanjut perbaikan.

Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, simulasi, studi kasus, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.


CONTOH PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN

Sebagai contoh, dalam proses pelayanan ditemukan adanya risiko kesalahan pemberian obat.

Fasilitas pelayanan kesehatan dapat melakukan beberapa langkah, seperti:

  • Mengidentifikasi sumber risiko.
  • Mengevaluasi proses pemberian obat.
  • Memastikan prosedur telah diterapkan.
  • Menganalisis faktor yang berkontribusi.
  • Melakukan perbaikan proses.
  • Melakukan monitoring terhadap hasil perbaikan.

Dengan pendekatan tersebut, keselamatan pasien tidak hanya berfokus pada kejadian yang telah terjadi, tetapi juga pada pencegahan agar risiko tidak berkembang menjadi insiden.


KESIMPULAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman.

Penerapan keselamatan pasien membutuhkan identifikasi risiko, pencegahan insiden, komunikasi efektif, pelaporan, analisis kejadian, tindak lanjut, serta budaya keselamatan yang melibatkan seluruh unsur organisasi.

Dengan penerapan sistem keselamatan pasien yang konsisten, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat meningkatkan keamanan pasien sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.


FAQ KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Apa itu keselamatan pasien (patient safety)?

Keselamatan pasien merupakan upaya sistematis untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan atau insiden yang dapat merugikan pasien selama proses pelayanan kesehatan.

Mengapa keselamatan pasien penting?

Keselamatan pasien penting untuk mengurangi risiko insiden, meningkatkan keamanan pelayanan, memperkuat mutu pelayanan, dan mendorong perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Apa saja aspek yang berkaitan dengan keselamatan pasien?

Aspek keselamatan pasien antara lain identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat, keamanan tindakan dan prosedur, pencegahan infeksi, serta pencegahan risiko jatuh sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Apa tujuan pelaporan insiden keselamatan pasien?

Pelaporan bertujuan membantu organisasi mengetahui kejadian dan kelemahan sistem sehingga dapat dilakukan analisis, pembelajaran, serta tindakan perbaikan untuk mencegah kejadian serupa.

Apa itu Root Cause Analysis (RCA)?

Root Cause Analysis atau RCA merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu kejadian dengan melihat berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien?

Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pimpinan, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan unit terkait.

Apakah keselamatan pasien hanya berlaku di rumah sakit?

Tidak. Prinsip keselamatan pasien juga penting diterapkan di puskesmas, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sesuai jenis pelayanan dan ketentuan yang berlaku.


BACA JUGA :


PENUTUP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY)

Peningkatan keselamatan pasien membutuhkan komitmen, kompetensi, komunikasi, dan sistem pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Melalui penerapan keselamatan pasien yang sistematis, fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi risiko lebih awal, mencegah insiden, melakukan pembelajaran dari kejadian, serta melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola pelayanan dalam penerapan keselamatan pasien, Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan program Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety) yang dapat diselenggarakan secara kelas publik maupun in-house training sesuai kebutuhan instansi.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Meningkatkan Kompetensi Trainer dalam Membangun Budaya Mutu dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit

Diselenggarakan oleh: Diklat Consulting Training Indonesia


Tentang Pelatihan

Pelatihan Training of Trainer (TOT) Mutu Rumah Sakit merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola mutu agar mampu menjadi trainer atau fasilitator internal dalam pelaksanaan program peningkatan mutu di rumah sakit.

Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai konsep mutu sekaligus kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan tersebut kepada tenaga kesehatan dan staf rumah sakit. Trainer internal berperan penting dalam membangun budaya mutu dan mendukung pelaksanaan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai manajemen mutu rumah sakit, tetapi juga dibekali kemampuan menyusun materi pelatihan, memilih metode pembelajaran, melakukan presentasi, memfasilitasi peserta, serta melaksanakan microteaching.


TUJUAN PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar mutu rumah sakit.
  2. Memahami prinsip dan sistem manajemen mutu pelayanan rumah sakit.
  3. Memahami kebijakan dan regulasi terkait peningkatan mutu rumah sakit.
  4. Memahami indikator mutu dan proses pengukuran mutu.
  5. Memahami proses pengumpulan, analisis, dan pelaporan data mutu.
  6. Mengidentifikasi permasalahan dan peluang peningkatan mutu.
  7. Menyusun materi pelatihan terkait mutu rumah sakit.
  8. Menerapkan metode pembelajaran orang dewasa dalam pelatihan.
  9. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan presentasi sebagai trainer.
  10. Melaksanakan microteaching dan melakukan evaluasi pembelajaran.

MANFAAT PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat:

  • Meningkatkan kompetensi sebagai trainer mutu rumah sakit.
  • Memahami pengelolaan program peningkatan mutu.
  • Mampu menyusun materi pembelajaran mutu secara sistematis.
  • Meningkatkan kemampuan presentasi dan fasilitasi.
  • Mampu melakukan microteaching sebagai trainer internal.
  • Meningkatkan kemampuan menyampaikan materi kepada tenaga kesehatan dan staf rumah sakit.
  • Mendukung pengembangan budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
  • Membantu pelaksanaan program peningkatan mutu secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar dan Prinsip Mutu Rumah Sakit
  2. Kebijakan dan Regulasi Peningkatan Mutu Rumah Sakit
  3. Sistem Manajemen Mutu Rumah Sakit
  4. Indikator dan Pengukuran Mutu Pelayanan
  5. Pengumpulan, Analisis, dan Pelaporan Data Mutu
  6. Identifikasi Masalah dan Analisis Akar Masalah
  7. Penyusunan Program Peningkatan Mutu
  8. Teknik Penyusunan Materi Pelatihan Mutu
  9. Metode Pembelajaran dan Teknik Fasilitasi
  10. Teknik Presentasi dan Komunikasi Trainer
  11. Praktik Microteaching Trainer Mutu
  12. Evaluasi Kompetensi dan Rencana Tindak Lanjut

PESERTA PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

  • Tim atau Komite Mutu Rumah Sakit.
  • Tim Keselamatan Pasien.
  • Manajemen rumah sakit.
  • Kepala bidang dan kepala unit.
  • Kepala instalasi.
  • Tenaga kesehatan.
  • Penanggung jawab program mutu.
  • Tim pendidikan dan pelatihan rumah sakit.
  • Trainer atau fasilitator internal.
  • Staf rumah sakit yang ditugaskan sebagai trainer mutu.

FAQ PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

1. Apa itu Pelatihan Training of Trainer (TOT) Mutu Rumah Sakit?
Pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta agar mampu menjadi trainer atau fasilitator internal dalam menyampaikan materi dan mendukung program peningkatan mutu rumah sakit.

2. Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?
Tim mutu, tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, kepala unit, penanggung jawab mutu, trainer internal, dan staf yang ditugaskan sebagai fasilitator pelatihan.

3. Apa saja materi yang diberikan?
Materi meliputi konsep mutu rumah sakit, indikator mutu, pengukuran mutu, analisis data, program peningkatan mutu, teknik fasilitasi, presentasi, dan microteaching.

4. Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?
Peserta memperoleh kemampuan sebagai trainer internal serta mampu menyampaikan materi mutu secara sistematis dan aplikatif.

5. Apakah tersedia praktik microteaching?
Ya. Peserta melakukan praktik penyampaian materi dan memperoleh evaluasi serta umpan balik dari fasilitator.

6. Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara in-house?
Ya. Pelatihan dapat diselenggarakan secara in-house training sesuai kebutuhan rumah sakit.


PENUTUP PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia siap membantu rumah sakit meningkatkan kompetensi trainer internal melalui Pelatihan Training of Trainer (TOT) Mutu Rumah Sakit. Pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing instansi.

BACA JUGA :


WAKTU PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MUTU RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

Diselenggarakan oleh: Diklat Consulting Training Indonesia


LATAR BELAKANG

Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dituntut untuk menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sehingga rumah sakit dapat meningkatkan efektivitas pelayanan tanpa mengabaikan prinsip tata kelola yang baik.

Keberhasilan implementasi BLUD tidak hanya bergantung pada aspek pengelolaan keuangan, tetapi juga pada kemampuan manajemen rumah sakit dalam menyusun perencanaan, mengelola sumber daya, mengendalikan anggaran, melakukan pengukuran kinerja, serta menyusun laporan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelatihan Manajemen BLUD Rumah Sakit diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami tata kelola BLUD, pengelolaan keuangan, penyusunan dokumen perencanaan, penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), pengukuran kinerja, serta evaluasi pengelolaan BLUD guna mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan regulasi pengelolaan BLUD Rumah Sakit
  • Memahami tata kelola organisasi BLUD Rumah Sakit
  • Menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) sesuai ketentuan
  • Mengelola keuangan BLUD secara efektif, efisien, dan akuntabel
  • Menyusun laporan keuangan dan laporan kinerja BLUD
  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan BLUD
  • Meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan Rumah Sakit BLUD

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

  1. Kebijakan dan Regulasi Pengelolaan BLUD Rumah Sakit
  2. Tata Kelola Organisasi dan Manajemen BLUD Rumah Sakit
  3. Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)
  4. Pengelolaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan BLUD
  5. Pengelolaan Pendapatan, Belanja, dan Aset Rumah Sakit BLUD
  6. Pengadaan Barang dan Jasa pada BLUD Rumah Sakit
  7. Pengukuran Kinerja dan Akuntabilitas BLUD Rumah Sakit
  8. Monitoring, Audit Internal, dan Evaluasi Pengelolaan BLUD
  9. Strategi Peningkatan Kinerja dan Pengembangan Layanan Rumah Sakit BLUD
  10. Studi Kasus dan Best Practice Implementasi BLUD Rumah Sakit

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Direktur Rumah Sakit
  • Wakil Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Bagian Perencanaan
  • Kepala Bagian Keuangan
  • Kepala Bidang Pelayanan
  • Pejabat Pengelola BLUD
  • Bendahara BLUD
  • Tim Penyusun Renstra dan RBA
  • Satuan Pengawas Internal (SPI)
  • Pejabat Dinas Kesehatan
  • Seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan BLUD Rumah Sakit

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami penerapan BLUD sesuai regulasi
  • Mengoptimalkan tata kelola Rumah Sakit BLUD
  • Menyusun Renstra dan RBA secara efektif
  • Mengelola keuangan BLUD secara profesional
  • Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan rumah sakit
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan dan kinerja organisasi

FAQ PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

1. Apa itu Pelatihan Manajemen BLUD Rumah Sakit?

Pelatihan ini merupakan program peningkatan kompetensi dalam pengelolaan BLUD Rumah Sakit yang meliputi tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, penyusunan Renstra, penyusunan RBA, dan pengukuran kinerja.

2. Siapa yang perlu mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ini ditujukan bagi Direksi Rumah Sakit, pejabat pengelola BLUD, bagian perencanaan, keuangan, SPI, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan BLUD.

3. Apa saja materi yang dipelajari?

Materi meliputi regulasi BLUD, tata kelola organisasi, penyusunan Renstra dan RBA, pengelolaan keuangan, laporan keuangan, audit internal, pengukuran kinerja, dan studi kasus implementasi BLUD.

4. Apakah pelatihan ini dapat dilaksanakan secara In-House Training?

Ya. Pelatihan dapat diselenggarakan secara In-House Training maupun Public Training sesuai kebutuhan instansi.

5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat pelatihan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


PENUTUP PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

Pelatihan Manajemen BLUD Rumah Sakit diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola BLUD secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi. Dengan penerapan tata kelola BLUD yang baik, rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, memperkuat kualitas pelayanan, serta memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Diklat Consulting Training Indonesia berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan yang aplikatif, berbasis regulasi, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.


BACA JUGA : PELATIHAN PENYUSUNAN RENSTRA & RBA RUMAH SAKIT


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN BLUD RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

Strategi Pengelolaan Pelatihan Terakreditasi untuk Peningkatan Kompetensi SDM Rumah Sakit

Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) di rumah sakit merupakan bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, profesionalisme tenaga kesehatan, serta pencapaian standar akreditasi rumah sakit. Unit Diklat memiliki peran strategis dalam merencanakan, menyelenggarakan, dan mengevaluasi program pelatihan yang berkesinambungan sesuai kebutuhan organisasi dan perkembangan pelayanan kesehatan.

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, efektif, dan efisien. Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, regulasi, dan tuntutan mutu pelayanan, rumah sakit dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga medis maupun tenaga kesehatan melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang terstruktur.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menegaskan bahwa pelatihan dan peningkatan kompetensi merupakan kebutuhan berkelanjutan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menjaga mutu praktik pelayanan kesehatan.

Selain itu, penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan perlu memperhatikan standar akreditasi institusi penyelenggara pelatihan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, perencanaan pelatihan, pelaksanaan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi pelatihan.

Namun demikian, masih terdapat rumah sakit yang belum memiliki sistem pengelolaan Diklat yang optimal dan terstandar. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas bagi pengelola Diklat rumah sakit agar mampu menyelenggarakan program pelatihan dan peningkatan kompetensi yang efektif, terakreditasi, dan berkelanjutan.


TUJUAN PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

Peserta diharapkan mampu:

  • Memahami peran strategis unit Diklat dalam sistem manajemen rumah sakit
  • Mengelola pelatihan dan peningkatan kompetensi sesuai standar akreditasi Kementerian Kesehatan
  • Memahami standar sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan
  • Menyusun perencanaan pelatihan dan pengembangan kompetensi secara sistematis
  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pelatihan secara efektif
  • Merancang program pelatihan terakreditasi di rumah sakit
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui pengembangan SDM berkelanjutan

MATERI PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

  1. Konsep Manajemen Diklat di Rumah Sakit
  2. Pengorganisasian Unit Diklat Rumah Sakit Menuju Penyelenggaraan Pelatihan Terakreditasi
  3. Peran Bagian Diklat dalam Standar Akreditasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  4. Standar Sumber Daya Manusia pada Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan
  5. Standar Fasilitas dan Peralatan Institusi Penyelenggara Pelatihan Terakreditasi
  6. Perencanaan Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Bidang Kesehatan
  7. Pelaksanaan Pelatihan dan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Terakreditasi
  8. Monitoring dan Evaluasi Pelatihan serta Kegiatan Peningkatan Kompetensi
  9. Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan
  10. Rencana Tindak Lanjut Perencanaan dan Pelaksanaan Pelatihan Terakreditasi

PESERTA PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Kepala Bidang atau Seksi Diklat Rumah Sakit
  • Staf Bidang Diklat Rumah Sakit
  • Bagian SDM dan Pengembangan Kompetensi
  • Penanggung Jawab Mutu dan Akreditasi Rumah Sakit
  • Tim Pendidikan dan Pelatihan Rumah Sakit
  • Pengelola Pelatihan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • Dinas Kesehatan
  • Institusi Pelayanan Kesehatan lainnya

BACA JUGA : PELATIHAN MANAJEMEN DIKLAT RUMAH SAKIT


MANFAAT PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

  • Meningkatkan kompetensi pengelola Diklat rumah sakit.
  • Memahami standar penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan.
  • Menyusun program pelatihan berbasis kebutuhan organisasi.
  • Mendukung pemenuhan standar mutu dan akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi pelatihan.

FAQ PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

Apakah pelatihan ini sesuai standar Kementerian Kesehatan?

Ya, materi pelatihan disusun mengacu pada regulasi dan standar pelatihan bidang kesehatan.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ditujukan bagi pengelola Diklat, SDM, mutu, dan akreditasi rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya, seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan.

Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara online?

Pelatihan dapat dilaksanakan secara online maupun offline sesuai kebutuhan instansi.


Pelatihan Pengelolaan Diklat di Rumah Sakit  diselenggarakan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas unit Diklat agar mampu menyelenggarakan program pelatihan dan peningkatan kompetensi yang terakreditasi, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Melalui pelatihan ini diharapkan rumah sakit memiliki sistem pengelolaan Diklat yang terstruktur, profesional, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta pengembangan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan secara optimal.


WAKTU PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PENGELOLAAN DIKLAT DI RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026

03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

 PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN STANDAR WHO)

Peningkatan Mutu Pelayanan Imunisasi dan Keamanan Vaksin


Deskripsi Pelatihan

Pelatihan Vaksinologi (Vaksin Standar WHO) merupakan program peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan dalam memahami konsep dasar vaksinologi, pelaksanaan imunisasi, keamanan vaksin, serta pengelolaan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sesuai standar World Health Organization.

Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah penyakit menular, meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity), serta menurunkan angka kesakitan dan kematian. Oleh karena itu, pelayanan imunisasi harus dilaksanakan sesuai prosedur, standar penyimpanan vaksin (cold chain management), serta prinsip keselamatan pasien.

Dalam pelaksanaan program imunisasi, tenaga kesehatan dituntut memiliki kemampuan dalam pengelolaan vaksin, teknik pemberian imunisasi, pemantauan keamanan vaksin, serta penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Selain itu, kemampuan komunikasi risiko imunisasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi nasional.

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenai vaksinologi, keamanan vaksin, serta strategi peningkatan mutu pelayanan imunisasi di fasilitas pelayanan kesehatan.


TUJUAN PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai vaksinologi dan program imunisasi sesuai standar WHO
  • Meningkatkan pemahaman tentang keamanan vaksin dan pengelolaan KIPI
  • Meningkatkan mutu pelayanan imunisasi yang aman, efektif, dan berkualitas
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi risiko dan edukasi imunisasi kepada masyarakat
  • Mendukung keberhasilan program imunisasi nasional dan internasional

MATERI PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

  1. Konsep Dasar Imunisasi dan Vaksinologi
  2. Jenis dan Cara Kerja Vaksin
  3. Program Imunisasi Nasional dan Internasional
  4. Vaksinasi Internasional (International Certificate of Vaccination / ICV)
  5. Standar Penyimpanan dan Distribusi Vaksin (Cold Chain Management)
  6. Teknik Pemberian Imunisasi yang Aman
  7. Keamanan Vaksin dan Surveilans KIPI
  8. Klasifikasi dan Penanganan KIPI
  9. Prinsip Dasar Komunikasi Risiko Imunisasi
  10. Strategi Peningkatan Penerimaan Imunisasi di Masyarakat
  11. Peran Lembaga Nasional dan Internasional dalam Keamanan Vaksin

PESERTA PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Tenaga Kesehatan Masyarakat
  • Tenaga Farmasi
  • Pengelola Program Imunisasi
  • Petugas Puskesmas
  • Klinik dan Rumah Sakit
  • Dinas Kesehatan
  • Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya

MANFAAT MENGIKUTI PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

  • Memahami konsep dasar vaksinologi sesuai standar World Health Organization (WHO).
  • Meningkatkan kompetensi dalam pelayanan imunisasi yang aman, efektif, dan berkualitas.
  • Menguasai pengelolaan penyimpanan serta distribusi vaksin melalui sistem Cold Chain Management.
  • Memahami tata laksana Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sesuai pedoman yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi risiko untuk mendukung keberhasilan program imunisasi.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

FAQ PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

Apa yang dimaksud dengan Pelatihan Vaksinologi?

Pelatihan Vaksinologi merupakan program peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan yang membahas konsep dasar vaksinologi, pelayanan imunisasi, keamanan vaksin, pengelolaan KIPI, serta penyimpanan vaksin sesuai standar WHO.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ini diperuntukkan bagi dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, tenaga kesehatan masyarakat, pengelola program imunisasi, petugas puskesmas, rumah sakit, klinik, dinas kesehatan, serta tenaga kesehatan lainnya.

Apakah peserta memperoleh sertifikat?

Ya. Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh Sertifikat Pelatihan dari Diklat Consulting Training Indonesia.


BACA JUGA : PELATIAHAN VAKSINOLOGI


Pelatihan Vaksinologi (Vaksin Standar WHO) diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan imunisasi yang aman, efektif, dan sesuai standar internasional. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip vaksinologi, keamanan vaksin, pengelolaan Cold Chain Management, serta penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keberhasilan program imunisasi di Indonesia.


WAKTU PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN VAKSINOLOGI (VAKSIN WHO)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Program Antimicrobial Stewardship untuk Pengendalian Resistensi Antibiotik di Rumah Sakit

Diklat Consulting Training Indonesia


DESKRIPSI PELATIHAN

Pelatihan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) Rumah Sakit merupakan program peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengelola penggunaan antibiotik secara rasional, efektif, dan berbasis bukti guna mencegah terjadinya resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR).

Resistensi antimikroba merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan modern yang dapat meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, serta biaya pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan program Antimicrobial Stewardship yang terstruktur dan berkelanjutan di setiap rumah sakit.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan PPRA, penggunaan antibiotik rasional, pengawasan pola resistensi kuman, serta implementasi program pengendalian antibiotik sesuai standar akreditasi rumah sakit dan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Seiring meningkatnya kasus resistensi antimikroba di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit perlu menerapkan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) secara optimal. Implementasi program ini tidak hanya bertujuan mengendalikan penggunaan antibiotik agar lebih rasional dan efektif, tetapi juga mendukung peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, efisiensi biaya pengobatan, serta pemenuhan regulasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan standar akreditasi rumah sakit. Oleh karena itu, tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim PPRA perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam menyusun kebijakan, melakukan audit penggunaan antibiotik, memantau pola resistensi mikroorganisme, serta mengevaluasi efektivitas program secara berkelanjutan.


TUJUAN PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan program PPRA di rumah sakit.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dasar resistensi antimikroba (AMR)
  • Mengimplementasikan program PPRA di rumah sakit
  • Meningkatkan penggunaan antibiotik secara rasional
  • Melakukan pengawasan dan evaluasi penggunaan antibiotik
  • Mengembangkan program antimicrobial stewardship
  • Menyusun kebijakan pengendalian antibiotik di rumah sakit
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien

MATERI PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar Resistensi Antimikroba (AMR)
  2. Kebijakan Nasional PPRA di Rumah Sakit
  3. Prinsip Penggunaan Antibiotik Rasional
  4. Antimicrobial Stewardship Program (ASP)
  5. Pola Kuman dan Resistensi di Rumah Sakit
  6. Formularium dan Kebijakan Antibiotik
  7. Audit Penggunaan Antibiotik
  8. Monitoring dan Evaluasi Penggunaan Antibiotik
  9. Surveilans Infeksi dan Resistensi Kuman
  10. Strategi Pengendalian Resistensi Antibiotik
  11. Studi Kasus Implementasi PPRA di Rumah Sakit

PESERTA PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Dokter
  • Apoteker
  • Perawat
  • Tim PPRA Rumah Sakit
  • Komite Farmasi dan Terapi (KFT)
  • Komite Pengendalian Infeksi
  • Tenaga Laboratorium Mikrobiologi
  • Manajemen Rumah Sakit
  • Instalasi Farmasi Rumah Sakit

MANFAAT PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan kompetensi dalam pengendalian resistensi antibiotik
  • Meningkatkan keselamatan pasien (patient safety)
  • Menurunkan risiko infeksi dan resistensi kuman
  • Mendukung program akreditasi rumah sakit
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan antibiotik
  • Memperkuat sistem pengawasan terapi antibiotik

FAQ PELATIHAN PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (PPRA) RUMAH SAKIT

Apa itu PPRA Rumah Sakit?

PPRA adalah program pengendalian resistensi antimikroba untuk memastikan penggunaan antibiotik yang rasional dan aman di rumah sakit.

Siapa yang wajib mengikuti pelatihan ini?

Tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, perawat, serta tim PPRA rumah sakit.

Apakah pelatihan ini sesuai standar akreditasi?

Ya, materi disusun sesuai standar akreditasi rumah sakit dan kebijakan nasional.

Apakah peserta mendapat sertifikat?

Ya, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan resmi.


Sehubungan dengan hal tersebut, DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA menyelenggarakan Pelatihan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) Rumah Sakit sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengendalian penggunaan antibiotik secara rasional dan aman.

Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung implementasi program antimicrobial stewardship, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta penurunan risiko resistensi antimikroba di rumah sakit secara berkelanjutan.


BACA JUGA : PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)


Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dalam pengendalian resistensi antimikroba dan penggunaan antibiotik secara rasional. Bersama Diklat Consulting Training Indonesia, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai implementasi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA), penerapan Antimicrobial Stewardship, serta strategi meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.


METODE PELATIHAN YANG INTERAKTIF DAN PRAKTIS

Pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran yang efektif, seperti:

  • Ceramah interaktif
  • Studi kasus
  • Diskusi kelompok
  • Simulasi dan praktik asesmen langsung

Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan secara langsung dalam dunia kerja.


BACA JUGA : PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) RUMAH SAKIT


KEUNGGULAN PELATIHAN DI DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Diklat Consulting Training Indonesia menghadirkan pelatihan dengan keunggulan:

  • Materi sesuai standar nasional dan kebutuhan industri kesehatan
  • Narasumber berpengalaman dan praktisi
  • Fleksibel (online, offline, dan in house training)
  • Pendekatan praktis dan aplikatif
  • Mendukung persiapan sertifikasi asesor kompetensi

PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

DAFTAR SEKARANG PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Anda sebagai asesor tenaga kesehatan.

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

Strategi Implementasi Rekam Medis Elektronik untuk Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan

Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME)  merupakan program peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dalam memahami implementasi sistem dokumentasi medis berbasis digital yang terintegrasi, aman, dan sesuai regulasi nasional.

Transformasi digital kesehatan saat ini menjadi prioritas dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) tidak hanya mendukung efisiensi pelayanan dan akurasi dokumentasi pasien, tetapi juga meningkatkan keamanan data kesehatan, integrasi pelayanan, serta pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan tepat.

Penerapan RME juga menjadi bagian penting dalam standar akreditasi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, termasuk integrasi dengan platform SATUSEHAT dan sistem pelayanan kesehatan nasional.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai regulasi, tata kelola, keamanan informasi, integrasi sistem, serta strategi implementasi Rekam Medis Elektronik secara efektif dan berkelanjutan di rumah sakit maupun puskesmas.


TUJUAN PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola serta mengimplementasikan sistem Rekam Medis Elektronik sesuai standar nasional dan praktik terbaik digital health.

Peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan manfaat implementasi Rekam Medis Elektronik dalam pelayanan kesehatan
  • Meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam transformasi digital rekam medis
  • Memahami regulasi dan standar nasional terkait implementasi RME
  • Mengelola tata kelola data medis yang aman, efektif, dan terintegrasi
  • Meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan dokumentasi pasien
  • Mendukung implementasi kebijakan transformasi digital kesehatan nasional

MATERI PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

  1. Konsep Dasar dan Tujuan Implementasi Rekam Medis Elektronik
  2. Regulasi dan Standar Nasional terkait RME
  3. Kebijakan SATUSEHAT dan Transformasi Digital Kesehatan
  4. Komponen dan Fitur Utama Sistem RME
  5. Pengelolaan Data Pasien dan Dokumentasi Klinis Digital
  6. Integrasi RME dengan SIMRS dan BPJS Kesehatan
  7. Sistem e-Claim dan Interoperabilitas Data Kesehatan
  8. Pengelolaan Hak Akses, Privasi, dan Keamanan Informasi Pasien
  9. Audit Rekam Medis Elektronik dan Manajemen Mutu Data
  10. Tantangan dan Strategi Implementasi RME di Rumah Sakit dan Puskesmas
  11. Simulasi Penggunaan Sistem RME Berbasis Aplikasi/SIMRS

PESERTA PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Kepala Instalasi Rekam Medis
  • Petugas Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
  • Manajemen Rumah Sakit
  • Tim SIMRS dan Teknologi Informasi Rumah Sakit
  • Dokter
  • Perawat
  • Puskesmas
  • Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • Tim Akreditasi dan Mutu Rumah Sakit

MANFAAT MENGIKUTI PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan regulasi Rekam Medis Elektronik sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
  • Mengimplementasikan sistem RME secara efektif di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik.
  • Mengintegrasikan RME dengan SIMRS dan platform SATUSEHAT.
  • Meningkatkan keamanan, kerahasiaan, dan kualitas data rekam medis pasien.
  • Mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan yang efisien dan berkelanjutan.
  • Meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi akreditasi.

FAQ PELATIHAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

Apakah pelatihan ini sesuai regulasi Kementerian Kesehatan?

Ya, materi pelatihan mengacu pada regulasi dan kebijakan transformasi digital kesehatan nasional.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya, seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan dapat diikuti oleh tenaga kesehatan, petugas rekam medis, manajemen rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Apakah terdapat praktik penggunaan sistem RME?

Ya, pelatihan dilengkapi simulasi penggunaan sistem Rekam Medis Elektronik berbasis aplikasi/SIMRS.


Pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME) diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelola fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengimplementasikan sistem rekam medis digital yang terintegrasi, aman, dan sesuai regulasi nasional. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mendukung transformasi digital kesehatan, meningkatkan mutu pelayanan, menjaga keamanan data pasien, serta mengoptimalkan implementasi Rekam Medis Elektronik di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.


METODE PELATIHAN YANG INTERAKTIF DAN PRAKTIS

Pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran yang efektif, seperti:

  • Ceramah interaktif
  • Studi kasus
  • Diskusi kelompok
  • Simulasi dan praktik asesmen langsung

Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan secara langsung dalam dunia kerja.


BACA JUGA : PELATIHAN KODING ICD-10, ICD-9-CM DAN INA-CBGs


PENYELENGGARAAN FLEKSIBEL SELURUH INDONESIA

Pelatihan tersedia di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta dapat dilaksanakan secara:

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dalam implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Bersama Diklat Consulting Training Indonesia, tingkatkan kemampuan Anda dalam pengelolaan rekam medis digital, integrasi SATUSEHAT, keamanan informasi kesehatan, dan transformasi digital pelayanan kesehatan menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang modern, efisien, dan berkualitas.


TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman,  Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

“Meningkatkan Profesionalisme dan Tata Kelola Keperawatan melalui Penguatan Peran Komite Keperawatan yang Efektif dan Berorientasi pada Mutu Pelayanan”


Deskripsi Pelatihan Komite Keperawatan Rumah Sakit

Pelatihan Komite Keperawatan Rumah Sakit merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi perawat dalam menjalankan fungsi Komite Keperawatan sesuai dengan regulasi dan standar akreditasi rumah sakit. Komite Keperawatan memiliki peran penting dalam menjaga profesionalisme tenaga keperawatan, meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, serta mendukung keselamatan pasien di rumah sakit.

Komite Keperawatan bertanggung jawab dalam proses kredensial, rekredensial, pembinaan etik dan disiplin profesi, pengembangan kompetensi, serta pemberian rekomendasi kewenangan klinis bagi tenaga keperawatan. Pelaksanaan fungsi komite yang optimal akan mendukung tata kelola klinis yang baik dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai struktur organisasi Komite Keperawatan, tugas dan fungsi komite, proses kredensial dan rekredensial, kewenangan klinis, pembinaan etik profesi, serta implementasi standar Komite Keperawatan dalam akreditasi rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami regulasi dan kebijakan terkait Komite Keperawatan.
  • Memahami tugas, fungsi, dan kewenangan Komite Keperawatan.
  • Melaksanakan proses kredensial dan rekredensial tenaga keperawatan.
  • Menyusun kewenangan klinis (clinical privilege) perawat.
  • Melaksanakan pembinaan etik dan disiplin profesi keperawatan.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

MATERI PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

  1. Konsep Dasar dan Regulasi Komite Keperawatan Rumah Sakit
  2. Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Komite Keperawatan
  3. Kredensial dan Rekredensial Tenaga Keperawatan
  4. Penyusunan Kewenangan Klinis (Clinical Privilege) Perawat
  5. Pemetaan Kompetensi dan Jenjang Karier Perawat
  6. Etika, Disiplin, dan Profesionalisme Keperawatan
  7. Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Tenaga Keperawatan
  8. Peran Komite Keperawatan dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
  9. Dokumentasi dan Administrasi Komite Keperawatan
  10. Studi Kasus dan Implementasi Komite Keperawatan di Rumah Sakit

PESERTA PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

  • Ketua Komite Keperawatan
  • Anggota Komite Keperawatan
  • Kepala Bidang Keperawatan
  • Kepala Ruangan
  • Perawat Klinis
  • Manajer Keperawatan
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Pengelola SDM Keperawatan
  • Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit dan Klinik

MANFAAT PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

✔ Memahami fungsi dan peran Komite Keperawatan secara komprehensif.
✔ Meningkatkan kualitas proses kredensial dan rekredensial perawat.
✔ Mendukung tata kelola keperawatan yang profesional.
✔ Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
✔ Mendukung kesiapan rumah sakit dalam menghadapi akreditasi.


BACA JUGA : PELATIHAN PENGEMBANGAN KARIR PERAWAT BERBASIS KOMPETENSI DI RUMAH SAKIT


PENUTUP

Melalui Pelatihan Komite Keperawatan Rumah Sakit, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan peran dan fungsi Komite Keperawatan dalam mendukung profesionalisme tenaga keperawatan, peningkatan mutu pelayanan, serta keselamatan pasien. Implementasi Komite Keperawatan yang efektif akan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.


WAKTU PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Meningkatkan Pemahaman dan Implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit untuk Pelayanan yang Bermutu dan Berfokus pada Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia 


Deskripsi Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)

Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dirancang untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, serta seluruh civitas hospitalia mengenai standar akreditasi rumah sakit yang berlaku di Indonesia. Akreditasi rumah sakit merupakan proses evaluasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola rumah sakit yang baik.

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) menjadi pedoman bagi rumah sakit dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi, efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Implementasi SNARS tidak hanya penting dalam menghadapi survei akreditasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai standar dan elemen penilaian SNARS, strategi implementasi di rumah sakit, persiapan survei akreditasi, serta penerapan budaya mutu dan keselamatan pasien sesuai standar akreditasi rumah sakit terbaru.


TUJUAN PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep, struktur, dan standar dalam SNARS.
  • Memahami elemen penilaian pada setiap bab akreditasi rumah sakit.
  • Mengimplementasikan standar akreditasi dalam pelayanan sehari-hari.
  • Mempersiapkan rumah sakit menghadapi survei akreditasi.
  • Meningkatkan budaya mutu dan keselamatan pasien.
  • Mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  1. Konsep Dasar dan Kebijakan Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia
  2. Strategi Implementasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)
  3. Persiapan dan Strategi Menghadapi Survei Akreditasi Rumah Sakit
  4. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  5. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI)
  6. Asesmen Pasien (AP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), serta Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)
  7. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) serta Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)
  8. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Akses dan Kontinuitas Pelayanan (ARK)
  9. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), serta Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)
  10. Program Nasional, Integrasi Pendidikan Kesehatan, dan Studi Kasus Implementasi SNARS

PESERTA PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  • Direktur Rumah Sakit
  • Wakil Direktur Rumah Sakit
  • Kepala Bidang dan Kepala Instalasi
  • Ketua dan Anggota Komite Rumah Sakit
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit
  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Apoteker
  • Tenaga Kesehatan Lainnya
  • Seluruh staf yang terlibat dalam implementasi akreditasi rumah sakit

MANFAAT PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

✔ Memahami standar akreditasi rumah sakit terbaru.
✔ Meningkatkan kesiapan menghadapi survei akreditasi.
✔ Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
✔ Mendukung implementasi budaya mutu di rumah sakit.
✔ Memperkuat tata kelola dan manajemen rumah sakit.


BACA JUGA : PELATIHAN PERSIAPAN AKREDITASI RUMAH SAKIT  


PENUTUP

Melalui Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai standar akreditasi rumah sakit dan strategi implementasinya dalam pelayanan kesehatan. Pelatihan ini diharapkan mampu membantu rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kesiapan menghadapi proses akreditasi secara optimal.


WAKTU PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selas\a-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin


UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan1

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkaan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”