Pos

PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Diselenggarakan oleh: DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA


LATAR BELAKANG

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit menjadi salah satu regulasi penting dalam penyelenggaraan rumah sakit di Indonesia. Terbitnya regulasi ini membawa ketentuan yang perlu dipahami dan diimplementasikan oleh pemilik, pimpinan, manajemen, tenaga kesehatan, serta unsur terkait dalam penyelenggaraan rumah sakit.

Implementasi regulasi baru membutuhkan pemahaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kemampuan untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan, organisasi, tata kelola, pelayanan, pengawasan, serta sistem pengelolaan rumah sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, rumah sakit perlu memastikan bahwa berbagai kebijakan dan mekanisme internal telah selaras dengan regulasi terbaru, termasuk pengaturan mengenai penyelenggaraan rumah sakit, organisasi dan tata kelola, peraturan internal rumah sakit, tata kelola klinis, sumber daya manusia, pelayanan, mutu dan keselamatan pasien, serta pengawasan dan akuntabilitas.

Bagi Rumah Sakit Daerah/RSUD, implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 juga perlu diselaraskan dengan karakteristik organisasi, hubungan dengan pemilik, Dewan Pengawas, pimpinan rumah sakit, serta ketentuan pengelolaan BLUD apabila rumah sakit menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD.

Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit, sekaligus membantu peserta mengidentifikasi perubahan, kebutuhan penyesuaian, dan langkah implementasi di lingkungan rumah sakit.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman regulasi sekaligus pembahasan praktis melalui studi kasus dan diskusi permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami latar belakang dan ketentuan utama Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit.
  • Memahami perubahan dan ketentuan penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan regulasi terbaru.
  • Memahami prinsip organisasi dan tata kelola rumah sakit.
  • Memahami ketentuan mengenai peraturan internal rumah sakit dan tata kelola klinis.
  • Memahami peran pemilik, pimpinan rumah sakit, Dewan Pengawas, dan unsur terkait.
  • Mengidentifikasi kebijakan internal yang perlu disesuaikan dengan regulasi terbaru.
  • Memahami aspek mutu, keselamatan pasien, pelayanan, dan pengawasan rumah sakit.
  • Memahami penerapan akuntabilitas, transparansi, pengendalian internal, dan manajemen risiko.
  • Menganalisis permasalahan implementasi regulasi di lingkungan rumah sakit.
  • Menyusun rencana tindak lanjut implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 di rumah sakit.

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

  1. Overview Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit
  2. Perubahan dan Ketentuan Baru dalam Penyelenggaraan Rumah Sakit
  3. Organisasi dan Tata Kelola Rumah Sakit
  4. Peraturan Internal Rumah Sakit dan Tata Kelola Klinis
  5. Peran Pemilik, Pimpinan Rumah Sakit, dan Dewan Pengawas
  6. Kewenangan, Tanggung Jawab, Koordinasi, dan Pengambilan Keputusan
  7. Penyelenggaraan Pelayanan, Mutu, dan Keselamatan Pasien
  8. Sumber Daya Manusia dan Pengelolaan Profesionalisme Tenaga Kesehatan
  9. Pengawasan, Akuntabilitas, Pengendalian Internal, dan Manajemen Risiko
  10. Analisis Implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut

PESERTA PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  • Direktur/Kepala Rumah Sakit
  • Wakil Direktur
  • Manajemen Rumah Sakit
  • Dewan Pengawas Rumah Sakit
  • Pejabat struktural dan manajerial
  • Kepala Instalasi/Unit
  • Komite Rumah Sakit
  • Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • Bagian Hukum/Legal Rumah Sakit
  • Bagian Administrasi dan Tata Kelola
  • Tim BLUD
  • Tenaga kesehatan
  • Tenaga profesional dan staf yang terlibat dalam penyelenggaraan rumah sakit

MANFAAT PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Peserta memperoleh pemahaman mengenai:

  • Ketentuan terbaru penyelenggaraan rumah sakit.
  • Implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026.
  • Perubahan kebijakan dan sistem penyelenggaraan rumah sakit.
  • Organisasi dan tata kelola rumah sakit.
  • Peraturan internal rumah sakit dan tata kelola klinis.
  • Peran dan tanggung jawab unsur penyelenggara rumah sakit.
  • Mutu dan keselamatan pasien.
  • Pengawasan dan pengendalian internal.
  • Akuntabilitas dan manajemen risiko.
  • Penyusunan langkah tindak lanjut implementasi regulasi.

BACA JUGA :

FAQ-PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Apa yang dimaksud dengan Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit?

Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 merupakan regulasi yang mengatur penyelenggaraan rumah sakit dan menjadi salah satu dasar penting bagi rumah sakit dalam menyesuaikan penyelenggaraan organisasi dan pelayanan dengan ketentuan terbaru.

Mengapa rumah sakit perlu mengikuti pelatihan implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026?

Karena perubahan regulasi membutuhkan pemahaman dan penyesuaian pada berbagai aspek penyelenggaraan rumah sakit. Pelatihan membantu peserta memahami ketentuan tersebut serta mengidentifikasi kebutuhan implementasinya di lingkungan rumah sakit.

Apakah pelatihan ini hanya untuk RSUD?

Tidak. Pelatihan dapat diikuti oleh rumah sakit pemerintah maupun swasta. Materi juga dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing rumah sakit.

Apakah materi pelatihan membahas tata kelola rumah sakit?

Ya. Tata kelola rumah sakit menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan, tetapi pelatihan memiliki cakupan yang lebih luas karena membahas implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 secara keseluruhan.

Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara In-House Training?

Ya. Pelatihan dapat diselenggarakan secara In-House Training sesuai kebutuhan dan permintaan rumah sakit atau instansi.


PENUTUP PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Pemahaman terhadap regulasi terbaru merupakan bagian penting dalam menjaga penyelenggaraan rumah sakit agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan unsur pimpinan, manajemen, tenaga kesehatan, komite, Dewan Pengawas, serta unsur terkait lainnya.

Melalui Pelatihan Implementasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit, peserta diharapkan mampu memahami ketentuan terbaru, mengidentifikasi kebutuhan penyesuaian di lingkungan rumah sakit, serta menyusun langkah tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi.


WAKTU PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif), 08.00–16.00 WIB
  • Kelas Publik: Tatap muka di Yogyakarta atau kota lain sesuai jadwal/permintaan
  • Online: Zoom Meeting, jadwal reguler setiap bulan
  • In-House Training: Di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANG RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal.

 JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2027
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan

Batch 1 Batch 2 Batch 3

Batch 4

Januari 2027

05–07

(Selasa–Kamis)

12–14

(Selasa–Kamis)

20-22

(Rabu-Jumat)

27–29

(Rabu-Jumat)

Februari 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Sabtu-Jumat)

16-18

(Selasa-Kamis)

24-26

(Rabu-Jumat)

Maret 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Rabu-Jumat)

16–18

(Selasa-Kamis)

25-27

(Kamis–Sabtu)

April 2027

05-07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa–Kamis)

27–29

(Selasa–Kamis)

Mei 2027

04–06

(Selasa–Kamis)

11–13

(Selasa–Kamis)

20-22

(Kamis–Sabtu)

25-27

(Selasa–Kamis)

Juni 2027

03–05

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Rabu-Jumat)

15–17

(Selasa–Kamis)

24–26

(Kamis–Sabtu)

Juli 2027

05–07

(Senin–Rabu)

15-17

(Kamis-Jumat)

19-21

(Senin–Rabu)

26–28

(Senin–Rabu)

Agustus 2027

05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa–Kamis)

19–21

(Kamis-Jumat)

24–26

(Selasa–Kamis)

September 2027

06-08

(Senin–Rabu)

13-15

(Senin–Rabu)

20-22

(Senin–Rabu)

27-29

(Senin–Rabu)

Oktober 2027

04–06

(Senin–Rabu)

13-15

(Rabu-Jumat)

20-22

(Rabu-Jumat)

26–28

(Selasa–Kamis)

November 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa–Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Desember 2027

02-04

(Kamis–Sabtu)

08-10

(Rabu-Jumat)

14-16

(Selasa–Kamis)

23-25

(Kamis–Sabtu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas

Biaya

Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia


LATAR BELAKANG

Stroke merupakan kondisi yang membutuhkan pelayanan secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan. Pengenalan tanda dan gejala stroke secara dini menjadi bagian penting dalam mendukung proses penanganan pasien di rumah sakit.

Pelayanan pasien stroke tidak hanya mencakup penanganan pada fase awal, tetapi juga meliputi asesmen, pemantauan kondisi pasien, pencegahan komplikasi, pemberian asuhan, rehabilitasi, edukasi pasien dan keluarga, serta perencanaan tindak lanjut.

Dalam memberikan pelayanan stroke, diperlukan koordinasi dan kolaborasi berbagai profesi kesehatan. Dokter, perawat, fisioterapis, serta tenaga kesehatan lainnya memiliki peran dalam mendukung pelayanan pasien stroke sesuai dengan kompetensi dan tanggung jawab masing-masing.

Rumah sakit perlu memiliki tenaga kesehatan yang memahami prinsip pelayanan pasien stroke secara menyeluruh sehingga proses pelayanan dapat berjalan secara terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan pasien serta peningkatan mutu pelayanan.

Pelatihan Pelayanan Stroke Rumah Sakit diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan pasien stroke, mulai dari pengenalan tanda dan gejala, asesmen, penanganan, pemantauan, pencegahan komplikasi, rehabilitasi, hingga edukasi dan tindak lanjut pasien.


TUJUAN PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Memahami konsep dasar, klasifikasi, dan patofisiologi stroke.
  • Memahami faktor risiko dan upaya pencegahan stroke.
  • Meningkatkan kemampuan mengenali tanda dan gejala stroke secara dini.
  • Memahami prinsip asesmen awal pasien stroke.
  • Memahami prinsip penanganan pasien stroke di rumah sakit.
  • Memahami pemantauan kondisi pasien stroke secara berkesinambungan.
  • Memahami upaya pencegahan komplikasi pada pasien stroke.
  • Meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antarprofesi dalam pelayanan stroke.
  • Memahami prinsip rehabilitasi dan pemulihan pasien stroke.
  • Meningkatkan mutu dan keselamatan dalam pelayanan pasien stroke.

MATERI PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Materi pelatihan meliputi:

  1. Konsep Dasar, Klasifikasi, dan Patofisiologi Stroke
  2. Faktor Risiko, Pencegahan, dan Deteksi Dini Stroke
  3. Tanda dan Gejala Stroke serta Sistem Respons Cepat
  4. Asesmen Awal dan Penanganan Pasien Stroke
  5. Penatalaksanaan Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik
  6. Pemantauan dan Pengelolaan Kondisi Pasien Stroke
  7. Pencegahan Komplikasi pada Pasien Stroke
  8. Asuhan dan Kolaborasi Interprofesional dalam Pelayanan Stroke
  9. Rehabilitasi, Mobilisasi, dan Pemulihan Pasien Stroke
  10. Edukasi Pasien dan Keluarga, Discharge Planning, serta Tindak Lanjut Pasien Stroke

PESERTA PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Direktur dan Manajemen Rumah Sakit
  • Dokter
  • Perawat
  • Fisioterapis
  • Kepala Instalasi
  • Kepala Ruangan
  • Penanggung Jawab Pelayanan
  • Tim Pelayanan Stroke Rumah Sakit
  • Tenaga Kesehatan yang terlibat dalam pelayanan pasien stroke
  • Tenaga kesehatan lainnya yang terkait dengan pelayanan stroke

MANFAAT PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat:

  • Meningkatkan pemahaman mengenai pelayanan pasien stroke di rumah sakit.
  • Mengenali tanda dan gejala stroke secara lebih dini.
  • Memahami prinsip asesmen dan penanganan pasien stroke.
  • Meningkatkan kemampuan dalam pemantauan kondisi pasien stroke.
  • Memahami upaya pencegahan komplikasi pada pasien stroke.
  • Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarprofesi dalam pelayanan stroke.
  • Mendukung penerapan keselamatan pasien dalam pelayanan stroke.
  • Memahami prinsip rehabilitasi dan pemulihan pasien stroke.
  • Meningkatkan kemampuan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga.
  • Mendukung peningkatan mutu dan kesinambungan pelayanan stroke di rumah sakit.

BACA JUGA :

Pelayanan stroke membutuhkan koordinasi berbagai profesi dan kesinambungan pelayanan sejak pasien mendapatkan penanganan awal hingga proses pemulihan dan tindak lanjut. Pemahaman yang baik mengenai pelayanan stroke menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.


PENUTUP PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Pelayanan stroke di rumah sakit membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan. Tenaga kesehatan perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pengenalan tanda dan gejala, asesmen, penanganan, pemantauan, pencegahan komplikasi, rehabilitasi, serta edukasi pasien dan keluarga.

Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan pasien stroke secara terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan pasien serta mutu pelayanan rumah sakit.

Melalui Pelatihan Pelayanan Stroke Rumah Sakit, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam memberikan pelayanan kepada pasien stroke secara profesional, terintegrasi, dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

PELATIHAN PELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAANPELATIHAN PELAYANAN STROKE RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

MANAJEMEN NICU DAN PICU RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, FUNGSI, PERBEDAAN, DAN PENGELOLAAN PELAYANAN INTENSIF

MANAJEMEN NICU DAN PICU RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, FUNGSI, PERBEDAAN, DAN PENGELOLAAN PELAYANAN INTENSIF

Diklat Consulting Training Indonesia


PENGERTIAN NICU DAN PICU

Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) merupakan bagian dari pelayanan rumah sakit yang memberikan perawatan intensif kepada pasien dengan kondisi kritis sesuai kelompok usia dan kebutuhan klinis.

NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan unit perawatan intensif yang diperuntukkan bagi bayi baru lahir atau neonatus yang membutuhkan pemantauan dan penanganan khusus, termasuk bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, gangguan pernapasan, infeksi berat, maupun kondisi neonatal lainnya.

Sementara itu, PICU (Pediatric Intensive Care Unit) merupakan unit perawatan intensif untuk pasien bayi, anak, dan kelompok pediatrik tertentu yang mengalami kondisi kritis dan membutuhkan pemantauan serta intervensi intensif.

Pelayanan NICU dan PICU membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten, fasilitas yang sesuai, sistem kerja yang terintegrasi, serta kemampuan melakukan pemantauan pasien secara berkelanjutan.


MENGAPA MANAJEMEN NICU DAN PICU PENTING?

Pengelolaan NICU dan PICU tidak hanya berkaitan dengan perawatan pasien, tetapi juga mencakup tata kelola unit, sumber daya manusia, peralatan, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, dokumentasi, komunikasi, dan evaluasi mutu.

Manajemen yang baik diperlukan untuk memastikan bahwa pelayanan berjalan secara terkoordinasi dan mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan kondisi pasien kritis.

Beberapa aspek penting dalam manajemen NICU dan PICU meliputi:

  • Kesiapan tenaga kesehatan.
  • Ketersediaan fasilitas dan peralatan.
  • Sistem monitoring pasien.
  • Koordinasi multidisiplin.
  • Pencegahan dan pengendalian infeksi.
  • Keselamatan pasien.
  • Manajemen risiko.
  • Dokumentasi pelayanan.
  • Pengelolaan obat dan nutrisi.
  • Pemantauan mutu pelayanan.

PERBEDAAN NICU DAN PICU

Walaupun sama-sama merupakan unit pelayanan intensif, NICU dan PICU memiliki karakteristik pasien yang berbeda.

1. NICU

NICU berfokus pada pelayanan intensif bagi neonatus, terutama bayi yang membutuhkan pemantauan dan dukungan medis secara khusus.

Pasien NICU dapat mencakup bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi dengan gangguan pernapasan, infeksi, kelainan bawaan, serta kondisi lain yang membutuhkan perawatan intensif.

2. PICU

PICU berfokus pada pelayanan intensif pasien pediatrik dengan kondisi kritis.

Pasien dapat membutuhkan pemantauan ketat karena gangguan pernapasan, infeksi berat, gangguan neurologis, trauma, gangguan kardiovaskular, maupun kondisi kritis lainnya.

Dengan karakteristik tersebut, kebutuhan peralatan, kompetensi tenaga kesehatan, dan pendekatan pelayanan pada NICU dan PICU perlu disesuaikan dengan kondisi pasien.


FUNGSI NICU DAN PICU DI RUMAH SAKIT

NICU dan PICU memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem pelayanan rumah sakit, antara lain:

  1. Memberikan perawatan intensif kepada pasien neonatal dan pediatrik.
  2. Melakukan pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan.
  3. Memberikan dukungan terhadap fungsi organ yang mengalami gangguan.
  4. Melakukan stabilisasi pasien kritis.
  5. Mendukung pelayanan kegawatdaruratan neonatal dan pediatrik.
  6. Melaksanakan koordinasi pelayanan multidisiplin.
  7. Mendukung proses rujukan dan transfer pasien kritis.
  8. Menjamin kesinambungan pelayanan pasien.
  9. Mendukung keselamatan pasien dan pengendalian risiko klinis.
  10. Melakukan evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan.

SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PELAYANAN NICU DAN PICU

Kualitas pelayanan sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia.

Tim pelayanan dapat melibatkan:

  • Dokter spesialis anak.
  • Dokter umum sesuai kebutuhan pelayanan.
  • Dokter spesialis terkait.
  • Perawat NICU dan PICU.
  • Bidan untuk pelayanan neonatal sesuai kewenangan.
  • Tenaga farmasi.
  • Tenaga gizi.
  • Tenaga laboratorium.
  • Tenaga radiologi.
  • Tim PPI.
  • Tim keselamatan pasien.
  • Tim mutu rumah sakit.
  • Tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien.

Kolaborasi antarprofesi diperlukan agar proses pengambilan keputusan, pemantauan, intervensi, dan evaluasi pasien dapat berjalan secara terintegrasi.


FASILITAS DAN PERALATAN NICU DAN PICU

Pelayanan intensif membutuhkan fasilitas dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Beberapa fasilitas dan peralatan yang dapat digunakan antara lain:

  • Tempat tidur atau inkubator sesuai kebutuhan pasien.
  • Patient monitor.
  • Ventilator.
  • CPAP.
  • High Flow Nasal Cannula (HFNC).
  • Infusion pump.
  • Syringe pump.
  • Peralatan resusitasi.
  • Peralatan pemantauan tanda vital.
  • Peralatan pemberian nutrisi.
  • Peralatan pendukung kegawatdaruratan.
  • Sistem oksigen dan gas medis.
  • Peralatan pencegahan dan pengendalian infeksi.

Pengelolaan peralatan perlu mencakup ketersediaan, pemeliharaan, pemeriksaan fungsi, kebersihan, serta kesiapan penggunaan.


KESELAMATAN PASIEN DI NICU DAN PICU

Pasien neonatal dan pediatrik kritis memiliki kebutuhan pelayanan yang kompleks sehingga keselamatan pasien menjadi bagian penting dalam pengelolaan unit.

Upaya keselamatan pasien dapat dilakukan melalui:

  • Identifikasi pasien secara tepat.
  • Komunikasi efektif antarpetugas.
  • Pemantauan kondisi pasien.
  • Pengelolaan obat secara aman.
  • Pencegahan kesalahan tindakan.
  • Pencegahan infeksi.
  • Pengelolaan alat medis.
  • Dokumentasi pelayanan yang lengkap.
  • Pelaporan dan pengelolaan insiden keselamatan pasien.
  • Evaluasi risiko secara berkala.

Penerapan keselamatan pasien perlu menjadi tanggung jawab seluruh tim, bukan hanya satu profesi.


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI NICU DAN PICU

Pencegahan infeksi sangat penting karena pasien di unit intensif dapat memiliki kerentanan yang tinggi terhadap infeksi.

Pengendalian infeksi mencakup:

  • Kebersihan tangan.
  • Penggunaan alat pelindung diri sesuai risiko.
  • Teknik aseptik.
  • Pengelolaan alat medis.
  • Kebersihan lingkungan.
  • Pengelolaan limbah.
  • Pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.
  • Pemantauan kejadian infeksi.
  • Edukasi kepada tenaga kesehatan dan keluarga pasien.

Pelaksanaan PPI harus terintegrasi dengan prosedur pelayanan sehari-hari di unit intensif.


MANAJEMEN RISIKO PELAYANAN NICU DAN PICU

Manajemen risiko diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan.

Risiko dapat berkaitan dengan:

  • Kesalahan pemberian obat.
  • Gangguan alat medis.
  • Kesalahan komunikasi.
  • Keterlambatan penanganan.
  • Infeksi.
  • Kesalahan identifikasi pasien.
  • Gangguan dokumentasi.
  • Keterbatasan sumber daya.
  • Transfer pasien.
  • Kondisi kegawatdaruratan.

Identifikasi risiko perlu dilanjutkan dengan analisis, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi agar perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.


KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN NICU DAN PICU

Tenaga kesehatan yang bekerja di NICU dan PICU perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Kompetensi yang penting antara lain:

  • Pemahaman kondisi pasien kritis.
  • Kemampuan melakukan pemantauan pasien.
  • Kemampuan mengenali perubahan kondisi pasien.
  • Penanganan kegawatdaruratan.
  • Penggunaan peralatan intensif.
  • Komunikasi efektif.
  • Kerja sama tim.
  • Keselamatan pasien.
  • Pencegahan dan pengendalian infeksi.
  • Dokumentasi pelayanan.
  • Etik dan aspek hukum pelayanan kesehatan.

Pengembangan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengikuti perkembangan pelayanan dan teknologi kesehatan.


INDIKATOR MUTU PELAYANAN NICU DAN PICU

Pengelolaan pelayanan NICU dan PICU perlu disertai dengan pemantauan mutu.

Beberapa aspek yang dapat menjadi bahan evaluasi antara lain:

  • Keselamatan pasien.
  • Kejadian infeksi.
  • Ketepatan dokumentasi.
  • Kesiapan peralatan.
  • Kepatuhan terhadap prosedur.
  • Waktu respons pelayanan.
  • Koordinasi antarprofesi.
  • Kejadian tidak diharapkan.
  • Penggunaan sumber daya.
  • Kepuasan pasien dan keluarga sesuai karakteristik pelayanan.

Indikator yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebijakan rumah sakit dan kebutuhan unit.


TANTANGAN DALAM PENGELOLAAN NICU DAN PICU

Pengelolaan unit intensif neonatal dan pediatrik memiliki sejumlah tantangan, seperti:

  1. Kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten.
  2. Ketersediaan peralatan intensif.
  3. Pengelolaan pasien dengan kondisi kompleks.
  4. Risiko infeksi.
  5. Kebutuhan koordinasi multidisiplin.
  6. Perubahan kondisi pasien yang cepat.
  7. Kebutuhan dokumentasi yang akurat.
  8. Pemeliharaan peralatan medis.
  9. Komunikasi dengan keluarga pasien.
  10. Pemenuhan standar mutu dan keselamatan pasien.

Karena itu, manajemen unit harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.


PERAN MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN MUTU NICU DAN PICU

Manajemen rumah sakit memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan NICU dan PICU didukung oleh sistem yang memadai.

Dukungan tersebut meliputi:

  • Perencanaan kebutuhan SDM.
  • Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.
  • Penyediaan fasilitas dan peralatan.
  • Penyusunan dan evaluasi standar operasional prosedur.
  • Penguatan sistem keselamatan pasien.
  • Pengendalian infeksi.
  • Pengelolaan risiko.
  • Monitoring indikator mutu.
  • Evaluasi pelayanan.
  • Perbaikan berkelanjutan.

Dengan manajemen yang baik, pelayanan NICU dan PICU dapat berjalan lebih terstruktur, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


KESIMPULAN

NICU dan PICU merupakan bagian penting dalam pelayanan rumah sakit untuk menangani pasien neonatal dan pediatrik yang membutuhkan perawatan intensif. Keduanya memiliki karakteristik pasien dan kebutuhan pelayanan yang berbeda sehingga membutuhkan pengelolaan unit yang sesuai.

Manajemen NICU dan PICU mencakup sumber daya manusia, fasilitas, peralatan, keselamatan pasien, PPI, manajemen risiko, dokumentasi, koordinasi multidisiplin, serta evaluasi mutu.

Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan penguatan sistem manajemen menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan NICU dan PICU yang aman, profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.


FAQ

Apa itu NICU?

NICU atau Neonatal Intensive Care Unit adalah unit pelayanan intensif untuk bayi baru lahir atau neonatus yang membutuhkan pemantauan dan perawatan intensif.

Apa itu PICU?

PICU atau Pediatric Intensive Care Unit adalah unit pelayanan intensif bagi pasien bayi dan anak dengan kondisi kritis yang membutuhkan pemantauan dan penanganan intensif.

Apa perbedaan NICU dan PICU?

NICU terutama melayani pasien neonatus, sedangkan PICU melayani pasien pediatrik dengan kondisi kritis.

Siapa saja yang bekerja di NICU dan PICU?

Tim dapat terdiri dari dokter, perawat, bidan sesuai kebutuhan pelayanan, serta tenaga kesehatan lain seperti farmasi, gizi, laboratorium, radiologi, PPI, dan tim mutu.

Mengapa kompetensi tenaga kesehatan penting di NICU dan PICU?

Karena pasien di NICU dan PICU dapat mengalami perubahan kondisi dengan cepat dan membutuhkan pemantauan, koordinasi, serta tindakan yang tepat sesuai kompetensi dan kewenangan tenaga kesehatan.

Apa saja aspek penting dalam manajemen NICU dan PICU?

Aspek penting meliputi SDM, fasilitas, peralatan, keselamatan pasien, PPI, manajemen risiko, dokumentasi, koordinasi tim, dan peningkatan mutu.

BACA JUGA :


PENUTUP

Pengelolaan NICU dan PICU membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten, sistem pelayanan yang terintegrasi, serta dukungan fasilitas dan manajemen rumah sakit yang memadai. Pemahaman mengenai tata kelola dan pelayanan intensif neonatal serta pediatrik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan Pelatihan Manajemen Layanan NICU & PICU Rumah Sakit untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengelolaan pelayanan intensif neonatal dan pediatrik. Informasi mengenai program pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit melalui pelaksanaan kelas publik, online, maupun In House Training.

Diklat Consulting Training Indonesia
Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.

CASE MANAGER RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, TUGAS, PERAN, DAN KOMPETENSI

CASE MANAGER RUMAH SAKIT: PENGERTIAN, TUGAS, PERAN, DAN KOMPETENSI

Diklat Consulting Training Indonesia


Case Manager Rumah Sakit atau Manajer Pelayanan Pasien (MPP) memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan pasien berjalan secara terkoordinasi, terintegrasi, berkesinambungan, dan berfokus pada kebutuhan pasien.

Dalam pelayanan rumah sakit, pasien dapat membutuhkan berbagai layanan dari dokter, perawat, tenaga kefarmasian, ahli gizi, tenaga rehabilitasi, pemeriksaan penunjang, hingga layanan setelah pasien pulang. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang baik agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara tepat.

Karena itu, keberadaan Case Manager Rumah Sakit menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan pelayanan pasien.

Kementerian Kesehatan juga memiliki kurikulum khusus Pelatihan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) bagi Dokter dan Perawat di Rumah Sakit, yang mencakup peran MPP, pengelolaan pasien, pendokumentasian, dan evaluasi MPP.


Pengertian Case Manager Rumah Sakit

Case Manager Rumah Sakit adalah tenaga yang menjalankan fungsi Manajer Pelayanan Pasien (MPP) untuk membantu mengelola pelayanan pasien secara terkoordinasi dan berkesinambungan.

Case Manager bekerja melalui proses asesmen, perencanaan, koordinasi, komunikasi, edukasi, advokasi, serta evaluasi pelayanan pasien.

Dalam standar akreditasi rumah sakit, MPP/Case Manager berperan dalam mendukung integrasi pelayanan dan kesinambungan asuhan pasien. MPP bukan merupakan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) aktif, tetapi berfungsi membantu koordinasi manajemen pelayanan pasien.

Dengan demikian, Case Manager bukan sekadar petugas yang memantau perjalanan pasien, tetapi menjadi salah satu penghubung penting antara pasien, keluarga, PPA, unit pelayanan, penjamin, dan pihak terkait lainnya.


Mengapa Case Manager Penting bagi Rumah Sakit?

Pelayanan pasien di rumah sakit semakin kompleks. Seorang pasien dapat berinteraksi dengan banyak profesi dan unit pelayanan dalam satu episode perawatan.

Tanpa koordinasi yang baik, dapat muncul berbagai masalah seperti:

  • Informasi pelayanan tidak tersampaikan dengan baik.
  • Terjadi keterlambatan pelayanan.
  • Pasien menjalani proses pelayanan yang tidak terkoordinasi.
  • Discharge planning kurang optimal.
  • Komunikasi antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan tidak efektif.
  • Kesinambungan pelayanan setelah pasien pulang kurang terjamin.
  • Pemanfaatan sumber daya pelayanan menjadi kurang efisien.

MPP/Case Manager membantu rumah sakit mengoordinasikan berbagai kebutuhan tersebut. Standar akreditasi juga menempatkan MPP/Case Manager dalam proses kesinambungan pelayanan dan pelayanan yang berfokus pada pasien.


Peran Case Manager Rumah Sakit

Secara umum, Case Manager memiliki beberapa peran penting dalam manajemen pelayanan pasien.

1. Koordinator Pelayanan Pasien

Case Manager membantu menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan pasien sehingga pelayanan dapat berjalan secara terintegrasi.

2. Fasilitator

Case Manager membantu memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pasien sesuai hasil asesmen dan rencana pelayanan.

3. Edukator

Case Manager dapat membantu memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai proses pelayanan, rencana perawatan, serta persiapan pemulangan.

4. Advokat Pasien

Case Manager membantu memastikan kebutuhan, hak, dan kepentingan pasien dapat diperhatikan dalam proses pelayanan.

5. Penghubung Antarprofesi

Case Manager membantu membangun komunikasi dan koordinasi antara DPJP, perawat, PPA lainnya, unit pelayanan, pasien, dan keluarga.

6. Pendukung Kesinambungan Pelayanan

Case Manager membantu memastikan pelayanan pasien tidak terputus, termasuk dalam proses pemulangan dan tindak lanjut pelayanan.

7. Pendukung Kendali Mutu dan Biaya

Manajemen pelayanan pasien juga berkaitan dengan upaya menjaga mutu pelayanan dan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Fungsi MPP dalam standar akreditasi mencakup kendali mutu dan biaya pelayanan pasien.


Tugas dan Tanggung Jawab Case Manager

Tugas Case Manager dapat disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing rumah sakit. Namun, secara umum meliputi:

  • Melakukan identifikasi pasien yang membutuhkan manajemen pelayanan.
  • Melakukan asesmen untuk manajemen pelayanan pasien.
  • Menyusun rencana manajemen pelayanan pasien.
  • Melakukan koordinasi dengan PPA dan unit terkait.
  • Memfasilitasi komunikasi antara pasien, keluarga, dan tim pelayanan.
  • Membantu pelaksanaan discharge planning.
  • Melakukan edukasi dan advokasi pasien.
  • Memantau kesinambungan pelayanan.
  • Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan manajemen pelayanan pasien.
  • Melakukan pendokumentasian kegiatan MPP.
  • Membantu menyelesaikan hambatan dalam proses pelayanan.
  • Berkoordinasi dengan pihak penjamin atau fasilitas pelayanan kesehatan lain apabila diperlukan.

Kementerian Kesehatan mencantumkan kompetensi MPP yang mencakup pelaksanaan peran MPP, pengelolaan pasien, pendokumentasian, dan evaluasi.


Fungsi Utama Manajer Pelayanan Pasien

Dalam pelaksanaan manajemen pelayanan pasien, beberapa fungsi utama yang perlu diperhatikan antara lain:

Asesmen

Mengidentifikasi kebutuhan pasien yang berkaitan dengan pengelolaan pelayanan.

Perencanaan

Menyusun rencana manajemen pelayanan berdasarkan kebutuhan pasien.

Komunikasi dan Koordinasi

Menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan pasien.

Edukasi

Membantu pasien dan keluarga memahami proses pelayanan dan rencana tindak lanjut.

Advokasi

Membantu memastikan kebutuhan dan kepentingan pasien diperhatikan.

Monitoring dan Evaluasi

Memantau proses pelayanan serta mengevaluasi hambatan dan hasil manajemen pelayanan.

Kendali Mutu dan Biaya

Mendukung pelayanan yang bermutu sekaligus memperhatikan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien.

Fungsi tersebut sejalan dengan standar akreditasi yang mencantumkan asesmen, perencanaan, komunikasi dan koordinasi, edukasi dan advokasi, serta kendali mutu dan biaya sebagai fungsi MPP.


Case Manager dan Patient Centered Care

Case Manager memiliki hubungan erat dengan konsep Patient Centered Care atau pelayanan yang berfokus pada pasien.

Patient Centered Care menempatkan kebutuhan, nilai, preferensi, dan keterlibatan pasien serta keluarga sebagai bagian penting dalam proses pelayanan.

Case Manager membantu memastikan bahwa koordinasi pelayanan tidak hanya berorientasi pada proses internal rumah sakit, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pasien secara menyeluruh.

Dalam standar akreditasi, pelayanan berfokus pada pasien mencakup keterlibatan dan pemberdayaan pasien serta keluarga, kolaborasi interprofesional, discharge planning terintegrasi, dan peran MPP/Case Manager.


Case Manager dan Discharge Planning

Salah satu aspek penting dalam manajemen pelayanan pasien adalah discharge planning atau perencanaan pemulangan pasien.

Discharge planning sebaiknya tidak dilakukan hanya menjelang pasien meninggalkan rumah sakit. Perencanaan perlu mempertimbangkan kebutuhan pasien setelah pulang, termasuk:

  • Kondisi pasien.
  • Kebutuhan obat.
  • Kebutuhan kontrol.
  • Edukasi pasien dan keluarga.
  • Kebutuhan perawatan lanjutan.
  • Kebutuhan rehabilitasi.
  • Kebutuhan rujukan.
  • Dukungan keluarga.
  • Akses terhadap pelayanan kesehatan berikutnya.

Dengan koordinasi yang baik, proses pemulangan diharapkan berlangsung lebih aman dan kesinambungan pelayanan dapat dipertahankan.


Kompetensi yang Dibutuhkan Case Manager

Case Manager membutuhkan kompetensi yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan klinis, tetapi juga kemampuan manajemen dan komunikasi.

Beberapa kompetensi penting antara lain:

1. Kompetensi Manajemen Pelayanan Pasien

Memahami konsep, prinsip, dan proses manajemen pelayanan pasien.

2. Kemampuan Asesmen

Mampu mengidentifikasi kebutuhan pasien dan masalah yang membutuhkan koordinasi.

3. Kemampuan Komunikasi

Mampu berkomunikasi secara efektif dengan pasien, keluarga, dokter, perawat, dan PPA lainnya.

4. Kemampuan Koordinasi

Mampu mengoordinasikan berbagai unit dan profesi yang terlibat dalam pelayanan pasien.

5. Kemampuan Advokasi

Mampu membantu memperjuangkan kebutuhan pasien secara profesional.

6. Kemampuan Problem Solving

Mampu mengidentifikasi hambatan dan membantu mencari solusi terhadap permasalahan pelayanan.

7. Kemampuan Dokumentasi

Mampu melakukan pencatatan kegiatan manajemen pelayanan pasien secara sistematis.

8. Pemahaman Mutu dan Keselamatan Pasien

Memahami hubungan manajemen pelayanan pasien dengan mutu dan keselamatan pasien.

9. Pemahaman Pembiayaan dan Efisiensi

Memahami pentingnya penggunaan sumber daya pelayanan secara efektif dan efisien.

Penelitian mengenai Case Manager juga menunjukkan bahwa MPP membutuhkan wawasan yang luas, kemampuan koordinasi, dan prosedur kerja yang terstruktur dalam menjalankan perannya.


Dokumentasi Case Manager

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas Case Manager.

Dokumentasi dapat digunakan untuk mencatat proses identifikasi, asesmen, perencanaan, koordinasi, implementasi, hingga evaluasi manajemen pelayanan pasien.

Dalam materi akreditasi rumah sakit, MPP antara lain menggunakan Form A untuk evaluasi awal manajemen pelayanan pasien dan Form B untuk catatan implementasi manajemen pelayanan pasien.

Dokumentasi yang baik membantu memastikan proses manajemen pelayanan dapat ditelusuri dan dievaluasi.


Contoh Penerapan Case Manager di Rumah Sakit

Sebagai contoh, seorang pasien dengan kondisi kompleks membutuhkan pelayanan dari beberapa profesi dan unit.

Case Manager dapat membantu:

  • Mengidentifikasi kebutuhan pasien.
  • Berkoordinasi dengan DPJP dan PPA.
  • Mengidentifikasi hambatan pelayanan.
  • Memastikan rencana pelayanan dikomunikasikan.
  • Membantu koordinasi pemeriksaan dan pelayanan yang diperlukan.
  • Memantau perkembangan kebutuhan pasien.
  • Membantu mempersiapkan discharge planning.
  • Mengedukasi pasien dan keluarga.
  • Menghubungkan pasien dengan pelayanan lanjutan.
  • Melakukan dokumentasi dan evaluasi.

Dengan pendekatan tersebut, Case Manager membantu menjaga agar perjalanan pelayanan pasien tetap terkoordinasi.


Siapa yang Dapat Menjadi Case Manager?

Kualifikasi Case Manager dapat mengikuti kebijakan rumah sakit dan ketentuan yang berlaku.

Kementerian Kesehatan dalam kurikulum pelatihan MPP bagi dokter dan perawat mencantumkan antara lain dokter umum, perawat dengan latar belakang Ners, MPP, koordinator pelayanan medis, koordinator pelayanan keperawatan, kepala ruang, serta tenaga kesehatan yang akan didedikasikan sebagai MPP sebagai sasaran peserta.

Karena itu, rumah sakit perlu memastikan tenaga yang ditugaskan sebagai Case Manager memiliki kompetensi yang sesuai dengan tanggung jawabnya.


Mengapa Perlu Pelatihan Case Manager Rumah Sakit?

Peran Case Manager membutuhkan kemampuan yang cukup kompleks karena berhubungan dengan pasien, keluarga, dokter, perawat, PPA, unit pelayanan, penjamin, dan manajemen rumah sakit.

Pelatihan Case Manager Rumah Sakit dapat membantu peserta memahami:

  • Konsep Manajemen Pelayanan Pasien.
  • Peran dan fungsi MPP.
  • Asesmen manajemen pelayanan pasien.
  • Perencanaan pelayanan pasien.
  • Komunikasi dan koordinasi.
  • Patient Centered Care.
  • Discharge planning.
  • Edukasi dan advokasi.
  • Dokumentasi MPP.
  • Kendali mutu dan biaya.
  • Evaluasi manajemen pelayanan pasien.
  • Studi kasus dan penerapan MPP di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan sendiri mencantumkan pelatihan MPP sebagai pelatihan spesifik keprofesian dengan kompetensi terkait peran, pengelolaan, dokumentasi, dan evaluasi MPP.


Manfaat Mengikuti Pelatihan Case Manager Rumah Sakit

Pelatihan dapat memberikan manfaat bagi peserta maupun institusi, antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman tentang peran Case Manager.
  • Meningkatkan kemampuan koordinasi pelayanan pasien.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi antarprofesi.
  • Mendukung penerapan pelayanan berfokus pada pasien.
  • Meningkatkan kemampuan discharge planning.
  • Meningkatkan kemampuan dokumentasi MPP.
  • Membantu mengidentifikasi hambatan pelayanan.
  • Mendukung kesinambungan pelayanan pasien.
  • Mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Materi Pelatihan Case Manager Rumah Sakit

Materi dapat disusun sesuai kebutuhan rumah sakit, antara lain:

  1. Konsep Dasar Manajemen Pelayanan Pasien.
  2. Kebijakan dan Standar Manajemen Pelayanan Pasien.
  3. Peran dan Fungsi Manajer Pelayanan Pasien.
  4. Asesmen Manajemen Pelayanan Pasien.
  5. Perencanaan Manajemen Pelayanan Pasien.
  6. Komunikasi dan Koordinasi Antarprofesi.
  7. Patient Centered Care.
  8. Edukasi dan Advokasi Pasien.
  9. Discharge Planning Terintegrasi.
  10. Dokumentasi Manajemen Pelayanan Pasien.
  11. Kendali Mutu dan Biaya Pelayanan.
  12. Monitoring dan Evaluasi MPP.
  13. Studi Kasus Manajemen Pelayanan Pasien.
  14. Rencana Tindak Lanjut Implementasi MPP.

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan?

Pelatihan Case Manager Rumah Sakit dapat ditujukan kepada:

  • Manajer Pelayanan Pasien.
  • Case Manager.
  • Dokter.
  • Perawat.
  • Kepala Ruangan.
  • Koordinator pelayanan medis.
  • Koordinator pelayanan keperawatan.
  • Tenaga kesehatan yang ditugaskan sebagai MPP.
  • Tim mutu dan keselamatan pasien.
  • Pengelola pelayanan rumah sakit.
  • Tenaga kesehatan lain yang berkaitan dengan koordinasi pelayanan pasien.

Kesimpulan

Case Manager Rumah Sakit atau Manajer Pelayanan Pasien (MPP) memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan pasien yang terintegrasi, terkoordinasi, berkesinambungan, dan berfokus pada pasien.

Peran tersebut mencakup asesmen, perencanaan, komunikasi, koordinasi, edukasi, advokasi, dokumentasi, monitoring, evaluasi, serta dukungan terhadap kendali mutu dan biaya pelayanan.

Dengan semakin kompleksnya kebutuhan pelayanan pasien, kompetensi Case Manager menjadi bagian penting yang perlu diperkuat oleh rumah sakit. Pelatihan yang terstruktur dapat membantu tenaga yang ditugaskan sebagai MPP memahami peran dan tanggung jawabnya serta menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari.


FAQ Case Manager Rumah Sakit

Apa yang dimaksud dengan Case Manager Rumah Sakit?

Case Manager adalah tenaga yang menjalankan fungsi Manajer Pelayanan Pasien (MPP) untuk membantu mengoordinasikan dan mengelola pelayanan pasien secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Apakah Case Manager sama dengan MPP?

Dalam konteks rumah sakit di Indonesia, istilah Case Manager banyak digunakan untuk menyebut Manajer Pelayanan Pasien (MPP).

Apa tugas utama Case Manager?

Tugas utamanya meliputi asesmen, perencanaan, koordinasi, komunikasi, edukasi, advokasi, monitoring, evaluasi, dan dokumentasi manajemen pelayanan pasien.

Apakah Case Manager merupakan PPA?

Tidak. Dalam standar akreditasi, MPP/Case Manager bukan merupakan PPA aktif. MPP berperan dalam manajemen dan koordinasi pelayanan pasien.

Mengapa Case Manager penting dalam akreditasi rumah sakit?

Karena MPP/Case Manager memiliki peran dalam kesinambungan pelayanan, koordinasi asuhan pasien terintegrasi, pengelolaan alur pasien, dan pelayanan yang berfokus pada pasien.

Apakah tenaga kesehatan perlu mengikuti pelatihan Case Manager?

Pelatihan dapat membantu tenaga yang ditugaskan sebagai MPP memahami peran, fungsi, proses manajemen pelayanan pasien, dokumentasi, dan evaluasi sesuai kebutuhan rumah sakit.


Baca Juga :


Pelatihan Case Manager Rumah Sakit

Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Case Manager Rumah Sakit untuk membantu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam melaksanakan Manajemen Pelayanan Pasien secara sistematis, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Pelatihan dapat diselenggarakan secara online, offline di Yogyakarta, maupun in-house training sesuai kebutuhan instansi.

Informasi lengkap mengenai jadwal, materi, peserta, metode pelaksanaan, dan pendaftaran dapat dilihat pada halaman Pelatihan Case Manager Rumah Sakit di website Diklat Consulting Training Indonesia.

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN (PPJA)

PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN (PPJA)

Meningkatkan Kompetensi Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan yang Profesional, Terintegrasi, dan Berorientasi pada Keselamatan Pasien

Diselenggarakan oleh Diklat Consulting Training Indonesia


Pelatihan Perawat Penanggung Jawab Asuhan

Pelatihan Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) merupakan program pengembangan kompetensi yang bertujuan meningkatkan kemampuan perawat dalam merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan, mengevaluasi, dan mendokumentasikan asuhan keperawatan secara komprehensif. Pelatihan ini mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.


LATAR BELAKANG

Perawat Penanggung Jawab Asuhan merupakan perawat yang memiliki peran sentral dalam merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi asuhan keperawatan secara menyeluruh kepada pasien. Penerapan peran Perawat Penanggung Jawab Asuhan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta kepuasan pasien dan keluarga.

Pelaksanaan peran ini menuntut perawat memiliki kompetensi klinis, kemampuan komunikasi yang efektif, keterampilan koordinasi lintas profesi, serta pemahaman manajerial dalam pengelolaan asuhan keperawatan. Tanpa pembekalan yang memadai, peran Perawat Penanggung Jawab Asuhan tidak dapat berjalan optimal dan berpotensi memengaruhi mutu layanan rumah sakit.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali perawat dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional agar mampu menjalankan peran sebagai Perawat Penanggung Jawab Asuhan secara efektif, terstandar, dan sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan pelayanan rumah sakit.


MENGAPA PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN PENTING?

Perawat Penanggung Jawab Asuhan memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan keperawatan berlangsung secara terkoordinasi, berkesinambungan, dan berpusat pada pasien.

Pelatihan ini penting karena dapat:

  • Meningkatkan kompetensi perawat dalam mengelola asuhan keperawatan.
  • Mendukung pelayanan keperawatan yang holistik dan terintegrasi.
  • Meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antarprofesi.
  • Memperkuat penerapan keselamatan pasien.
  • Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
  • Mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga.

TUJUAN PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

Tujuan Umum

Meningkatkan kompetensi perawat dalam melaksanakan peran sebagai Perawat Penanggung Jawab Asuhan sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan secara holistik, efektif, dan terintegrasi.

Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan filosofi Perawat Penanggung Jawab Asuhan.
  • Menyusun rencana asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan.
  • Melaksanakan koordinasi dan kolaborasi antarprofesi dalam pelayanan pasien.
  • Menerapkan komunikasi terapeutik secara efektif dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan.
  • Mengimplementasikan prinsip keselamatan pasien dalam setiap tahap asuhan keperawatan.
  • Melakukan evaluasi serta dokumentasi asuhan keperawatan sesuai standar.

MATERI PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

Materi yang akan dipelajari meliputi:

  1. Konsep dasar dan filosofi Perawat Penanggung Jawab Asuhan.
  2. Peran, fungsi, dan tanggung jawab Perawat Penanggung Jawab Asuhan.
  3. Standar dan regulasi pelaksanaan Perawat Penanggung Jawab Asuhan.
  4. Manajemen asuhan keperawatan terintegrasi.
  5. Proses keperawatan: pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
  6. Penyusunan rencana asuhan keperawatan individual.
  7. Koordinasi dan kolaborasi lintas profesi dalam pelayanan kesehatan.
  8. Komunikasi terapeutik dan edukasi pasien serta keluarga.
  9. Penerapan prinsip keselamatan pasien dalam asuhan keperawatan.
  10. Dokumentasi asuhan keperawatan dan pelaporan sesuai standar pelayanan.

PESERTA PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Perawat pelaksana.
  • Perawat yang ditugaskan sebagai Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA).
  • Kepala ruang dan supervisor keperawatan.
  • Koordinator keperawatan.
  • Manajer keperawatan.
  • Perawat di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

MANFAAT PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

Manfaat yang diperoleh peserta dan institusi antara lain:

  • Meningkatkan kompetensi perawat sebagai PPJA.
  • Mendukung penerapan asuhan keperawatan yang holistik dan terintegrasi.
  • Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien.
  • Memperkuat koordinasi dan kolaborasi tim kesehatan.
  • Mendukung pemenuhan standar mutu dan akreditasi rumah sakit.
  • Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga.

BACA JUGA


FAQ – PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

Apa itu Pelatihan Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA)?

Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi perawat dalam mengelola dan mengoordinasikan asuhan keperawatan secara profesional, komprehensif, dan berkesinambungan.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Perawat pelaksana, PPJA, kepala ruang, supervisor keperawatan, koordinator keperawatan, serta tenaga keperawatan lainnya.

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini?

Peserta akan meningkatkan kompetensi dalam manajemen asuhan keperawatan, komunikasi, koordinasi pelayanan, dokumentasi, serta penerapan keselamatan pasien.

Apakah pelatihan ini mendukung akreditasi rumah sakit?

Ya. Pelatihan ini mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

Apakah tersedia pelatihan online dan offline?

Ya. Pelatihan tersedia dalam bentuk Online Training, Public Training, In House Training, dan Hybrid Training.

Apakah peserta mendapatkan sertifikat?

Ya. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari Diklat Consulting Training Indonesia.


PENUTUP

Pelatihan Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) merupakan program penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan untuk memberikan pelayanan yang profesional, terintegrasi, aman, dan berorientasi pada pasien. Dengan penguatan peran PPJA, rumah sakit dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta kepuasan pasien dan keluarga secara berkelanjutan.

Tingkatkan kompetensi tenaga keperawatan bersama Diklat Consulting Training Indonesia melalui program pelatihan yang profesional, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.


WAKTU PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2026

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan Batch 1 Batch 2 Batch 3 Batch 4
Januari 2026 05–07

(Senin–Rabu)

12–14

(Senin–Rabu)

21-23

(Rabu-Jumat)

26–28

(Senin–Rabu)

Februari 2026 04–06

(Rabu–Jumat)

12-14

(Kamis-Sabtu)

18-20

(Rabu-Jumat)

24-26

(Selasa-Kamis)

Maret 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa-Kamis)

16–18

(Senin–Rabu)

26-28

(Kamis-Sabtu)

April 2026 06-08

(Senin–Rabu)

15-17

(Rabu-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Mei 2026 04–06

(Senin–Rabu)

11–13

(Senin–Rabu)

19-21

(Rabu-Jumat)

25-27

(Senin-Rabu)

Juni 2026 04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa-Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Juli 2026 06–08

(Senin–Rabu)

16-18

(Kamis-Jumat)

21-23

(Selasa-Kamis)

27–29

(Senin–Rabu)

Agustus 2026 06–08

(Kamis–Sabtu)

11-13

(Selasa-Kamis)

20–22

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Rabu–Jumat)

September 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

09-11

(Rabu-Jumat)

16-18

(Rabu-Jumat)

24-26

(Kamis-Sabtu)

Oktober 2026 05–07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa-Kamis)

26–28

(Senin–Rabu)

November 2026 05–07

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Senin–Rabu)

19–21

(Kamis–Sabtu)

26–28

(Kamis–Sabtu)

Desember 2026 03-05

(Kamis-Sabtu)

08-10

(Selasa-Kamis)

14-16

(Senin–Rabu)

21-23

(Senin–Rabu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT 2027

PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Diklat Consulting Training Indonesia


Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme

DESKRIPSI PELATIHAN

Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) merupakan layanan intensif yang membutuhkan pengelolaan secara terintegrasi untuk memberikan pelayanan kepada pasien neonatal dan pediatrik dengan kondisi kritis.

Pengelolaan NICU dan PICU tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis, tetapi juga mencakup organisasi layanan, koordinasi tim, kesiapan sumber daya, penggunaan peralatan, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, dokumentasi, indikator mutu, serta monitoring dan evaluasi pelayanan.

Pelatihan Manajemen Layanan NICU & PICU Rumah Sakit 2027 dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam mengelola layanan NICU dan PICU secara sistematis, terintegrasi, aman, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Pelatihan membahas berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan layanan intensif neonatal dan pediatrik, termasuk pengelolaan pasien kritis, koordinasi tim, penggunaan peralatan intensif, manajemen nutrisi dan terapi cairan, pencegahan infeksi, keselamatan pasien, dokumentasi, serta peningkatan mutu layanan.

Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, studi kasus, dan pembahasan permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan NICU dan PICU di rumah sakit.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan prinsip manajemen layanan NICU dan PICU.
  • Memahami organisasi, tata kelola, dan standar penyelenggaraan layanan NICU dan PICU.
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan pasien neonatal dan pediatrik kritis.
  • Memahami pengelolaan peralatan dan teknologi dalam layanan intensif.
  • Menerapkan prinsip keselamatan pasien dan manajemen risiko klinis.
  • Memahami penerapan PPI dalam layanan NICU dan PICU.
  • Meningkatkan kemampuan koordinasi dan komunikasi tim pelayanan.
  • Memahami pentingnya dokumentasi klinis dan indikator mutu pelayanan.
  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan layanan.
  • Mendukung peningkatan mutu dan pengembangan layanan NICU dan PICU secara berkelanjutan.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

  1. Konsep dan Manajemen Layanan NICU & PICU Rumah Sakit
  2. Standar Pelayanan, Organisasi, dan Tata Kelola NICU & PICU
  3. Stabilisasi dan Penanganan Kegawatdaruratan Neonatal dan Pediatrik
  4. Monitoring dan Pemantauan Pasien Neonatal dan Pediatrik Kritis
  5. Penggunaan Ventilator, CPAP, HFNC, dan Peralatan Monitoring Intensif
  6. Manajemen Nutrisi dan Terapi Cairan pada Pasien Neonatal dan Pediatrik
  7. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di NICU & PICU
  8. Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko Klinis di Unit Intensif
  9. Dokumentasi Klinis, Indikator Mutu, dan Peningkatan Mutu Layanan NICU & PICU
  10. Komunikasi Tim, Etik, Hukum, dan Koordinasi Pelayanan NICU & PICU

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Pelatihan ini dapat diikuti oleh:

  • Direktur dan manajemen rumah sakit
  • Kepala bidang pelayanan
  • Kepala instalasi/unit NICU dan PICU
  • Dokter yang memberikan pelayanan neonatal dan pediatrik
  • Dokter spesialis terkait
  • Dokter jaga NICU dan PICU
  • Perawat NICU dan PICU
  • Kepala ruangan NICU dan PICU
  • Supervisor pelayanan
  • Tim mutu dan keselamatan pasien
  • Tenaga kesehatan terkait
  • Profesional lain yang terlibat dalam pengelolaan layanan NICU dan PICU

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Peserta diharapkan memperoleh manfaat:

  • Meningkatkan pemahaman mengenai manajemen layanan NICU dan PICU.
  • Memahami organisasi dan tata kelola unit layanan intensif neonatal dan pediatrik.
  • Meningkatkan kemampuan pengelolaan pasien neonatal dan pediatrik kritis.
  • Memahami pengelolaan peralatan dan teknologi pendukung layanan intensif.
  • Meningkatkan penerapan keselamatan pasien di NICU dan PICU.
  • Memperkuat penerapan PPI pada layanan intensif.
  • Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota tim.
  • Memahami dokumentasi dan indikator mutu pelayanan.
  • Mendukung monitoring dan evaluasi kinerja layanan.
  • Mendukung peningkatan mutu layanan NICU dan PICU secara berkelanjutan.

BACA JUGA :

FAQ-PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Apa yang dimaksud dengan NICU dan PICU?

NICU merupakan unit perawatan intensif untuk pasien neonatal yang membutuhkan pemantauan dan perawatan intensif, sedangkan PICU merupakan unit perawatan intensif untuk pasien pediatrik dengan kondisi kritis.

Mengapa manajemen layanan NICU dan PICU penting?

Manajemen yang baik diperlukan untuk memastikan organisasi layanan, sumber daya, koordinasi tim, peralatan, keselamatan pasien, dan proses pelayanan dapat berjalan secara terintegrasi.

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan dapat diikuti oleh manajemen rumah sakit, kepala instalasi atau unit, dokter, perawat NICU dan PICU, supervisor, tim mutu, serta tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam pelayanan neonatal dan pediatrik intensif.

Apakah pelatihan membahas keselamatan pasien?

Ya. Keselamatan pasien dan manajemen risiko klinis menjadi salah satu materi dalam pelatihan, khususnya dalam konteks penyelenggaraan layanan NICU dan PICU.

Apakah PPI dibahas dalam pelatihan?

Ya. Pelatihan membahas prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi yang relevan dengan lingkungan layanan intensif neonatal dan pediatrik.

Apakah pelatihan membahas indikator mutu layanan NICU dan PICU?

Ya. Peserta mendapatkan materi mengenai dokumentasi klinis, indikator mutu, monitoring, evaluasi, dan upaya peningkatan mutu layanan NICU dan PICU.

Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara online?

Ya. Pelatihan dapat diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting, tatap muka di Yogyakarta, maupun In-House Training sesuai kebutuhan rumah sakit.


PENUTUP PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Pengelolaan layanan NICU dan PICU membutuhkan sistem pelayanan yang terorganisasi, koordinasi tim yang baik, kesiapan sumber daya, penerapan keselamatan pasien, serta pengendalian mutu yang berkelanjutan.

Melalui Pelatihan Manajemen Layanan NICU & PICU Rumah Sakit 2027, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam mengelola layanan intensif neonatal dan pediatrik secara terintegrasi serta mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Diklat Consulting Training Indonesia siap mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan penguatan manajemen pelayanan rumah sakit melalui program pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan institusi.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif), 08.00–16.00 WIB
  • Kelas Publik: Tatap muka di Yogyakarta atau kota lain sesuai jadwal/permintaan
  • Online: Zoom Meeting, jadwal reguler setiap bulan
  • In-House Training: Di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU & PICU RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal.

 JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2027
DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

Bulan

Batch 1 Batch 2 Batch 3

Batch 4

Januari 2027

05–07

(Selasa–Kamis)

12–14

(Selasa–Kamis)

20-22

(Rabu-Jumat)

27–29

(Rabu-Jumat)

Februari 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Sabtu-Jumat)

16-18

(Selasa-Kamis)

24-26

(Rabu-Jumat)

Maret 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Rabu-Jumat)

16–18

(Selasa-Kamis)

25-27

(Kamis–Sabtu)

April 2027

05-07

(Senin–Rabu)

13-15

(Selasa-Kamis)

20-22

(Selasa–Kamis)

27–29

(Selasa–Kamis)

Mei 2027

04–06

(Selasa–Kamis)

11–13

(Selasa–Kamis)

20-22

(Kamis–Sabtu)

25-27

(Selasa–Kamis)

Juni 2027

03–05

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Rabu-Jumat)

15–17

(Selasa–Kamis)

24–26

(Kamis–Sabtu)

Juli 2027

05–07

(Senin–Rabu)

15-17

(Kamis-Jumat)

19-21

(Senin–Rabu)

26–28

(Senin–Rabu)

Agustus 2027

05–07

(Kamis–Sabtu)

10-12

(Selasa–Kamis)

19–21

(Kamis-Jumat)

24–26

(Selasa–Kamis)

September 2027

06-08

(Senin–Rabu)

13-15

(Senin–Rabu)

20-22

(Senin–Rabu)

27-29

(Senin–Rabu)

Oktober 2027

04–06

(Senin–Rabu)

13-15

(Rabu-Jumat)

20-22

(Rabu-Jumat)

26–28

(Selasa–Kamis)

November 2027

04–06

(Kamis–Sabtu)

09–11

(Selasa–Kamis)

18–20

(Kamis–Sabtu)

25–27

(Kamis–Sabtu)

Desember 2027

02-04

(Kamis–Sabtu)

08-10

(Rabu-Jumat)

14-16

(Selasa–Kamis)

23-25

(Kamis–Sabtu)

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas

Biaya

Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Pelatihan Manajemen Rawat Jalan Rumah Sakit untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien

Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu layanan utama di rumah sakit yang menjadi pintu masuk (entry point) bagi sebagian besar pasien. Kualitas pelayanan pada unit rawat jalan sangat menentukan kepuasan pasien, efektivitas pelayanan medis, efisiensi operasional rumah sakit, serta citra institusi secara keseluruhan.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien, rumah sakit dituntut mampu menyelenggarakan pelayanan rawat jalan yang cepat, tepat, aman, dan terintegrasi. Pengelolaan yang baik mencakup proses pendaftaran, penjadwalan dokter, pemeriksaan pasien, pelayanan penunjang, farmasi, administrasi, hingga tindak lanjut pelayanan. Seluruh proses tersebut harus berjalan secara efektif dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta sistem informasi rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi.

Dalam praktiknya, banyak rumah sakit masih menghadapi berbagai kendala, seperti waktu tunggu pasien yang panjang, antrean yang tidak terkelola, keterlambatan jadwal dokter, koordinasi antarunit yang belum optimal, rendahnya kepuasan pasien, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi. Permasalahan tersebut dapat memengaruhi mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta pencapaian indikator kinerja rumah sakit.

Selain itu, implementasi standar akreditasi rumah sakit mengharuskan setiap fasilitas pelayanan kesehatan memiliki sistem manajemen pelayanan rawat jalan yang terdokumentasi, terukur, berorientasi pada mutu, keselamatan pasien, dan perbaikan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi bagi pimpinan unit, kepala instalasi, tenaga kesehatan, maupun tenaga administrasi agar mampu mengelola pelayanan rawat jalan secara profesional sesuai dengan regulasi dan standar akreditasi yang berlaku.

Melalui Pelatihan Manajemen Rawat Jalan Rumah Sakit, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai strategi pengelolaan pelayanan rawat jalan, manajemen operasional, pengendalian mutu, peningkatan kepuasan pasien, pemanfaatan SIMRS, serta implementasi pelayanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta dalam mengelola pelayanan rawat jalan agar lebih efektif, efisien, berkualitas, dan memenuhi standar pelayanan rumah sakit.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan sistem manajemen pelayanan rawat jalan rumah sakit.
  • Mengelola alur pelayanan pasien secara efektif dan efisien.
  • Mengoptimalkan sistem pendaftaran, penjadwalan, dan manajemen antrean.
  • Mengintegrasikan pelayanan rawat jalan dengan SIMRS.
  • Meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien.
  • Mengidentifikasi serta menyelesaikan permasalahan operasional pelayanan rawat jalan.
  • Menerapkan indikator mutu pelayanan dan monitoring kinerja unit rawat jalan.
  • Mendukung implementasi standar akreditasi rumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Mengembangkan budaya pelayanan prima (service excellence) di unit rawat jalan.

MATERI PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Materi pelatihan disusun secara aplikatif sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit, meliputi:

  1. Konsep Dasar Manajemen Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit.
  2. Perencanaan dan Pengelolaan Alur Pelayanan Pasien Rawat Jalan.
  3. Manajemen Pendaftaran, Antrean, dan Penjadwalan Pelayanan.
  4. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada Pelayanan Rawat Jalan.
  5. Peningkatan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien.
  6. Pengelolaan Indikator Kinerja dan Evaluasi Pelayanan Rawat Jalan.
  7. Pelayanan Prima (Service Excellence) dan Penanganan Keluhan Pasien.
  8. Implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit pada Pelayanan Rawat Jalan.

PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Direktur Rumah Sakit.
  • Wakil Direktur Pelayanan.
  • Kepala Bidang Pelayanan Medis.
  • Kepala Instalasi Rawat Jalan.
  • Kepala Ruangan.
  • Dokter.
  • Dokter Gigi.
  • Perawat.
  • Bidan.
  • Petugas Pendaftaran.
  • Petugas Rekam Medis.
  • Petugas SIMRS.
  • Petugas Penjaminan Mutu.
  • Manajemen Rumah Sakit.
  • Seluruh tenaga kesehatan dan tenaga administrasi yang terkait dengan pelayanan rawat jalan.

MANFAAT PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Peserta akan memperoleh manfaat berupa:

  • Pemahaman mengenai pengelolaan pelayanan rawat jalan yang profesional.
  • Peningkatan efisiensi operasional pelayanan.
  • Penurunan waktu tunggu pasien.
  • Optimalisasi pemanfaatan SIMRS.
  • Peningkatan kepuasan pasien.
  • Penguatan implementasi indikator mutu pelayanan.
  • Dukungan terhadap keberhasilan akreditasi rumah sakit.
  • Peningkatan kompetensi SDM dalam memberikan pelayanan yang cepat, aman, efektif, dan berkualitas.

BACA JUGA : PELATIHAN MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT


PENUTUP PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Manajemen pelayanan rawat jalan yang efektif merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pengelolaan yang baik tidak hanya mempercepat proses pelayanan, tetapi juga meningkatkan kepuasan pasien, efisiensi operasional, keselamatan pasien, serta mendukung pencapaian standar akreditasi rumah sakit.

Sehubungan dengan hal tersebut, Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Rawat Jalan Rumah Sakit yang menghadirkan narasumber profesional dan berpengalaman di bidang manajemen rumah sakit. Pelatihan ini dirancang secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan perkembangan regulasi serta kebutuhan pelayanan kesehatan, sehingga peserta mampu mengimplementasikan manajemen rawat jalan yang efektif, efisien, berorientasi pada mutu, dan memberikan nilai tambah bagi rumah sakit.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

(NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT DAN PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT)

Diselenggarakan oleh: Diklat Consulting Training Indonesia


Deskripsi Pelatihan

Neonatal Intensive Care Unit dan Pediatric Intensive Care Unit merupakan unit pelayanan intensif dengan tingkat risiko tinggi yang membutuhkan penanganan khusus, cepat, dan terstandar. Pasien bayi baru lahir dan anak yang dirawat di unit ini umumnya berada dalam kondisi kritis dengan gangguan fungsi organ vital, sehingga membutuhkan perawatan intensif yang didukung oleh tenaga kesehatan kompeten, peralatan canggih, serta sistem pelayanan yang terkoordinasi dengan baik.

Perawat dan tenaga kesehatan yang bekerja di NICU dan PICU tidak hanya dituntut memiliki keterampilan klinis yang memadai, tetapi juga kemampuan manajerial dalam mengelola pelayanan keperawatan intensif. Pengelolaan sumber daya, koordinasi tim multidisiplin, penerapan keselamatan pasien, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan dan mendukung pencapaian standar akreditasi rumah sakit.

Perawatan intensif bayi baru lahir dan anak mencakup berbagai tindakan observasi dan intervensi, seperti terapi oksigen, pemberian nutrisi dengan alat khusus, pemantauan ketat tanda vital, serta penanganan kegawatdaruratan neonatal dan pediatrik. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan perawat dan tenaga kesehatan dalam merespons setiap perubahan klinis pasien secara akurat dan profesional.

Pelatihan NICU PICU diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan keperawatan intensif yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Pelatihan ini juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak dan neonatus yang berdampak pada penurunan angka kematian bayi, angka kematian balita, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.


MATERI PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

  1. Konsep dasar pelayanan Neonatal Intensive Care Unit dan Pediatric Intensive Care Unit

  2. Prinsip keselamatan pasien dan mutu pelayanan di ruang intensif

  3. Manajemen keperawatan di NICU dan PICU

  4. Asuhan keperawatan bayi baru lahir dan anak dalam kondisi kritis

  5. Pemantauan dan penanganan gangguan fungsi organ vital

  6. Penggunaan alat dan teknologi pendukung di NICU dan PICU

  7. Manajemen risiko dan pencegahan infeksi di ruang intensif

  8. Komunikasi efektif dan koordinasi tim multidisiplin

  9. Peran perawat sebagai leader dan educator di unit intensif

  10. Indikator mutu layanan NICU dan PICU untuk mendukung akreditasi rumah sakit


TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Membekali peserta dengan konsep dasar dan prinsip manajemen keperawatan di ruang intensif anak dan neonatus

  • Meningkatkan kemampuan perawat dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan di NICU dan PICU

  • Mengembangkan kompetensi klinis dan nonklinis dalam pelayanan keperawatan intensif

  • Mendukung penerapan keselamatan pasien dan peningkatan mutu layanan

  • Menyiapkan perawat agar mampu berperan sebagai pemimpin dan pendidik dalam tim keperawatan intensif

  • Memahami indikator mutu layanan NICU dan PICU sebagai bagian dari pemenuhan standar akreditasi rumah sakit


PESERTA PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

  • Dokter dan Dokter Spesialis Anak

  • Perawat

  • Bidan

  • Tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam pelayanan neonatal dan pediatrik


BACA JUGA : PELATIHAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK) RUMAH SAKIT

Pelatihan NICU PICU diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan keperawatan intensif yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal bagi bayi dan anak dalam kondisi kritis serta mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan secara berkelanjutan.


WAKTU PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN MANAJEMEN LAYANAN NICU PICU

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”

PELATIHAN KOMITE ETIK DAN HUKUM RUMAH SAKIT

PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

Diklat Consulting Training Indonesia


Latar Belakang

Total Nutrition Therapy (TNT) merupakan pendekatan komprehensif dalam penatalaksanaan terapi gizi klinis yang bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien sesuai kondisi medis, status metabolik, dan fase penyakit. Terapi gizi yang tepat menjadi bagian penting dalam meningkatkan proses penyembuhan, mempertahankan fungsi organ, mencegah komplikasi, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, terutama rumah sakit, terapi nutrisi menjadi bagian integral dalam tata laksana pasien kritis, pasien bedah, pasien penyakit kronis, pasien onkologi, geriatri, maupun pasien dengan gangguan metabolik. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut memiliki kemampuan dalam melakukan skrining gizi, asesmen status nutrisi, menentukan kebutuhan energi dan zat gizi, memilih rute pemberian nutrisi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terapi gizi secara berkesinambungan.

Pelaksanaan Total Nutrition Therapy memerlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter, ahli gizi, perawat, apoteker, dan profesi kesehatan lainnya agar intervensi gizi dapat diberikan secara optimal sesuai kebutuhan pasien. Dengan penerapan TNT yang tepat, diharapkan angka komplikasi dapat ditekan, lama hari rawat menjadi lebih singkat, serta mutu pelayanan rumah sakit semakin meningkat.

Melalui Pelatihan Total Nutrition Therapy (TNT), peserta akan memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar terapi gizi klinis, perencanaan kebutuhan nutrisi, pemberian nutrisi oral, enteral, maupun parenteral, serta evaluasi keberhasilan terapi berdasarkan standar praktik klinis dan evidence-based practice.


TUJUAN PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam melaksanakan terapi gizi secara komprehensif sesuai standar pelayanan kesehatan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan prinsip Total Nutrition Therapy (TNT).
  • Melakukan skrining dan asesmen status gizi pasien.
  • Menyusun rencana terapi gizi sesuai kondisi klinis pasien.
  • Menerapkan terapi nutrisi melalui jalur oral, enteral, dan parenteral.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi efektivitas terapi nutrisi.
  • Mengoptimalkan kolaborasi multidisiplin dalam pelayanan gizi klinis.

MATERI PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

  1. Konsep Dasar Total Nutrition Therapy (TNT).
  2. Skrining dan Asesmen Status Gizi Klinis.
  3. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Nutrisi Pasien.
  4. Terapi Nutrisi Oral, Enteral, dan Parenteral.
  5. Monitoring dan Evaluasi Terapi Nutrisi.
  6. Penatalaksanaan Nutrisi pada Berbagai Kondisi Klinis.
  7. Kolaborasi Tim Terapi Nutrisi di Rumah Sakit.
  8. Implementasi Standar Pelayanan Gizi Klinis dan Keselamatan Pasien.

PESERTA PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Dokter Umum.
  • Dokter Spesialis.
  • Ahli Gizi/Dietisien.
  • Perawat.
  • Apoteker.
  • Nutrisionis.
  • Tim Terapi Nutrisi Rumah Sakit.
  • Manajer Pelayanan dan Mutu Rumah Sakit.
  • Tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam pelayanan gizi klinis.

BACA JUGA : PELATIHAN CLINICAL PATHWAY RUMAH SAKIT


PENUTUP PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

Terapi nutrisi yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Melalui penerapan Total Nutrition Therapy (TNT) yang berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi multidisiplin, tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi nutrisi yang efektif sesuai kebutuhan klinis pasien.

Sehubungan dengan hal tersebut, Diklat Consulting Training Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Total Nutrition Therapy (TNT) dengan menghadirkan narasumber profesional dan berpengalaman di bidang gizi klinis serta pelayanan kesehatan. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengimplementasikan terapi nutrisi secara optimal guna mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien.


WAKTU PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

  • Durasi: 2 hari (intensif) Kelas Publik (Tatap Muka di Yogyakarta)
  • Online melalui Zoom Meeting (jadwal reguler tiap bulan)
  • Inhouse Training di lokasi instansi/perusahaan sesuai permintaan

METODE PELAKSANAAN PELATIHAN TOTAL NUTRITION THERAPY (TNT)

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif dan aplikatif, agar peserta mudah memahami serta mampu menerapkan materi dalam pekerjaan.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Ceramah interaktif untuk penyampaian konsep utama.
  • Diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman.
  • Studi kasus dan simulasi untuk memperdalam pemahaman praktis.
  • Presentasi kelompok untuk melatih analisis dan kolaborasi.

Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi peserta agar hasil pelatihan lebih relevan dan optimal. 

TEMPAT PELAKSANAAN PELATIHAN KELAS PUBLIK YOGYAKARTA

Pelatihan dilaksanakan di berbagai hotel berbintang di Yogyakarta, antara lain:
Hotel Ibis Malioboro, Tjokro Style Yogyakarta, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Prima Hotel Malioboro, D’Senopati Grand Hotel, Hotel NEO Malioboro, The 101 Style, De Laxston Hotel, ARTE Hotel, Abadi Hotel, Grand Malioboro, Aveta Hotel, dan Arjuna Hotel Yogyakarta.

Keterangan:
Peserta dapat mengajukan penyesuaian tanggal atau lokasi pelatihan sesuai kebutuhan instansi.

PAKET & BIAYA FASILITAS PELATIHAN

Diklat Consulting Training Indonesia

Paket Deskripsi Fasilitas Biaya
Paket A (Menginap) Menginap di hotel 3 hari 2 malam (1 kamar/peserta), konsumsi (sarapan & makan siang), coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B (Tanpa Menginap) Tanpa fasilitas menginap, konsumsi makan siang, coffee break 2 kali, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, foto bersama, tas eksklusif, tanda peserta, dokumentasi, flashdisk, dan souvenir. Rp 4.500.000 / Peserta
Paket C (Online / Zoom) Pelatihan melalui Zoom Meeting dengan instruktur berpengalaman, E-Modul & Materi Presentasi, Sertifikat Resmi Diklat Consulting Training Indonesia, serta rekaman video dan e-materi. Rp 3.500.000 / Peserta

CARA PEMBAYARAN PELATIHAN :

Diklat Consulting Training Indonesia

Transfer Bank
Bank: BCA
No. Rekening: 4452636551
Atas Nama: CV. Diklat Consulting Training Indonesia
Kirim bukti transfer via WhatsApp ke admin nomor Telp/Whatsapp : 0852-8279-7464

Pembayaran di Lokasi 
Dapat dilakukan saat registrasi sebelum pelatihan
Harap tetap konfirmasi ke admin sebelumnya

Batas Konfirmasi
Maksimal 4 hari sebelum pelatihan
Konfirmasi tepat waktu agar slot peserta terjamin

UNDAGAN PELATIHAN DAN FORMULIR PELATIHAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Segera daftarkan diri Anda atau tim untuk pelatihan dan nikmati penawaran spesial bagi pendaftar awal!

Pelatihan In-House Training

Diklat Consulting Training Indonesia menyediakan layanan Pelatihan In-House Training bagi instansi pemerintah, badan usaha milik negara, rumah sakit, dan perusahaan swasta yang membutuhkan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan organisasi

Ketentuan Pelaksanaan

  • Wilayah Pulau Jawa: minimal 5–10 peserta
  • Luar Pulau Jawa: minimal 10–15 peserta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan: menyesuaikan permintaan instansi
  • Batas konfirmasi pelaksanaan: maksimal 6 hari sebelum jadwal pelatihan

Investasi Pelatihan

Besaran biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran organisasi agar tetap efektif, efisien, dan berdampak optimal bagi peserta

DIKLAT CONSULTING TRAINING INDONESIA
“Meningkatkan Kompetensi, Membangun Profesionalisme.”